Mohon tunggu...
Silmi Anzelina
Silmi Anzelina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

........

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Upaya Peningkatan Literasi Digital Masyarakat RW 10 Kelurahan Babakan Sari Kiaracondong dalam Penyaringan Informasi Menghindari Hoax

25 September 2021   22:47 Diperbarui: 25 September 2021   22:52 90 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Upaya Peningkatan Literasi Digital Masyarakat RW 10 Kelurahan Babakan Sari Kiaracondong dalam Penyaringan Informasi Menghindari Hoax
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kuliah Kerja Nyata( KKN)  Tematik Literasi dan Rekognisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Pusat Prestasi Nasional Universitas Pendidikan Indonesia( UPI) dengan tema Mengembangkan Literasi (literasi baca dan tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan) dan Rekognisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka-Pusat Prestasi Nasional. Merupakan salah satu bentuk kontribusi UPI sebagai perguruan tinggi yang memiliki fokus pada bidang pendidikan untuk membantu peningkatan indeks literasi nasional di Indonesia. 

Menekankan pada tema literasi, KKN tematik ini memiliki tujuan umum yaitu Mengembangkan budaya literasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup serta  rekognisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka -- Pusat Prestasi Nasional yang telah dilakukan mahasiswa.

Literasi sebagai tema dalam kegiatan KKN ini memiliki arti menurut KBBI  daring, literasi memiliki tiga makna yaitu kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu, dan kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Sementara menurut UNESCO( The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks dimana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya. 

Kemdikbud dalam gerakan literasi nasional menggunakan konsep literasi dasar yang mencakup enam jenis literasi yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan. Sasaran program KKN tematik literasi ini adalah bidang pendidikan yang fokus pengembangannya yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, dan literasi sains.

 Kemudian sasaran kedua adalah kelompok masyarakat seperti posyandu, PKK, Karang taruna dengan literasi yang dikembangkan adalah literasi digital, finansial, serta literasi budaya dan kewargaan. 

Literasi digital sebagai salah satu jenis literasi yang perlu dikembangkan untuk kelompok masyarakat memiliki pengertian sebagai pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari( lpmplampung.kemdikbud.go.id). 

Pada KKN ini dengan sasaran yang dipilih adalah masyarakat Rw. 10 Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung upaya peningkatan literasi digital dilakukan guna penyaringan informasi untuk menghindari hoax yang merupakan salah satu permasalahan yang terjadi dikalangan masyarakat karena perkembangan teknologi, alat komunikasi dan media sosial. 

Berdasarkan data yang tertulis pada laman kominfo.go.id, tertulis bahwa terdapat 800.000 situs yang terindikasi penyebaran hoax, hal ini menunjukan bahwa penyebaran berita hoax di Indonesia semakin marak. Penyebaran hoax yang semakin marak menyebabkan keresahan dan ketidaknyamanan masyarakat serta dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan yang merugikan masyarakat. 

Pada program KKN ini dilakukan penyuluhan secara daring melalui google meet  untuk masyarakat Rw.10 Kelurahan Babakan Sari guna meningkatkan literasi digital masyarakat untuk menggunakan alat komunikasi, media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Materi yang disampaikan diantaranya adalah terkait apa itu hoax, contoh- contoh berita hoax, apa bahaya dari berita hoax, dasar hukum pelanggaran penyebaran berita hoax, ciri- ciri berita hoax, cara mengatasi berita hoax di media sosial, serta pelayanan pencegahan hoax. 

Kegiatan dilakukan selama satu jam dengan presentasi, kemudian sesi diskusi dan tanya jawab. Berdasarkan hasil diskusi dan tanya jawab, partisipan belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk membedakan mana itu berita hoax dan yang benar sebelumnya, untuk itu dengan penyuluhan ini masyarakat Rw.10 kelurahan Babakan sari diharapkan dapat lebih paham dan melek literasi digital untuk penyaringan informasi hoax dari media sosial.


Referensi: 

Satu, dua

Mohon tunggu...
Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan