Mohon tunggu...
shefira azzahrah
shefira azzahrah Mohon Tunggu... Lainnya - Start with Bismillah

Saat semua terasa sulit, maka lihatlah orang tuamu yang selalu menemukan jalan untuk KESUKSESANMU

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pentinganya Memahami Tempramental

27 September 2021   23:59 Diperbarui: 28 September 2021   00:03 66 10 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pentinganya Memahami Tempramental
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Tempramental.
Kita tau, bahwa tempramental itu adalah sebuah perilaku dimana sesorang tidak dapat mengendalikan amarahnya terhadap suatu hal. Tempramental merupakan salah satu sikap yang bisa dibilang negatif, sikap yang biasanya muncul dengan tiba-tiba, dan jika sikap tersebut muncul secara berlebihan itu dapat dikategorikan sebagai gangguan.

Bagaimana definisi tempramental menurut salah satu ahli? Mari kita simak. Tempramental adalah salah satu jenis emosi yang dimiliki oleh sesorang, reaksi yang dirangsang oleh sebuah emosi, kecepatan merespon sesuatu dan mood seseorang, definisi menurut Alport.


Memangnya penting banget ya memahami tempramen pada anak? Tentunya dong bund... karena memahami tempramental pada anak itu bisa membantu kita untuk mengarahkan dia di masa depan. Berikut manfaat memahami tempramen anak yaitu
* Kita bisa mengetahui cara reaksi anak terhadap situasi atau suatu hal yang sedang terjadi.
* Kita bisa memahami perbedaan dari karakter yang dimiliki setiap anak.
*  Kita juga bisa menyesuaikan bagaimana pola asuh yang tepat untuk si anak.
* dan masih banyak lagi


Gimana sih, cara kita tau bahwa anak itu dalam keadaan tempramental atau bukan. Nah, adapun karakteristik atau ciri-ciri anak yang tempramental seperti :
~ Sering berkata kasar.
Kemampuan mengendalikan emosinya cukup buruk sehingga pada saat dia marah dia akan melontarkan kata kata yang kasar dan bisa jadi kata kata tersebut dapat menyakiti hati seseorang.
~ Menyimpan banyak dendam.
Ketika di situasi atau masalah datang, dia akan terus mengingatnya dan bisa bisa dia akan membalasnya atas kejadian yang tidak mengenakkan tersebut.
~ Selalu merasa benar
Orang yang memiliki sifat tempramental, dia akan sulit untuk berkaca pada dirinya atau sulit untuk ber-intropeksi diri saat ada yang menyalahkan dia.
~ Dan contoh lain yaitu, mengekang seseorang, cemburu yang berlebihan, menuntun ini itu secara berlebihan, kurangnya rasa simpati kepada orang sekitar, dan masih banyak lagi.


Selanjutnya, kita akan membahas tentang tipe tipe dasar tempramental pada anak yang sudah diklarifikasikan oleh Thomas bersama Psikiater Anak Stella Chess. Berikut tipe-tipe dasarnya :
Easy Child.
Tipe ini adalah tipe anak yang mudah diatur dalam kata lain anak ini memiliki suasana hati yang baik. Anak dalam kategori ini bisa dibilang mudah untuk meradaptasi dengan lingkungan baru
Difficult Child
Tipe anak yang suka berperilaku yang buruk terhadal suatu hal. Dalam tipe ini anak sulit untuk mengendalikan emosinya karena suasana hati yang buruk.
Slow to warm up child
Bisa dibilang anak yang pemalu, dia cenderung lambat dalam beradaptasi dalam situasi yang baru karena itu dirasa sulit baginya dan sering tidak nyaman.
Nah, kalo kalian berada di tipe yang mana nih? Atau anak kalian ada di tipe ke berapa dari penjelasan diatas. 

Oke, Sikap tempramental ini tentunya memiliki latar belakang atau permasalahan yang beda beda tentunya. Tidak mungkin seseorang tiba tiba marah atau sedih atau cemburu jika tidak dipengaruhi oleh suatu hal. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau timbul sikap tempramental pada seseorang.


1. Pengaruh lingkungan


Lagi-lagi faktor lingkungan itu sangatlah penting untuk perkembangan seseorang. Jika kita berada pada lingkungan yang baik, maka secara tidak langsung kita akan mengikuti perilakunya. Begitu juga sebaliknya, jika kita berada pada lingkungan yang buruk, misal seperti sering membantak, jahat terhadap orang lain, suka mengejek, dll maka otomatis kita akan menjadi buruk juga perilakunya.


2. Pola asuh


Pastinya orang tua pingin mendidik anak agar kita lebih sukses daripada orang tuanya. Tapi tak sedikit pula orang tua yang tidak mau belajar cara mendidik anak yang seharusnya itu bagaimana. 

Jika orang tua mewariskan didikan seperti kakek nenek nya seperti memukul, membentak, dll tentunya kurang tepat dan bukan zamannya lagi. Ketika kita membiasakan membentak atau memukul anak, bisa jadi anak akan berperilaku seperti itu pula kepada siapapun, karena anak adalah peniru yang handal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan