Mohon tunggu...
Sindi NurMaulida
Sindi NurMaulida Mohon Tunggu... Lainnya - Semangat untuk terus hidup

PAI A2 2019 IAIN Jember

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Konsep Metode Safinda dan Praktiknya dalam Terjemah Al Quran

23 Oktober 2021   18:23 Diperbarui: 23 Oktober 2021   18:34 360 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

A. Pengertian Terjemah Al-Qur'an
Al-Qur'an diterjemahkan kedalam beberapa bahasa untuk mempermudah umat Islam dalam mempelajarinya. Al-Qur'an merupakan petunjuk umat Islam dalam menjalani aktivitas kesehariannya. 

Al-Qur'an  dijadikan acuan oleh masyarakat dalam berbuat dan bertingkah, oleh karena itu mempelajari Al-Qur'an merupakan perkara utama. Sebelum membahas lebih jauh tentang metode Safinda, kita akan membahas tentang definisi atau pengertian terjemah Al-Qur'an terlebih dahulu agar lebih mudah dalam memahami terjemah al-qur'an.

Terjemah sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu tarjama-yutarjimu yaitu mengartikan, menginterpretasikan dan menafsirkan. Menurut An'war Nurul Yamin "Yang di maksud penerjemahan di sini adalah pengalihbahasaan Al- Qur'an dari bahasa aslinya, yakni bahasa Arab ke dalam bahasa si penerjemah, misalnya ke dalam bahasa inggris atau bahasa Indonesia". 

Secara etimologi, terjemah mengandung arti menyalin atau memindahkan suatu perkataan dari suatu bahasa ke bahasa lain. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah pemahaman seseorang yang belajar terjemah Al-Qur'an.

Secara terminologi, terjemah merupakan kegiatan manusia dalam memindahkan informasi terkait bahasa asal ke bahasa yang dituju dengan secara langsung (lisan) maupun tidak langsung (tulisan). 

Oleh karena itu terjemah berarti menjelaskan suatu perkataan atau memindahkan bahasa arab ke bahasa lain agar orang lain dapat mengerti dan memahami makna tersebut melalui perantara terjemahan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat kita pahami bahwa terjemah Al-Qur'an adalah memindahkan bahasa Arab ke dalam bahasa lain dengan tujuan untuk mempermudah umat Islam yang tersebar ke seluruh dunia dalam mempelajari dan memahami kandungan Al-Qur'an. Apalagi dunia yang luas dan berbagai macam budaya serta bahasa yang berbeda-beda yang menjadikan penerjemahan Al-Qur'an perlu dilakukan.

B. Pengertian Metode Safinda
Metode merupakan suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk dapat mengadakan hubungan dengan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. 

Sebuah metode tidak hanya dibutuhkan dalam dunia pendidikan saja, tetapi di dalam pembelajaran Al-Qur'an juga perlu, misalnya ketika menerjemahkan Al-Qur'an. 

Sesuai kutipan salah satu hadis yang berbunyi "Bagi segala sesuatu itu ada metodenya, dan metode masuk surga adalah ilmu" (HR. Dailami). Oleh karena itu, penting sekali pemakaian metode dalam sebuah pembelajaran.

Metode Safinda merupakan program pelatihan terjemah Al-Qur'an yang menggunakan sebuah metode untuk mempelajari terjemah al-Qur'an sekaligus tatanan bahasa arabnya dengan cara sederhana, mudah dan praktis. 

Dengan metode Safinda siswa dapat dengan mudah mengetahui makna alquran kata perkata , sehingga siswa dapat banyak mengerti tentang kosa kata Bahasa arab. 

Selain itu juga siswa mendapatkan tambahan granmer yang berupa ilmu nahwu dan Sharaf yang diberikan bertahap dari juz ke juz , tidak diberikan sekaligus.

Selain itu, metode Safinda merupakan sebuah model pembelajaran kooperatif yang sangat cocok untuk diimplementasikan dalam pembelajaran terjemah Al-Qur'an. 

Metode safinda juga diartikan suatu metode yang digunakan dalam mempelajari terjemah Al-Qur'an sekaligus mempelajari tata bahasanya secara mudah. Metode safinda selain memberikan materi tata bahasa juga memberikan pengajaran sastra bahasa Arab yang merupakan ilmu tingkat tinggi dalam pemahaman bahasa yaitu ilmu balaghah, mantiq, ma'ani dan lain-lain.

C. Sejarah Metode Safinda
Pada tahun 1996, Yayasan Safinatul Huda Surabaya adalah bermula dari kegiatan TPQ di mushalla yang digunakan sebagai tempat belajar membaca Al-Qur'an untuk anak-anak di kawasan lingkungan sekitarnya yang didirikan oleh Drs. Choirul Anam,MEI. 

Yayasan Safinatul Huda Surabaya terletak di kawasan Jl. Rungkut Tengah III No. 33 Surabaya, Kelurahan Rungkut Tengah Kecamatan Gununganyar Kota Surabaya.

Sejarah berdirinya LP PPTQ PONPES SAFINDA Surabaya bermula dari didirikan pada tanggal 1 Juni 2006. Lembaga ini merupakan salah satu unit yang berada di bawah naungan Yayasan Safinatul Huda Surabaya, awalnya unit ini dimulai dari tim pelaksana kemudian beralih menjadi LP PPTQ SAFINDA (Lembaga Pelaksana Program Pelatihan Terjemah Al-Qur'an). 

Dari sinilah timbul metode safinda yang merupakan suatu program pelayanan kepada masyarakat luas terutama lingkungan sekitarnya, sebagai upaya pemahaman dalam belajar membaca al-Qur'an serta paham maknanya.

D. Tingkatan-tingkatan Metode Safinda
Adapun tingkatan metode safinda dalam terjemah Al-Qur'an diantaranya sebagai berikut :

  1. Adanya waktu dan tempat atau lokasi pembelajaran yang disediakan.
  2. Mengikuti beragam materi dan serangkaian proses pembelajaran dengan baik.
  3. Menerapkan PPTQ dengan jenis-jenis metode dari metode safinda.

E. Kelebihan dan Kekurangan Metode Safinda
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan tersebut menjadi penyempurna di dalam suatu metode. Tidak ada metode yang sempurna, tak terkecuali metode safinda. 

Metode safinda mempunyai kelebihan yang dapat dijadikan rujukan bagi seseorag atau peserta didik dalam memahami kandungan Al-qur'an dengan cara terjemah per kata, kalimat dan ayat-ayat suci Al-qur'an. Kelebihan metode ini diantaranya yaitu Metode safinda adalah:

  1.  Metode yang sangat mudah dipraktikkan dan efisien dalam memahami isi kandungan Al-qur'an,
  2.  Metode safinda ini memberikan ruang yang cukup penting bagi masyarakat muslim yang belum pernah mengikuti jenjang pendidikan di tingkat pesantren,
  3. Metode safinda merupakan satu diantara peran dan usaha untuk permasyarkatan Al-qur'an dan mampu menjadikan masyarakat berperilaku sesuai isi kandungan Al-qur'an. 

Disamping kelebihan, adapula kelemahan dalam metode ini. Kelemahan metode safinda ini terletak pada aspek dalam menghafal lafadz yang dilengkapi dengan artinya, terutama bagi seseorang atau peserta didik yang sudah dewasa atau orang tua yang sulit dalam memahaminya. 

Meskipun sebenarnya dalam metode ini telah dilengkapi dengan kamus lafadz Al-Qur'an. Karena metode ini dalam proses pembelajarannya lebih menekankan hafalan dengan bantuan media pembelajaran yang telah disediakan berupa materi juz pertama yaitu surah Al-Fatihah dan Surah Al-Baqarah.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan