Mohon tunggu...
Sigied HimawanYudhanto
Sigied HimawanYudhanto Mohon Tunggu... Bismillah

jika tidak mampu Allah yang akan memberi kemampuan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kampus Sebagai Motor Penggerak Kewirausahaan

22 Januari 2021   12:53 Diperbarui: 22 Januari 2021   12:57 74 5 0 Mohon Tunggu...

Bertemu temen yang baru menyelesaikan studi masternya di bidang Marketing di Durham University di UK, tentu perasaan kepo, untuk bertanya kepada beliau bagaimana pengalaman yang telah di rasakan selama menempuh pendidikan di Inggris sono, yang tentu saja bagi saya pribadi yang punya hasrat menggebu pengen sekolah di luar negeri tapi belum kesampaian ini jadi lumayan bikin penasaran juga, terlebih lagi jika kita bandingkan dengan "pola" pendidikan di kampus kampus Indonesia yang terus meneriakan jargon menuju "kampus World Class Unversity"tapi dari stakeholdersnya juga belum memadai.

 Kami berdua berdiskusi dan ternyata, terdapat banyak sekali cerita-cerita yang menarik, beliau bercerita dengan semangat dan  saya pun mendengar dengan antusias, kira-kira apa sih, point-point menarik yang bisa, walaupun niat ikhlasnya syukur-syukur bisa kita praktekan di kampus di indo, dan di ACC sama pemangku kepentingan di sini, apalagi Durham University kalo saya stalking di wiki ini masuk kampus negeri 5 besar di Inggris sono, orangnya pinter-pinter karena bisa bahasa Inggris semua termasuk satpamnya aja bisa bahasa Inggris :D.

Di sini saya akan melakukan rangkuman berdasarkan cerita langsung yang saya dengar dan pengalaman temen saya selama menempuh pendidikan di Durham University, kurang lebihnya sebagaimana berikut ini:

1. Di Durham University memiliki "Uang Dingin" yang bisa di gunakan untuk membiayai atau memodali berbagai macam kompetisi StartUP/perusahaan yang dirintis oleh mahasiswa, sehingga banyak perusahaan yang lahir dari kampus, dan kampus memiliki saham di perusahaan-perusahaan yang lahir dari inkubator kampus tersebut, dan ini kata temen saya sudah umum di temui di kampus kampus seluruh UK, jadi semangat mahasiswa nya adalah kultur berwirausaha, karena atmosfer kampus memang mengarah , mendukung & memfasilitasi agar alumninya bisa menjadi job maker.

2. Banyak pelatihan yang diselenggarakan di kampus secara resmi, dalam sepekan saja, banyak pelatihan-pelatihan yang menggiurkan yang bisa di ikuti oleh mahasiswa misal, Academic writing, Critical thinking, Gamification, Coding, dan banyak lagi pelatihan keren yang lintas prodi, sehingga mahasiswa gak kurang kurang untuk mengembangkan diri dan wawasan, dan kata temen ikut pelatihan tersebut GRATIS, tapi tetep disertai punishment, kalo sekali tidak hadir tanpa keterangan yang jelas bakal di Blacklist selamanyaa, walaupun pelatihan -pelatihan tersebut free tapi hanya menerima yang minat dan serious only, kalo cuma hadir-hadir  untuk instastory atau WA status dan gaya gayaan doang gak di pake di sono.

3Durham University mendukung kultur keberagaman, hal ini terbukti dengan terdapat prodi S1 Islamic Finance, dan terdapat 2 buah Masjid di lingkungan kampus, jadi untuk mahasiswa indo yang Muslim yang pengen study abroad ke UK, Durham University layak buat dipertimbangkan, (kata temen juga ada kastil gueede kayak di fillm-film harry potter di sana)

4. Durham University kagak ada ABSEN, jadi kuliah di sono yang penting BAYAR SPPdan bisa MENGERJAKAN UJIAN, jadi sepertinya istilah "titip absen" tidak exist di sana

dan ada beberapa cerita cerita lain yang gak kalah menarik, bagaimana profesornya terasa seperti temen yang enak di aja diskusi, lingkungan Durham yang sejuk, begitu terasa adat ketimuranya, orangnya ramah-ramah dan baik baik (penting gak disiram air keras), 

akhirnya kontemplasi kami berdua  adalah, melahirkan sebuah harapan untuk arah pendidikan dan dinamika kampus kedepan, salah satunya bagaimana kelak  kampus kampus di Indonesia juga mulai menerapkan secara bertahap misi dan kualitas lulusan mhasiswa agar bisa memiliki mindset sebagai seorang entrepreneurship tapi hal itu tidak sekedar dengan adanya MK kewirausahaan di setiap Prodi itu tentu saja belum cukup, tapi bagimana kita membekali mahasiswa dengan  kompetensi dengan Soft skill yang terasah  selama menempuh pendidikan 3 - 4 tahun di kampus. Soft skill yang lahir secara organik karena mengerjakan project based yang real yang nyata dan memiliki impact beneran, ada inkubasi dan pelatihan dari real mentor,ada pendanaan atau real funding apalagi jika kampus tersebut sudah berstatus PTNBH sehingga bisa menjadi IKU RGU jika kampus tersebut memiliki saham di banyak perusahaan yang lahir dari mahasiswanya sendiri.

iya sih, kita juga menyadari memang tidak harus kita sama dengan kampus di Durham University atau kampus-kampus luar negeri yang lain, tapi DUPLIKASI yang didapat dari referensi merupakan cara paling mudah & murah bagaimana kita memetakan apa yang sudah bagus dan apa yang kurang dari diri kita, sehingga sedikit sedikit bisalah kita (kalau beneran mau, dan niat) memperbaiki tidak semata mata pada proses KBM  saja akan tetapi bagaimana kampus pun hadir sebagai wahana atau kendaraan untuk mecinptakan iklim Wirausaha yang mantap jiwa buat para mahasiswanya

kembali lagi dengan hadirnya gagasan kampus merdeka oleh menteri pendidikan sekarang ini, bisa menjembatani gagasan atau konsep konsep tersebut denga melihat konstalasi pendidikan di luar sana, sehingga tema WCU yang selama ini di gadang-gadang, tidak tercermin dengan sekedar angka angka di rangking webometric tapi juga masyarkat bisa merasakan hal tersebut  karena kualitas lulusan yang benar bener bisa memberi solusi atas berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat.

VIDEO PILIHAN