Mohon tunggu...
Shelina Adyah
Shelina Adyah Mohon Tunggu... masih belajar menulis, maaf bila ada salah kata atau kurang pemahaman

Mahasiswa PWK UNEJ 2018

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Penggunaan LQ dalam Mengetahui Sektor Basis Daerah

5 Desember 2019   18:19 Diperbarui: 5 Desember 2019   18:22 374 0 0 Mohon Tunggu...

"Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuannya dihadapkan dengan ketersediaan sumber daya untuk mencapai tujuannya." - Robins

Menurut Tarigan (2005), laju Pertumbuhan suatu wilayah dapat dilihat dari besarnya kegiatan ekspor di wilayah tersebut karena kegiatan ekspor dapat memberikan kontribusi yang penting, tidak hanya kepada ekonomi wilayah tapi juga pada ekonomi nasional. Kegiatan ekspor akan mempengaruhi kegiatan ekonomi yang di belakang (kegiatan produksi) dan kegiatan yang ada di depan yaitu pada sektor pelayanan (service). Dengan kata lain, kegiatan ekspor secara langsung meningkatkan pendapatan faktor - faktor produksi dan pendapatan wilayah tersebut. Perkembangan suatu wilayah dapat dilihat dari  kemampuan berproduksi dan menjual hasil produksi tersebut secara efisien dan efektif. Dalam pemahaman basis ekonomi, terbagi menjadi dua sektor yaitu sektor basis dan sektor non basis.

Sektor basis adalah kegiatan ekonomi yang dapat melayani atau memenuhi kebutuhan pasar di dalam atau diluar daerah tersebut. Daerah tersebut memiliki kemampuan untuk mengekspor suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh daerah tersebut dan mampu untuk bersaing dengan daerah yang lain, dapat dikatakan sektor yang basis adalah sektor unggulan dari daerah tersebut. Sedangkan sektor Non Basis adalah sektor yang hanya mampu melayani atau memenuhi kebutuhan pasar yang ada di dalam daerah dan tidak mampu melakukan kegiatan ekspor. Untuk mengetahui bahwa suatu sektor merupakan sektor basis atau non basis dapat menggunakan metode analisis Location Quotient (LQ). Dari hasil analisis LQ dapat diketahui potensi basis dan non basis suatu sektor di wilayah.  Metode analisis LQ adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat spesialisasi sektor-sektor ekonomi di suatu wilayah yang memanfaatkan sektor basis. Location Quotient menghitung perbandingan output sektor i di kota atau kabupaten dan output sektor i di provinsi. Menurut Hendayana (2000), kelebihan dari penggunaan metode LQ dalam mengidentifikasi sektor basis antara lain penerapannya yang sederhana, mudah dan tidak memerlukan program pengolahan data yang rumit. Penyelesaian analisis ini cukup dengan spread sheet dari Excel bahkan jika datanya tidak terlalu banyak dapat menggunakan kalkulator. Berikut adalah rumus metode LQ; 

LQ = Si/Ni

S/N

Ket:

Si : Nilai PDRB suatu sektor di kabupaten/kota

Ni : Nilai PDRB seluruh sektor di kabupaten/kota

S : Nilai PDRB suatu sektor di provinsi

N : Nilai PDRB seluruh sektor di provinsi

Berdasarkan hasil perhitungan metode LQ (Location Quotient) dapat diketahui konsentrasi sektor di suatu wilayah dengan kriteria sebagai berikut;

  • Jika nilai LQ > 1, maka sektor tersebut merupakan sektor basis. Sektor tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan di dalam daerah saja namun juga kebutuhan di luar daerah karena sektor ini sangat potensial untuk dikembangkan. Dengan demikian sektor dengan nilai LQ yang besar merupakan sektor unggulan

  • Jika nilai LQ = 1, maka sektor tersebut hanya cukup memenuhi kebutuhan di daerahnya saja. 

  • Jika nilai LQ < 1, maka sektor tersebut merupakan sektor non basis dan perlu impor produk dari luar daerah karena sektor ini kurang prospektif untuk dikembangkan.

Dari hasil nilai LQ dapat diketahui apakah sektor di daerah tersebut merupakan sektor basis atau non basis.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x