mega hagia
mega hagia

ig : @megahagia line : @megahagia

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Pesona Waralaba Menjamur di Purwakarta

5 Maret 2017   10:19 Diperbarui: 5 Maret 2017   11:25 357 4 2

Belakangan ini bisnis waralaba tengah menjadi salah satu magnet investasi bagi para pembisnis pemula yang notaben nya adalah orang awam yang belum mengerti dunia bisnis. Siapapun dapat dengan mudahnya menjadi pengusaha walaupun tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam dunia bisnis berbisnis. Karean memasuki dunia bisnis kita akan banyak di tawarkan untung dan rugi. Bagaimana tidak yang nama nya bisnis mau tidak mau, siap tidak siap, harus bisa menyisihkan sedikit kelapangan hati manakala bisnis kita dirundung kerugian.

Dalam berbisnis memang akan selalu mengalami naik turun, kadang kita akan untung melebihi ekspektasi yang tak dikira, ataupun jauh melampaui apa yang direncanakan kerugian menghampiri. Dunia bisnis sebenarnya hanya bisa dijalnkan oleh orang-orang yang berhati baja. Kalau nyali kita cetek rasanya kita akan terus dibawah tidak bisa menyesuaikan dengan gerusan bisnis yang kian membludak. Bisnis waralaba pada dasarnya tidak mengenal diskriminasi pemberi waralaba dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman  pada keuntungan bersama, agar waralaba sendiri dapat berkembang dengan pesat, maka syarat utamanya adalah kepastian hukum bagi pengwaralaba maupun pewaralaba itu sendiri.

Bisnis waralaba sendiri pertama kali muncul tahun 50an dimana terus mengalami penyempurnaan  bisnis waralaba terbesar dan berkembang pesat  di AS dan jepang. Banyak merk dagang dari waralaba AS dan jepang yang mendunia, seperti Mcdonalds ,A&W, TEXAS chiken. Sedangkan di jepang adalah HOKAHOKABENTO merek dagang ini amat sangat bergensi dan telah menyebar kepelosok dunia. Takalah ngetop dan bersaingnya dengan merk dagang dunia, Indonesia pun terus berupaya memajukan bisnis waralaba, saat ini banyak anak-anak muda kreatif dan para komunitas pengusaha-pengusaha muda Indonesia yang menjalankan sistem berbasis waralaba.

Belakangan ini mayoritas bisnis waralaba lebih mengarah pada bidang kuliner, di purwakarta sendiri binsis waralaba yang paling hits, seperti CAPCIN, MOLEN CRISPY, NYOKLAT, SEBLAK dll,  kini lebih ke bisnis yang berbasis waralaba. Kalau dulu mungkin dibidang informasi dan komunikasi lebih mengarah banyaknya WARNET, NETcafe, Karena dengan sistem ini siapaun dapat dengan mudah melakukan pendistribusian barang kepada pelanggan dengan pengwaralaba. Dengan memberikan hak kepada perseorangan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Seperti diketahui bersama bisnis ini bermunculan dari ide-ide kreatif anak muda Bandung yang berupaya melakukan inovasi dalam memasarkan produk barang atau jasa yang dibuat. Karean di bandung telah menjadi tren tersendiri menjalankan bisnis ini. Hingga pada akhirnya terus menyebar hingga luar Bandung. Hingga kini bisnis ini terus saja banyak diminati para pelaku usaha.

Waralab itu banyak jenisnya dalam bidang kuliner, informasi, pendidikan, mini outlet,  jenis waralaba ini di purwakarta sanga berkembang pesat, seperti di bindang kuliner, jelas banyak sekali mulai dari CAPCIN, MOLEN CRISPY, NYOKLAT, SEBLAK, TAHU JELETOT, HISANA chiken, dan masih banyak lagi. semua berlomba membuka usaha ini , dengan hanya menginvestasikan uang pada awal 7.000.000,- saja kita dengan mudahnya sudah dapat merek dagang tersebut, pendistribusian yang amat mudah dengan kesepakatan bersama memperoleh keuntungan. Teteapi untung itu hanya bonus ketika usaha yang digeluti laris-manis di masyarakat luas. Dalam bidang pendikikan di purwakata sendiri telah marak para pengusa mendirikan PRIMAGAMA, SSC, GANESHA, KUMON,  dengan adanya  ini  justru sangat memudahkan para pelajar untuk mendapatkan referensi tempat kursus dan les yang baik dan teruji.

Waralaba  dalam bidang informasi di purwakarta banyak warnet, netcafe yang dari awal 2010an terus berkembang cepat namun seiring berkembang nya teknologi dan banyak nya telepon genggam yang sudah canggih bisnis ini pun sedikit memudar tergantikan oleh bisnis kuliner. Untuk mini outlet sendiri di purwakarta kota  hingga ke pelosok perkampungan telah menjamur sulit dihitung saking banyaknya. Sehingga pasar-pasar tradisional dan warung-warung biasa menjadi tersingkir akibat maraknya waralaba dalam bentuk mini outlet tersebut.

Sehingga roda perekonomian ada kesenjangan, dengan banyak nya mini outlet bukan tidak mungkin warung-warung atau agen-agen barang sembako menjadi lemah pemasukannya, begitu juga konsumen yang berbelanja. Karena berbelanja di mini outlet lebih nyaman semua serba lengkap meskipun dengan pajak yang melangit, karena harga di mini outlet dengan warung biasa jauh lebih mahal dikarenakan pajak yang berlipat, sementara di warung bisa harga bisa lebih murah dan terjangkau.

Lantas jika sudah begini siapa yang dapat dipersalahkan jelas tidak ada yang dapat dipersalahkan, semua bergantung kepada masyarakatnnya dalam menjalankan roda perekonomian.  Karena trend mini outlet, maupun waralaba kuliner, pendidikan,  telah menjadi magnet dalam bisnis lokal, selain dengan mudah dilakukukan ternyata biaya nya pun amat mudah kita hanya dapat menyediakan uang paling sedikit 5000.000,- s/d 7000.000,- untuk kuliner , dan hingga 1 miliyar untuk mini outlet yang diberikan sipewaralaba kepada pengwaralaba barang atau jasa. Lalu roda bisnis akan terus berjalan dengan adnya royalti yang di dapat oleh pemegang walaraba dari laba oprasional yang didapat bisa sampai 5-15 % dari laba kotor, namun pada kenyataan nya hanya kisaran 10% saja jika ada lebihpun itu hanya untuk menutupi ongkos pemasaran.