Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Jadikan pekerjaan itu seni&hobi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Seutas Kisah Ingatan di Era 80-an

25 Mei 2019   18:59 Diperbarui: 25 Mei 2019   19:15 0 9 4 Mohon Tunggu...
Seutas Kisah Ingatan di Era 80-an
Balikpapan era 80 | Kotabalikpapanwordpress.com

Bernostalgia membongkar ingatan tentang era 80 an menjadi sisi yang unik dikaitkan dengan zaman yang serba canggih saat ini.

Sungguh nuansa era 80 an jadi membuat kerinduan tersendiri dalam hidup ini, andai saja benar benar ada mesin quantum milik Hank pym saya akan menemuinya dan menyatakan keinginan saya untuk mengarungi waktu di masa 80 an.

Merasakan lagi bagaimana mengantri ditelepon umum koin, hanya untuk menelpon teman tentang rencana kerja kelompok bareng teman kelas di SD atau diskusi PR yang diberikan pak Guru, wah jadi rindu banget suasana ini.

Menuju kerumah teman dengan angkot taksi kayu, Mobil Jeep Willys 4 silinder 2.200 cc dengan transmisi 3 speed maju buatan Amerika tahun 1949 sejenis oplet yang pernah ada di Balikpapan, menjadikan ingat kembali moda transportasi saat itu masih terbatas dan sederhana.

Saat itu taksi kayu hanya melintasi jalan kampung, saya menuju rumah teman harus melanjutkan naik angkot dijalan utama naik toyota kijang kotak, selanjutnya harus jalan kaki, namun berjalan sambil diiringi walkman dan kaset pita mendengar lagu era 80 an, lagu puput melati satu ditambah satu, sudah sangat asik banget saat itu.

Tak lama sampai dirumah teman terdengar tape deck dirumahnya memutar lagu yang tak jauh beda dengan apa yang saya dengarkan di walkman saya, suasana berkumpul bersama kerja kelompok jadi asik banget kala itu.

Namun semua itu sekarang tinggal kenangan dalam ingatan saja, Telpon umum koin, angkot taksi kayu, walkman dan tape deck kini telah tiada keberadaannya teriring kemajuan zaman, akan tetapi kenangan ini sangat berharga, bagaimana di era kehidupan saat itu, pernah ada dan dijalani dalam kehidupan ini.

Seutas kisah era 80 an
Salam era 80 an
Sigit.