Yai Baelah
Yai Baelah Advokat

Sang Pendosa berkata; "Saat terbaik dalam hidup ini bukanlah ketika kita berhasil hidup dengan baik, tapi saat terbaik adalah ketika kita berhasil mati dengan baik"

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Fanatik

12 Februari 2019   16:04 Diperbarui: 12 Februari 2019   16:16 28 3 0
Fanatik
image: satu1nyablog.blogspot.com



Fanatik menurut KBBI dimaknai sebagai "teramat kuat keyakinan terhadap ajaran (politik, agama, dsb)."

Kata kuncinya "ter". Itulah pokok masalahnya.

Segala sesuatu yang "ter", artinya yang berlebihan, melampaui batas, maka akan tidak baik jadinya.
Terlalu benci, terlalu suka, terlalu sayang, bahkan terlalu baik, itu tidak baik...

Ketika seseorang terlalu ngotot bertekad tak hendak memberi kesempatan tawar menawar lagi, "ini harga mati..!!!"

Maka sikap laku yang demikian itu tak bisa mengelak dari sebutan "fanatik" tadi.

Lebih jauh lagi, mengutip dari web Wikipedia, digambarkan bagaimana ketika perilaku fanatik ini sudah menjadi "fanatisme" atau sudah menjadi suatu paham (keyakinan yang melekat). Yang mana menurut Wikipedia, bahwa Fanatisme adalah paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan.

Filsuf George Santayana mendefinisikan fanatisme sebagai; "melipatgandakan usaha Anda ketika Anda lupa tujuan Anda"; dan menurut Winston Churchill, "Seseorang fanatisme tidak akan bisa mengubah pola pikir dan tidak akan mengubah haluannya".

Jadi, bisa dikatakan seseorang yang fanatik memiliki standar yang ketat dalam pola pikirnya dan cenderung tidak mau mendengarkan opini maupun ide yang dianggapnya bertentangan.