Mohon tunggu...
Shella andriani
Shella andriani Mohon Tunggu... Guru - Guru matematika

Seorang ibu tiga anak yang hobi menulis, membaca, bisnis dan mengembangkan diri dengan hal-hal baru

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Berawal dari Coba-Coba, Madu Hutan Jambi Go Internasional

6 Desember 2022   11:00 Diperbarui: 6 Desember 2022   11:08 99
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Berawal dari Coba-coba, Rumah Madu Hutan Jambi Go Internasional

Oleh : Shella Andriani

Dari mulai masuk kawasan lokasi Rumah Madu Hutan Jambi sudah tergambar konsep lebah, sarang lebah dan bangunan dengan konsep unik, ketika naik ke lantai dua Rumah Madu Hutan Jambi, tampaklah dinding dengan desain lubang ventilasi berbentuk heksagonal menyerupai sarang lebah dan keramik bermotif heksagon yang senada. Di sekeliling tampaklah berbagai produk madu yang dipajang dengan berbagai kemasan di rak-rak yang juga berbentuk heksagonal. "Bangunan ini dibuat pada tahun 2020, konsep bangunan sengaja dibuat dengan symbol dan ikon lebah selain sarana pemasaran madu juga sebagai sarana edukasi tenatng dunia lebah dan madu," kata Candra Lela ketika diwawancara, Minggu 4 Desember 2022.

Rumah madu Hutan Jambi ini memiliki lokasi di Perumahan Subur Jaya Lestari, Kelurahan Pasir Putih, Kota Jambi. Sering dimanfaatkan sebagai sarana edukasi oleh sekolah-sekolah dasn instansi, selain itu Rumah Madu Hutan Jambi yang sekarang memiliki nama PT.Cipta Lebah Berkah ini juga menjadi salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang unggulan di Jambi. Usaha ini dirintis pada tahun 2008, berawal dari coba-coba saat menemani suaminya ke Hutan. 

Awalnya terjun ke usaha ini hanya sebagai pengepul dari para pemanjat pohon sialang sarang lebah. Tetapi makin lama populasi lebah madu sialang makin berkurang, ditambah lagi pada tahun 2015 bencana kebakaran lahan dan hutan semakin mengurangi populasi lebah sialang. "lebah sialang atau Apis dorsata itu sekarang populasinya berkurang 80 persen dan sudah langka sekali" kata Candra. Akhirnya Candra Lela musti mencari cara bagaimana agar stok madu hutan terus tersedia. Dengan belajar otodidak pembudidayaan lebah madu hutan, dan terus mengembangkan hingga sekarang.

Ketika mulai muncul pandemic covid-19 dimana banyak UMKM yang menurun bahkan terdampak, Rumah Madu Hutan Jambi justru mengalami peningkatan penjualan dan paling banyak dicari. Rumah Madu Hutan Jambi justru memperluas pasar. Produk madunya tidak hanya dikonsumsi masayarakat dalam negeri, namun juga diekspor ke negara tetangga. Karena produk madu adalah yang dibutuhkan untuk kesehatan disaat kondisi tubuh menurum dan agar tetap fit saat pandemic.
"yang membedakan Madu di PT Cipta Lebah Berkah dengan madu lainnya karena proses yang dilewati, kualitas produk yang baik dan pilihan serta manfaat madu yang didapat pun lebih baik dan berkualitas" ucap Candra Lela.

" budidaya madu tidak boleh sembarangan, ada standar dan manajemennya sehingga bias menghasilkan madu terbaik" tambahnya.
Dan hingga saat ini Rumah Madu Hutan Jambi terus dikembangkan, dengan omset mencapai hingga hampir 2M pertahun.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun