Mohon tunggu...
Sigit Budi
Sigit Budi Mohon Tunggu... Blogger ajah

blogger @ sigitbud.com

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Kebijakan Ganjil - Genap "Aspirin"nya Kemacetan Jakarta

4 September 2018   12:39 Diperbarui: 4 September 2018   12:45 0 1 0 Mohon Tunggu...
Kebijakan Ganjil - Genap "Aspirin"nya Kemacetan Jakarta
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol Yusuf dan Karlo Manik, Direktur Lalu Lintas Angkutan BPTJ memaparkan hasil evaluasi (dok.pribadi)

Setiap kebijakan pasti menuai kontroversi, tak terkecuali kebijakan "ganjil - genap" untuk kendaraan roda empat di ruas - ruas jalan tertentu di Jakarta. Secara umum kebijakan "ganjil - genap" berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas di Jakarta saat event Asian Games 2018 berlangsung, kecepatan kendaraan naik, waktu tempuh dari satu lokasi ke lokasi lain lebih cepat, penurunan penggunaan BBM, turunnya emisi gas buang. Sebaliknya ada juga pendapat tidak setuju atas kebijakan ini karena tidak dianggap efektif mengatasi kemacetan di Jakarta.


Soal efektifitas kebijakan tentunya tidak bisa bersandar pada penilaian beberapa orang, pihak Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) sendiri selaku perumus kebijakan telah melakukan Forum Discussion Gr0up (FGD) sebelum meluncurkan kebijakan dan paskanya. Menurut Direktur Lalu Lintas Angkutan BPTJ, Karlo Manik, dari hasil evaluasi merekomendasikan agar kebijakan ini diperpanjang. 

Artinya sebagian besar masyarakat pengguna jalan di Jakarta merasakan manfaat secara langsung dari kebijakan ini, baik penguna mobil pribadi maupun transportasi umum.

Kebijakan ini memang belum sepenuhnya diketahui secara luas oleh pengguna jalan raya, terbukti dari catatan Polda Metro Jaya, selama kebijakan ini diterapkan selama Asian Games sekitar 26 ribu kendaraan roda empat terkena sangsi karena melanggar jam dan tanggal yang ditentukan. Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Yusuf dalam acara talk show di Metro TV (3/9) juga memaparkan  evaluasi kebijakan ganjil - genap ini, menurutnya kebijakan ini diperpanjang dan  akan dilaksanakan pada hari kerja selama 15 jam per hari, kecuali hari Sabtu - Minggu dan Hari Libur Nasional.


Kemacetan di Jakarta sudah tahap "akut", ibarat orang sakit kepala perlu obat untuk menghentikan seketikan nyeri di kepala, Karlo Manik mengibaratkan Kebijakan Ganjil - Genap ini seperti obat sakit kepala,  Aspirin yang mampu menghentikan rasa sakit. Pihak Kepolisian dalam hal ini Lantas Polri adalah penegak hukum melaksanaan kebijakan ini, kebijakan ini sendiri dirumuskan setelah koordinasi dengan semua instansi terkait dan stake holder jalan raya.

Kebijakan ganjil - genap akan diteruskan sampai  13 Oktober 2018 untuk  mendukung pelaksanaan event olah se-Asia Para Games  di Jakarta, efektifitas kebijakan ini, menurut Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Yusuf efektifitasnya sudah terbukti dimana waktu tempuh  dari Wisma Atlit di Kemayoran ke venue - venue hanya memakan waktu sekitar 30 menit, bahkan untuk venue di Cibubur dan Golf di Pondok Indah. Yusuf juga menjelaskan bahwa pembebasan kebijakan ini di Sabtu - Minggu dan Hari Libur Nasional karena volume kendaraan di jalan raya turun.

Menariknya,evaluasi  kebijakan ini mampu meningkatkan kecepatan laju kendaraan 30 - 40 persen di jalan - jalan yang terdampak kebijakan ini dan di jalan arteri yang tidak terkena kebijakan ini kecepatan kendaraan naik 2 persen. Dari segi transportasi umum terjadi peningkatan penumpang sekitar 40 persen, terutama di bis - bis dari Bekasi dan Tangerang. 

Kenapa masih terjadi kemacetan di ruas - ruas jalan tertentu ? Sebagian masyarakat masih mengeluhkan kebijakan ini hanya memindahkan lokasi dan waktu kemacetan. Menurut Kombes. Pol. Yusuf, kemacetan itu terjadi karena kendaraan roda empat yang berplat nomor tidak sesuai tanggal berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam. Kebijakan ganjil - genap diberlakukan mulai pukul 06.00 - 21.00 WIB mulai tanggal 1 - 13 Oktober selama Asian Games dan pada masa perpanjangan waktu.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x