Mohon tunggu...
S. Eleftheria
S. Eleftheria Mohon Tunggu... Lainnya - Mengabadikan pikiran melalui tulisan

Shyants Eleftheria adalah nama pena dari seorang yang hanya ingin dikenal lewat tulisannya saja. Perempuan kelahiran 9 Mei di salah satu kota kecil di Sumatera bagian Selatan ini mempunyai gelar Sarjana Teknik Kimia dari Universitas di Yogyakarta. Sedari kecil dia sudah mulai menunjukkan minatnya pada dunia literasi dan menyukai tema apa pun yang dianggapnya menarik untuk ditulis.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pembelajaran Tatap Muka Mengembalikan Romansa Indah Masa-masa Sekolah

26 Agustus 2021   22:14 Diperbarui: 30 Agustus 2021   09:42 139 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pembelajaran Tatap Muka Mengembalikan Romansa Indah Masa-masa Sekolah
ilustrasi pembelajaran tatap muka|sumber foto: edukasi.sindonews.com/SMA-Budhi-Warman-Kramatjati

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia tahun 2020, itu artinya para pelajar kita sudah melewati satu tahun ajaran sekolah. Tentu saja hal itu membuat mereka yang masih menuntut ilmu telah kehilangan setahun—sekarang bahkan sudah lebih—momentum berkesan belajar di sekolah. 

Jika virus covid-19 masih betah bercokol di bumi dan lama, akan tidak menyenangkan lagi bagi para pelajar karena masih adanya pembatasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka kembali. Mudah-mudahan virus ini segera lenyap.

Pembelajaran tatap muka bukan sekadar melaksanakan keefektifan belajar mengajar yang lebih baik, melainkan juga ada sisi lain yang tidak bisa di rasakan saat belajar daring atau belajar online di rumah. 

Bagaimana para pelajar, apalagi yang baru mulai jenjang SMP dan SMA, sepertinya tidak bisa menikmati masa-masa indah khas seragam putih biru dan putih abu-abu.  

Gedung sekolah pun tidak pernah menjadi saksi untuk mereka yang ingin menikmati berdiri tegak menghormati Sang Saka di hari Senin, jeweran bapak dan ibu guru saat PR tidak dikerjakan, lirikan malu-malu pada teman yang ditaksir, sampai kemarahan ibu kantin saat mereka mencurangi dagangannya. 

Ah, kasihan saja jika para pelajar melewati romansa itu semua dan hanya bisa mendengar cerita orang tua tentang pengalaman mengenang masa-masa indah bersekolah.

Sekarang, mungkin masih ada waktu untuk mencicipi keindahan bersekolah tersebut. Angin segar sepertinya sudah mulai berhembus meski pelan. Setidaknya harapan itu tetap ada. 

Daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3 boleh menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Syarat yang terbaru adalah harus mempunyai sertifikat vaksin. 

Kabar baiknya, vaksin untuk pelajar dan remaja usia 12-18 tahun sudah mulai dilaksanakan. Antusias mereka pun tidak main-main karena belajar tatap muka sudah menjadi kerinduan untuk menuntaskan kejenuhan dan keruwetan belajar daring selama ini —sayangnya, pelajar di bawah usia syarat vaksin masih belum memungkinkan bertatap muka untuk menghindari penyebaran masif.

Kita tunggu saja dan terus berharap. Semoga uji coba vaksin ini benr-benar bisa menekan jumlah korban Covid-19 serta mutasi varian barunya. Para pelajar dan mahasiswa pun kembali bisa tersenyum menikmati romansa indah di sekolah—romansa yang akan mereka ceritakan ke anak-cucunya kelak.

--Shyants Eleftheria, salam Wong Bumi Serasan--

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan