Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#Dulu membidangi Humas dan Media#Sekarang Membidangi Seni dan Hiburan#

#Menulis sesuai suara hati,kadang kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Habib Rizieq, Gatot, Anies, sebagai Perkuatan Oposisi dan Warna Pilpres 2024

7 November 2020   19:23 Diperbarui: 7 November 2020   19:39 1329 36 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Habib Rizieq, Gatot, Anies, sebagai Perkuatan Oposisi dan Warna Pilpres 2024
Ilustrasi gambar kolase dalam foto adalah diambil dari Kompas.com

Sebelum lebih jauh, penulis ingin menyatakan disclaimer, bahwasanya tidak ada kepentingan apapun dari penulis terkait dengan Gatot Nurmantyo bersama Ormas KAMI, Habib Rizieq Shihab bersama Ormas FPI dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

***

Ya, Gatot Nurmantyo, Habib Rizieq Shihab, dan termasuk juga Anies Baswedan, tiga tokoh sentral yang seringkali muncul jadi pembicaraan publik.

Sepak terjang mereka bertiga kerap kali membikin panas istana (pemerintah), termasuk juga membikin naik darah para parpol koalisi pemerintah baik yang di legislatif ataupun yang tidak di legislatif.

Seperti halnya, Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, yang akhirnya memutuskan untuk turun gunung untuk bergabung di Ormas KAMI, yang ternyata organisasi ini bertindak kritis terhadap pemerintah, bahkan tidaklah dipungkiri manuver-manuver kebijakan organisasi mereka, memang sudah mengarah kepada manuver politik.

Sama halnya juga, kalau mengamati sepak terjang Habib Rizieq Shihab bersama FPI, dan segenap simpatisan yang lainnya, amatlah jelas mereka memang lebih banyak bersikap kritis kepada pemerintah.

Lalu, terkhusus Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebenarnya agak sedikit sulit ditebak, sebab sebenarnya sepak terjangnya tidaklah kelihatan kritis atau kentara kritis terhadap pemerintah, tapi anehnya seringkali kebijakan Anies Baswedan justru yang sering kali dikritik oleh pemerintah pusat dan koalisi parpol pendukungnya.

Bahkan ternyata perkembangannya, justru yang terjadi adalah memunculkan kesan bahwa, pemerintah pusat justru jadi oposisi bagi Provinsi DKI Jakarta.

Sehingga inilah kiranya yang jadi melatar belakangi alasan, kalau Anies Baswedan pada akhirnya boleh dimasukan dalam barisan oposisi pemerintah.

Ya, memang akan ada saja yang dilakukan oleh para politisi dan termasuk tokoh publik sebagai strategi coat tail effect untuk mendapatkan simpati sebanyak-banyaknya dari masyarakat.

Bahkan, peristiwa atau fenomena yang berlaku di pemerintahan dan masyarakat tak luput untuk dijadikan momentum berharga untuk menaikkan popularitasnya masing-masing.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN