Bahasa

Penggunaan Kata "Kantongi dan Mengantongi" yang Masih Dipertanyakan Kesesuaiannya di Dalam Semantik

13 Juli 2018   08:35 Diperbarui: 13 Juli 2018   08:57 381 1 1

Kesalahan penggunaan bahasa indonesia yang sering terjadi di masyarakat awam yaitu ketidaksesuaian tuturan atau tulisan berdasarkan sintaksis dan semantik. Masyarakat biasa sebagai pengguna tentu tidak memahami secara mendalam tentang konsep kaidah kebahasaan yang baik dan benar di dalam bahasa Indonesia, karena masyarakat tidak sepenuhnya belajar tentang kaidah kebahasaan bahasa Indonesia. Namun hal tersebut tidak dapat dijadikan sebuah alasan, sebagai penutur asli bahasa indonesia, masyarakat Indonesia wajib menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar.

Ketidaksesuaian tuturan atau tulisan berdasarkan semantik yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yaitu penggunaan kata kantongi pada kalimat 

"Jokowi kantongi nama cawapres"

Penggunaan kata kantongi dalam kalimat diatas adalah salah satu contoh masalah semantik dalam bahasa Indonesia yang seringkali dianggap benar oleh sebagian masyarakat. Semantik adalah cabang ilmu linguistik yang objek penelitiannya berupa makna bahasa. Berterima tidaknya sebuah kalimat bukan hanya masalah gramatikal, tetapi juga masalah semantik, berupa tidak adanya persesuaian semantik diantara konstituen-konstituen yang membangun kalimat tersebut.

Kalimat "Jokowi kantongi nama cawapres" Merupakan jenis kalimat yang tidak sesuai semantiknya, kata kantongi dalam ungkapan di atas itu mengandung semantik yang berbeda dengan aslinya. Tak jarang kata kantongi dalam hal pemaknaan kata yang salah digunakan dalam pertuturan sehari-hari terutama di dunia jurnalis untuk mengungkapkan telah menyimpan/telah mengetahui.

Kantongi sendiri merupakan turunan dari kata kantong. Kantong memiliki makna

/kan*tong/n (1) pundi-pundi; (2) saku (baju dan sebagainya);  (3) tempat membawa sesuatu (belanjaan dan sebagainya) yang terbuat dari kain, plastik, dan sebagainya; (KBBI V)

Kata kantongi tidak terdapat didalam KBBI, melainkan kata mengantongi yang berarti berklofiks me-i yang akan memiliki makna 'memasukkan kedalam kantong'. Jika ungkapannya diubah menjadi "jokowi mengantongi nama cawapres", akan bermakna 'jokowi memasukkan kedalam kantong nama cawapres'

Ungkapan diatas dirasa kurang berterima karna kesalahannya persesuaian leksikal. Kata mengantongi lebih pas digunakan untuk kata nomina seperti kata uang yang sudah familiar jika berhubungan dengan kata kantong. Jadi kata atau ungkapan yang berterima pada kalimat tersebut ialah "sudah memilih".  Itu akan berterima kalau dibuat menjadi kalimat seperti berikut ini :

"jokowi sudah memilih nama cawapres"

DAFTAR PUSTAKA

Jokowi Kantongi Nama Cawapres, Ini Kata Wiranto

Chaer. Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta

Chaer. Abdul. 1990. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: Rineka Cipta.