Mohon tunggu...
Shifana Maulidya
Shifana Maulidya Mohon Tunggu... Menulis untuk lebih bahagia

Social Worker With Disability

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Semua Manusia Berhak Perang Lawan Corona

8 Oktober 2020   10:49 Diperbarui: 8 Oktober 2020   10:57 46 6 0 Mohon Tunggu...


Sudah menjelang akhir tahun. Kian hari pertambahan jumlah kasus terpapar Covid-19 cukup mengerikan. Bahkan mencapai angka empat ribu lebih. Itu yang tercatat, kan? Belum lagi yang tidak terdeteksi dan masih bebas berkeliaran ke sana kemari. Itu artinya, perjuangan kita melawan penyebarannya belum usai. Upaya kampanye kepatuhan protokol kesehatan juga masih gencar dilakukan. 

Puskesmas, karang taruna, PKK, perangkat desa, mahasiswa, relawan, sebagian besar kompak untuk mengkampanyekan cuci tangan pakai sabun dan pakai masker. Upaya- upaya banyak sudah yang dilakukan, agar persebaran virus ini dapat diminimalisir.

Sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri, bahwa virus ini tersebar tak pandang bulu. Seseorang dapat terpapar, tanpa peduli apa latar belakang seseorang. Termasuk di dalamnya adalah rekan- rekan kita para penyandang disabilitas

Mereka juga menjadi kelompok yang cukup rentan terpapar Covid-19 ini. Pada jenis kedisabilitasan tertentu, upaya pendampingan oleh keluarga dan lingkungan sekitar menjadi sedikit lebih sulit. 

Pada kedisabilitasan intelektual, misalnya. Kemampuan daya tangkap dan melakukan aktifitas sehari- hari teman- teman kita ini mungkin membutuhkan bimbingan yang lebih intens dan penuh kesabaran dari keluarga yang mendampingi. Apalagi di tengah pandemi ini, ada kebiasaan baru yang harus dilakukan oleh mereka.

Mungkin bagi kita, cukup mudah untuk mematuhi anjuran (keharusan) untuk mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker. Namun bagi rekan- rekan disabilitas intelektual, butuh usaha ekstra dan kemauan keras untuk memahami dan melakukan kebiasaan baru tersebut. 

Sebagai seorang pekerja sosial, hal ini menjadi tantangan tersendiri. Selain mengarahkan klien melakukan suatu kebiasaan, sekaligus mengarahkan keluarga dalam proses mendampingi klien secara berkelanjutan. Untuk itu, perlu sebuah strategi khusus agar apa yang dilatihkan dapat diterapkan sebagai sebuah kebiasaan bagi penyandang disabilitas intelektual. 

Saya biasanya melakukan hal ini sebagai sebuah tips yang cukup mungkin untuk diterapkan. Kunci pertama adalah menjelaskan suatu hal dan instruksi dengan sederhana dan mudah dipahami. 

Jelaskan kepada penyandang disabilitas intelektual bahwa cuci tangan pakai sabun dan memakai masker adalah upaya untuk terhindar dari penyakit. Sampaikan hal tersebut dengan semangat dan upayakan penyandang disabilitas intelektual juga terlibat dalam percakapan. Sehingga mereka lebih tertarik dan memahami apa yang dibicarakan.

Kedua, praktikkan cara mencuci tangan yang benar dengan cara mencontohkan langsung. Buatlah suasana menjadi menarik dan nyaman untuk mereka, sehingga dapat mengikuti instruksi dengan baik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x