Sigit Budi
Sigit Budi wiraswasta

Ordinary father of 3 kids, kopi "addict"

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Ingin Digambarkan Pelukis Profesional? Cukup Pakai Kamera iPhone 8 dan X

14 September 2017   21:14 Diperbarui: 14 September 2017   21:19 510 0 0
Ingin Digambarkan Pelukis Profesional? Cukup Pakai Kamera iPhone 8 dan X
Hasil foto menggunakan iPhone 8 Plus dan X bisa mengganti latar foto secara otomatis (engadget.com)

Bagi penggemar swafoto atau 'selfie' tentu tidak asing dengan aplikasi -- aplikasi pihak ketiga yang mampu mengubah foto lebih bagus. Sayangnya foto yang dihasilkan sering tidak alami (natural), tak heran bila wajah kita jauh dari tampak aslinya. Tentu hasil foto ini diinginkan oleh banyak 'maniak' swafoto,  namun  banyak juga cibiran 'nyinyir' terhadap foto rekayasa itu.

Salah satu produsen film foto asal Jepang , Fuji Film terkenal sekali dengan jargon produknya yakni 'Lebih indah dari warna aslinya'. Saat ini kita tidak memerlukan lagi rol -- rol film untuk mewujudkan hasil foto seperti itu, dengan sebuah 'smartphone' bisa dihasilkan. Lalu apa kekurangan dari  olahan foto dari telepon genggam ?

Untuk 'smartphone' versi 'mid end' beberapa perangkat sudah menyamai hasil foto lewat kamera saku digital yang pernah populer. Untuk kelas 'smartphone high end' kualitas foto sedikit lebih baik dibandingkan hasil foto kamera saku digital. Jangan kuatir, tak perlu kita membeli kamera saku atau perangkat foto profesional DSLR. Perusahaan Apple telah menyematkan tehnologi kecerdasan buatan pada perangkat iPhone terbarunya.

Bila anda mempunyai uang cukup untuk membeli model iPhone terbaru seri 8 Plus dan X, hobi swafoto anda bisa termanjakan. Kini iPhone generasi terbaru ini dilengkapi dengan tehnologi pencahayaan (Potrait Lighting) lebih sempurna, bisa dikatakan paling unggul.

Vice President Apple menjelaskan tehnologi tersebut, seperti anda membuat sebuah foto dengan 2 kamera, tehnologi ini mampu mendeteksi permukaan wajah dan menyesuaikan terpaan cahaya ke atas area wajah anda. Secara visual tehnologi pencahayaan ini mampu memberikan efek 3 dimensi pada hasil foto.  

Sayangnya 'tool' ini hanya disematkan di iPhone seri 8 Plus dan X, pengguna versi ini dapat memanfaatkan dengan klik fitur 'setting' dan 'countour light'. Ketika anda melakukan swafoto dengan handset ini otomotis hasil foto ada pencahayaan 'low light' yang menambahkan kedalaman dimensi foto. Fitur ini bersifat 'real time' artinya saat anda merubah 'setting', hasilnya langsung terlihat di layar handphone.

Tak hanya itu, ada fitur untuk menghilangkan latar belakang obyek foto dan bisa diganti dengan gambar dengan latar belakangan lain. Untuk mendapatkan kualitas gambar seperti ini, bisa diatur pada fitur 'stage light'.

Apple menanamkan sebuah perangkat 'A11 Bionic image processor' yang mampu menyaring dan membuat gambar lebih dramatis. Seperti hasil sebuah foto profesional di sebuah studio foto. Bila anda kurang puas dengah hasil  'selfie foto', jangan kuatir produsen Apple telah menyediakan aplikasi pengolah gambar canggih, hampir sekelas software pengolah gambar profesional  'Adobe Photoshop'. Foto -- foto yang sudah diambil bisa dibuat lebih 'keren' dengan aplikasi pengolah gambar bawaan iPhone terbaru tersebut. Pengguna dapat  mengatur di menu 'setting' pada fitur 'Potrait Mode'.

Aplikasi pengolah gambar ini menyediakan banyak 'trick' untuk merekayasa foto untuk menghasilkan gambar yang radikal. Sebuah lompatan tehnologi  canggih untuk sebuah 'smartphone', fungsi 'capture foto' dari  iPhone terbaru ini melebihi kamera digital kelas 'mid end'

Untuk memperkaya fitur -- fitur kamera dan aplikasi pengolah gambar, produsen perangkat elektronik asal Amerika ini menyematkan tehnologi  kecerdasaan buatan atau AI (Artificial Intellegent). Tehnologi ini membuat perangkat iPhone terbaru memiliki kemampuan otomatis dalam menangkap  obyek foto, mengolah cahaya, memprosesnya dengan hasil lebih sempurna dan bervariasi.

Ibaratnya, tehnologi AI yang disematkan ini mampu berpikir dan bekerja seperti seorang pelukis saat menorehkan cat dengan kuas di atas kanvas. Dia akan memikirkan warna -- warna apa saja yang tepat untuk obyek gambar, memadukan warna dan menggambar efek pencahayaannya. Woooww...