Sigit Budi
Sigit Budi wiraswasta

blogger @ sigitbud.com

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

ASDP Perhatikan Pemudik Roda Dua Antar Pulau

15 Juni 2018   01:27 Diperbarui: 16 Juni 2018   02:03 2305 3 1
ASDP Perhatikan Pemudik Roda Dua Antar Pulau
Rosarita Niken DJIKP (dok. FMB 9)

Bila perhatian sebagian media massa dan sosial tertuju pada hajatan arus mudik antar kota di Pulau Jawa, sebenarnya arus mudik antar pulau lewat jalur darat tak kalah seru. Terutama di lintas mudik Pulau Jawa dan Sumatera, dimana Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten adalah jembatan penghubung Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. 

Ketika mengunjungi dermaga- dermaga di Pelabuhan Merak bersama awak media yang disponsori Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) saya cukup kagum dengan pengelolaan Angkutan Danau  Sungai dan Penyeberangan (ASDP) pada hajatan mudik tahun ini. Pada kesempatan itu, awak media dan netizen yang biasa mengikuti acara Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 ramai - ramai diajak Kemenkominfo di Pelabuhan Merak dan menggelar diskusi di kantor ASDP Pelabuhan Merak. 

Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Puncak Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman", terdengar kabar dari Rosarita Niken, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo (DJIKP), bahwa Dirut ASDP saat memberikan pengantar acara, bahwa Dirut ASDP ini sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah untuk memonitor secara langsung jalannya arus mudik di Pelabuhan Merak. 

Buat saya sebuah kejutan, tak banyak penjabat se-level dirut terjun sendiri ke lapangan untuk melakukan monitoring selama berhari - hari. Persiapan mudik tahun ini bila dilihat dari pemberitaan di media massa, pemerintah sangat serius mempersiapkan segala prasarana dan sarana untuk membuktikan kehadiran negara dan membahagiakan pemudik. 

Lalu seperti apa cara ASDP menghindari penumpukan antrian keluar masuk penumpang dari dan ke kapal feri pada mudik tahun ini ? Ira Puspadewi mengatakan, pihak menggalakan penjualan tiket online jauh hari sebelum event cuti bersama yang dimulai. Dalam diskusi bertempat di di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Merak-Banten, Selasa (12/6/2018) ini, juga menginformasikan ASDP mengerahkan 217 kapal untuk mengangkut pemudik antar pulau.

Ira Puspadewi Dirut ASDP (dok FMB )
Ira Puspadewi Dirut ASDP (dok FMB )

"Syukurlah mudik mudik kali ini lebih lancar. Kami melihat, itu disebabkan beberapa faktor," katanya.

Memang dibandingkan tahun lalu, suasanan Pelabuhan Merak, terutama di Dermaga 6 yang khusus sepeda motor tampak tidak antri, cenderung lengang. Mungkin benar juga penuturan Ira Puspadewi, Dirut ASDP bahwa kebijakan libur yang lebih panjang membuat pemudik mempunyai waktu lebih banyak mengatur perjalanan mudiknya. 

"Libur yang lebih panjang menyebabkan bila biasanya di hari keempat baru naik, sekarang hari minus 6 sudah naik. Dan tercatat yang signifikan adalah kendaraan roda empat. Jadi ada perubahan pola mudik," katanya.

Selain itu, Ira mengungkap penjualan tiket online yang kian digalakkan sebagai salah satu strategi mudik 2018. "Ada juga buffer zone di km 43, dan di Hotel Mangkuputra untuk motor. Ini membantu sehingga tidak menumpuk antrean yang panjang di pelabuhan," tuturnya. 

Menurut ada beberapa faktor penyebab kelancaran mudik tahun ini selain cuti bersama lebih panjang dan penjualan tiket online adalah pengoperasian kapal - kapal besar. Tentunya dengan kapasitas kapal lebih besar, jumlah penumpang orang dan kendaraan yang terangkut lebih. Meski begitu, peran komandan dilapangan krusial dalam menentukan "timing" pemberangkatan kapal, komandan harus tahu waktu yang tepat untuk memberangkatkan kapal. 


"Terkait ini, komandan di lapangan harus tahu kapan dioperasikan kapal besar. Selain itu juga dilakukan langkah memperpendek waktu kapal di pelabuhan, yakni rata-rata 1 jam. Ada yang hanya 45 menit. Walau tentu tetap mempertimbangkan keamanan," tuturnya. 

Ohh.. tak hanya jumlah dan kapasitas kapal yang menjadi solusi atasi penumpukan, waktu kapal bersandar di dermaga juga dipersingkat tanpa harus menunggu kapal terisi penuh, mungkin seperti Commuter Line atau Busway di Jakarta. Dengan strategi ini, ASDP cukup sukses mengurangi penumpukan penumpukan dan antrian penumpang di dermaga orang dan kendaraan bermotor saat event mudik tahun ini. 

Pemudik dengan sepeda motor juga menjadi perhatian khusus dari ASDP, berkerjasama dengan pihak Kepolisian untuk mengaturnya, sebab menurut Ira psikologi pengendara sepeda motor berbeda dengan mobil. 

"Dalam kondisi panas dan lelah setelah berkendaraan jauh, pemudik bersepeda motor cenderung mudah terpancing emosinya saat di antrian",ujar Ira.  Angka pemudik dengan sepeda motor yang melintasi Pelabuhan Merak memang cukup tinggi, pada puncak mudik (H-1) tahun 2017 ASDP mencatat sebanyak 21 ribu kendaraan bermotor ini.

Mudik Roda Dua Turun

Dari diskusi media di Pelabuhan Merak ini, saya mencatat data penting tentang pemudik roda dua atau sepeda motor, ternyata dari keterangan Rosarita Niken, DJIKP jumlahnya turun pada tahun ini.  "Para pemudik sepeda motor diantarkan langsung ke wilayah masing-masing, bekerjasama dengan kementerian BUMN dan instansi lainnya dengan memberikan sarana bus dan pengangkutan sepeda motor para pemudik," papar Niken.

Dengan adanya fasilitas yang ditingkatkan seperti itu, Dirjen IKP menjelaskan, tahun 2018 ini, jumlah pengendara sepeda motor turun hingga 12 persen. Sedangkan pengguna transportasi udara meningkat 9 persen. 

"Tak dapat disangkal, dengan adanya sarana yang terus meningkat, seperti jalan tol dan lainnya, membuat para pemudik bisa nyaman dan aman saat melakukan arus mudik maupun arus balik," ujar Niken.

Terkait keamanan, Dirjen IKP mengungkapkan, menurut data pihak Kepolisian, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) turun hinga 50 persen. Sedangkan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaksanakan mudik gratis dan memberikan fasilitas kepada para pemudik sepeda motor. 

Data ini cukup melegakan mengingat pada event mudik tahun 2017 jumlah pemudik roda dua meningkat cukup tinggi, kenapa melegakan ? Tentunya tingkat kecelakaan lalu lintas yang menimpa pemudik roda dua dapat ditekan lagi agar tidak terjatuh korban sia - sia di jalan raya.