Mohon tunggu...
Setiawan D. Nusa
Setiawan D. Nusa Mohon Tunggu...

Ingin Melihat Matahari Terbit.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Kolom Khusus CNN Indonesia Untuk 20 Tahun Arsene di Arsenal F.C

22 September 2016   22:04 Diperbarui: 22 September 2016   22:12 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kolom Khusus CNN Indonesia Untuk 20 Tahun Arsene di Arsenal F.C
Momen Double WInner 2002 (Photo credit to www.dailystar.co.uk/sport)

Hallo Pembaca Kompasiana!

Ya, tepat hari ini, 22 September 2016, 20 tahun pengabdian Arsene Wenger untuk Arsenal Football Club. Sebuah totalitas dengan paduan loyalitas yang tidak banyak Pelatih Liga Inggris lain dapat lakukan, mungkin apa yang ia lakukan dapat disebut sebagai prestasi dalam dunia kulit bundar di era sepak bola modern. Pada momen kali ini, CNN Indonesia (sampai-sampai) membuat rubrik khusus yang membahas perjalanan 20 tahun karir Le Monsieur atau Sang Profesor sebagai manajer Arsenal.

Perlu sedikit diketahui, Arsene Wenger pada mudanya adalah seorang mantan pemain sepak bola yang berposisi sebagai gelandang, namun karir sebagai pemain tidak sebaik karir sebagai pelatihnya. Melanjutkan karirnya dalam dunia sepak bola, Wenger mulai melatih Nancy-Lorraine di Liga Utama Perancis di tahun 1984, dan dilanjutkan melatih AS Monaco (1987-1994), serta klub liga Jepang Nagoya Grampus Eight (1995-1996). Belum sempat mengakhiri masa jabatan di Nagoya Grampus Eight, Wenger di kontak kenalan lamanya di Arsenal untuk mengisi kursi pelatih di tahun 1996. Beruntung Nagoya Grampus Eight mau melepas Wenger ke Arsenal. Disinilah sejarah kepelatihan 20 tahun itu bermulai.

Dilihat dari dua dekade pengabdian Wenger bagi Arsenal, ia telah mempersembahkan 3 piala Liga Premier Inggris; dengan puncak prestatsinya di 2003/2004 ketika menjadi Invicible Champion, 6 Piala FA, dan 6 Community Shield. Jika menganalisa jumlah tropi dan lama masa jabatan sebagai pelatih memang bukanlah prestasi yang mengagungkan dan membanggakan karena, banyak pelatih lain yang menjuarai piala bergensi dalam jumlah banyak hanya dalam kurun waktu singkat.

Namun, yang menjadi pembeda dengan pelatih lain adalah dampak kehadiran dirinya dalam sejarah perkembangan klub khususnya dan Liga Inggris pada umumnya. Menjadikan Akademi sebagai ‘pabrik’ pencetak pemain berkualitas, mengadakan pembangunan stadion baru, bertahan dengan pemain muda untuk bersaing keras mendapatkan tropi di Liga Inggris di masa krisis, dan juga menciptakan gaya permainan yang anti-mainstream pada tahun-tahun awalnya di Inggris dengan menerapkan penguasaan bola yang lebih dominan. Hal diatas adalah sedikit dari pengaruh dan pencapaian yang Wenger hadirkan selama 20 tahun.

Sselaku penggemar pertandingan Liga Inggris, satu hal yang selalu menarik untuk saya lihat atas eksistensi Wenger yang mampu bertahan selama 20 tahun, yang banyak dari pendukung ingin ia lengser, adalah disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama adalah gabungan dari prestasi tropi dan non-tropi, yang kedua adalah kedekatannya dengan dewan direksi klub.

Prestasi Tropi bagi klub ia hadirkan di 10 tahun pertamanya menjabat sebagai pelatih. Menjadikan Arsenal lebih bergaung dan memiliki nama dibanding tahun-tahun sebelumnya dengan jajaran tropi yang ada. Hal ini terlihat dari tahun kumpulan tropi yang ia raih dengan jumlah popularitas tim di mata fans. Sementara, Prestasi Non-Tropi merupakan pencapaian 10 tahun kedua yang ia hasilkan bagi Klub, tidak untuk suporter, dengan cara menghadirkan stadion baru, menjual pemain dengan bandrol mahal, dan konsistensi untuk tetap berada di Liga Champion. Saya sangat yakin, tidak banyak pelatih hari ini yang memiliki komitmen untuk turut serta ‘memikirkan’ pembangunan dan kesuksesan tim sepak bola secara menyeluruh. Tidak hanya memikirkan taktik yang akan digunakan dilapangan. Walaupun, pada akhirnya hal ini akan menjadi bumerang bagi Wenger sendiri.

Sebagai seorang lulusan ekonom, Wenger dengan jenius mampu bertahan untuk tetap menjadikan Arsenal meraup untung sekaligus membesarkan nama dan ‘Brand’ Arsenal, sehingga memiliki fans base yang besar seperti hari ini. Mencetak pemain muda dan menjuanya dengan harga mahal dan konsistensi keberadaan klub untuk terus dapat bermain di Liga Champion, dengan tentunya mendapat fee participation, adalah dua bukti shahih nya. Hutang untuk membangun stadion terbayar lunas tanpa mengorbankan gaya permainan atau filosofi tim. Oleh karenanya, label Le Monsieur lekat pada dirinya. Namum tetap harus ada ‘korban’ dari setiap pilihan hidup. Yup, betul sekali prestasi tim yang menjadi tumbalnya.

Faktor kedua yang menjadi faktor ekstra adalah kedekatannya dengan dewan direksi dan pengelola Arsenal itu sendiri. Faktor kedekatan ini lah yang menjadikannya ia mampu bertahan selama 20 tahun. Kejeniusannya dalam mengelola klub yang menjadi jaminannya. Bisa jadi juga, pengelola dan investor Arsenal ingin berterima kasih atas jasanya dalam hal pencapaiannya bersama Arsenal dengan cara memperpanjang kontraknya hingga hari ini.

Pada akhirnya, sebuah perjalanan harus memiliki akhir. Entah itu akan menjadi akhir bahagaia atau tidak karena, tahun ini adalah tahun terakhir kontraknya sebagai Pelatih (jika tidak diperpanjang lagi tentunya). Bagi suporter ia adalah pahlawan dan sejarah bagi klub, ada juga yang mengangap ia adalah kisah sukses klub di masa lalu. Bagi direksi dan pengelola klub, ia adalah seorang ‘Manajer’ sejati di dalam dan di luar. Sementara bagi yang lain, khususnya bagi mereka yang menyukai dan memberi perhatian di sepak bola, Arsene Wenger adalah nama untuk pelatih yang jenius ala Profesor, fenomenal, kontroversial, dan juga Loyal. Liga Inggris juga berhutang budi pada jasanya.

SELAMAT ATAS PERJALANANMU WENGER,

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x