Mohon tunggu...
Kosuman
Kosuman Mohon Tunggu... Konsultan - Manajemen, Tax Advisor, Profesional Hipnoterapi, Praktisi Metafisik Yijing, Trainer, Virtual Author Uni Eropa

Penulis merupakan Pemerhati dan Pecinta yang berkaitan erat dengan aspek holistik yakni: Sejarah, Adat, Budaya, Religi dan Alam (SABARA)

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Berpikir Positif atau Berpikir Harmoni Menurut Kitab Klasik YiJing

29 September 2022   14:19 Diperbarui: 3 Oktober 2022   06:58 221 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Ilmu Psikologi menurut teori Iceberg oleh Freud mengatakan bahwa pikiran Manusia seperti Gunung es maka muncullah tingkatan pikiran manusia: Pikiran Sadar (Conscious Mind)  Prapikiran sadar (Preconscious Mind) dan Pikiran bawah sadar (Unconscious Mind)

Ada juga Ilmu Barat yang dinamakan Selftalk,
SelftaIk adalah istilah yang pertama kali diungkapkan oleh Joel Chue, penulis buku Secrets to Unlocking Your Potentials. Walau sebenarnya sejak jaman Carl Jung sudah menemukan beberapa teknik self talk yang efektif. 

Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif. Lalu, kita putar "film kegiatan kita" di hari itu dan berusaha mencari hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan pada hari itu. Itulah sebabnya orang-orang sukses menerapkan selftalk.

Selftalk  adalah hal yang sangat menentukan apakah seseorang akan menjadi orang baik atau tidak, yang menentukan apakah seseorang akan menjaga kesehariannya atau tidak, yang menentukan apakah seseorang memiliki rasa percaya diri tinggi atau rendah. Yang menentukan apakah seseorang akan menjadi orang penting atau malah menjadi seorang pecundang. Dan, yang menentukan apakah seseorang bisa maju dan berkembang atau hanya diam di tempat.

Persoalannya adalah hanya ada 2 bagian yakni: Selftalk Positif dan Selftalk Negatif menurut Joel, disinilah menjadi perhatian apakah pikiran manusia sesederhana inikah?

Ada lagi tentang pikiran manusia harus netral disebut seni berpikir netral " The art neutral thinking" alasannya apa? Berpikir ranah dualitas yakni Positif & Negatif sehingga pikiran aktif melabeli, membandingkan atau 2 kubu atau sisi berbeda ini. 

Alasan selanjutnya jangan terjebak dengan ucapan kita yang belum selaras dengan pikirannya (perasaan dan realita) sehingga merasa sudah bertindak positif padahal dalam kenyataan malahan sebaliknya, munculnya ego lebih dominan (rasa ketakutan).

Berpikir netral adalah suatu keadaan tidak memihak, tidak punya kepentingan, tidak ego, cara dan sudut pandang pun lebih jernih dan apa adanya (out of the box). Dengan berpikir netral otomatis menjadi positif karena tidak sibuk melakukan justifikasi.

Bagaima Kitab klasik YiJing melihat ini? Tentunya tidak terlepas dari Tiga Teori Utama
1. Prinsip Hukum YinYang selalu bertentangan satu sama lainnya tetapi saling mendukung dan menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan.
2. Lima unsur dasar (Logam, Air, Kayu, Api, Tanah) Alam Semesta saling menghidupi dan saling menekan untuk terjadinya Perubahan, saling mengontrol dan saling mengubah, sehingga Lima unsur ini bergerak dalam perubahan yang konstan dan tanpa berhenti.
3. Kesatuan tidak terpisahkan Tuhan dengan Manusia, Manusia dengan Alam Semesta.

Pola pikir ini mendasari semua pemikiran teori Filsafat dan Ilmu pengetahuan Tionghoa

Bagaimana hubungannya berpikir Harmoni? Berpikir Harmoni merupakan pusat dari Energi YinYang sehingga dapat terfokus pada keselarasan dan keseimbangan YinYang dan juga merupakan Filosofi dari Lima  Kebajikan  Pedoman  Hidup (Wu Chang) yang mengacu pada Empat Benih Kebajikan yang bersemi dalam hati nurani, yakni  Ren Yi  Li  Zhi  terpusatkan pada dapat dipercaya   (Xin) dan didalam pengamalannya menjadi Lima Kebajikan, pedoman kehidupan manusia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan