Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... #Jadikan pekerjaan itu seni dan hobi#

#Menulis sesuai suara hati,kadang sangat kritis,tapi humanis,berdasar fakta dan realita#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#Jangan pernah membungkam#

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Berkat Amir Sutaarga, Museum Tak akan Lekang oleh Waktu

4 Juli 2019   21:33 Diperbarui: 4 Juli 2019   21:41 68 2 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berkat Amir Sutaarga, Museum Tak akan Lekang oleh Waktu
Amir Sutaarga | Kemendikbud.go.id

Museum merupakan potret masa lalu untuk menjadi cerminan masa depan. Museum hingga saat sekarang ini terus mengalami perkembangan seiring dengan dinamisnya perkembangan zaman.

Perkembangan museum memberikan dampak yang positif bagi dunia ilmu pengetahuan disegala bidang sehingga museum sangatlah penting dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa Indonesia.

Dengan adanya museum, lintasan peristiwa sejarah masa lampau suatu bangsa dapat terekam kembali, maka dapat dibayangkan bagaimana bila tak ada museum, maka akan sirnalah berbagai peninggalan sejarah dan peristiwa sejarah lampau yang pernah di lintasi oleh suatu bangsa.

Namun dibalik itu semua, juga patut diketahui siapakah sebenarnya perintis museum di Indonesia. Ya beliau adalah Moh. Amir Sutaarga lahir dikuningan 5 Maret 1928, ternyata beliau inilah sang perintis museum-museum yang ada di Indonesia, dan melalui tulisan ini meskipun sudah ada beberapa tulisan yang mengulasnya namu tak ada salahnya untuk mengingat kembali sosok legenda bangsa ini, agar lebih dikenal lagi oleh bangsa ini.

Sosok Amir yang semula bercita-cita menjadi ahli dibidang perkapalan dan ingin menempuhnya di Belanda, akan tetapi akibat pecahnya perang pada 5 Maret 1942, Amir gagal mewujudkan keinginannya tersebut, hingga akhirnya beliau berdesekolah di Taman Madya Yogyakarta dan terpanggil bergabung dalam dunia militer untuk berjuang demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

pada masa itu Amir ditugaskan pada bagian intelejen sebagai perwira penghubung, dalam tugasnya Amir dikenal memiliki integritas dan cerdik serta pandai dalam strategi dan siasat perang, diusianya yang masih muda yaitu 17 tahun amir dipercaya menyandang pangkat Letnan Dua Divisi 1 Siliwangi, Amur bergerilya berjuang bersama teman-temannya serta teman akrabnya Uka Tjandrasasmita yang merupakan seorang arkeolog.

Pada tahun 1948, saat usianya 22 tahun usai perang, Amir meninggalkan dunia militer dan bekerja di lembaga Bataaviasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen(BGKW), ditempat ini Amir bertemu dengan seorang ilmuwan Belanda yaitu Van Deer Hop, yang kemudian mengajak Amir ke Jakarta dan belajar ilmu Etnologi atau ilmu bangsa-bangsa.

Pada tahun 1952 Amir diangkat oleh Van Deer Hop menjadi redaktur dan mulai saat inilah dirinya mulai menuangkan gagasan mengenai museum, hingga akhirnya menerima beasiswa untuk belajar ke Eropa. Setelah lulus dari Eropa, pada tahun 1958 juga menimba ilmu mengambil jurusan Antropologi di Universitas Indonesia.

Disela-sela menuntut ilmu, Amir juga aktif di lembaga museum nasional, di lembaga ini Amir terus berjuang memperkenalkan museum dan kepurbakalaan, dan pada tahun 1962 diangkat menjadi Kepala Museum Pusat(sekarang museum Indonesia), setelah itu Amir dipercaya menjadi Direktur permuseum.

Perjuangan Amir tak kenal lelah dan terus memperjuangkan warisan kebudayaan melalui museum, hingga akhir hayatnya, beliau terus berjuang dengan visioner dalam pelestarian dan pengembangan kultural bangsa melalui museum.

Atas segala jasanya, maka negara melalui Asosiasi Museum Indonesia, sepakat menegaskan untuk menganugerahkan Museum Award pada tanggal 1 Juni 2012 sebagai bapak permuseuman Indonesia sekaligus penghargaan khusus pengabdian sepanjang hayat dalam dunia museum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN