Mohon tunggu...
Septi Nursyahida
Septi Nursyahida Mohon Tunggu... Mahasiswa - 21

Selamat datang dan selamat membaca. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 1 Membimbing Pembelajaran Melalui Lingkungan Sekitar

21 September 2021   20:51 Diperbarui: 21 September 2021   21:02 44 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

            Saat ini seluruh belahan dunia sedang dihadapkan pada situasi darurat yaitu pandemi Covid-19 dimana kehidupan manusia telah berubah drastis dari sebelumnya. Adanya pandemic mempengaruhi berbagai sektor kehidupan dari mulai kedehatan, ekonomi, dan pendidikan, dan sektor lainnya. Salah satu sektor yang terdampak pandemik yaitu sektor  pendidikan. S

ejak pandemic kegiatan pembelajaran di sekolah tidak berjalan secara normal sebelagaimana biasanya. Peserta didik melakukan pembelajaran secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) di rumah masing-masing dengan mengandalkan fasilitas teknologi yang ada. Pembelajaran secara jarak jauh tidak luput dari berbagai kendala, dimana peserta didik harus senantiasa beradaptasi dengan situasi baru yang serba terbatas.

Di masa pandemi ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan serangkain program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dimana salah satu programnya adalah program Kampus Mengajar. 

Program Kampus Mengajar merupakan program pendidikan dan pengabdian yang memiliki tujuan untuk membantu mengoptimalkan dan  menyukseskan pendidikan di masa pandemi ini. Program Kampus Mengajar bekerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia untuk merekrut mahasiswa yang siap untuk mengabdikan diri untuk membantu pembelajaran selama pandemi di berbagai Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2021 ini Kemendikbud meluncurkan program Kampus Mengajar Angkatan 1 yang dilaksanakan selama tiga bulan dimulai dari tanggal 22 Maret 2021 sampai 25 Juni 2021. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran Kampus Mengajar Angkatan 1 ini adalah SDN Bojong 01 yang berada di Kabupaten Bandung. Mahasiswa yang ditugaskan di SDN Bojong 01 berjumlah 8 orang yang berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Langlangbuana. 

Pada tanggal 22 Maret kami melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung dan juga mendatangi SDN Bojong 01. Berdasarkan hasil observasi SDN Bojong 01 melakukan pembelajaran jarak jauh dan peserta didik hanya datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas atau berkas.

Selama pembelajaran tatap muka peserta didik dan guru banyak menemui kendala dari mulai keterbatasan perangkat, kuota, dan sinyal. Penyampaian materi dilakukan melalui aplikasi Whatsapp dan jarang menggunakan aplikasi Web Conference karena masih kurangnya kemampuan dalam menggunakan aplikasi tersebut dan kendala teknis lainnya, hal tersebut berdampak pada kurang maksimalnya penyampaian materi pembelajaran. 

Guru kadang kala melakukan pembelajaran tatap muka terbatas untuk menyampaikan materi dan untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik berkembang. Pertemuan tatap muka biasanya dilakukan di rumah guru, masjid, atau madrasah secara terbatas.

Salah satu kelas yang melakukan kegiatan tatap muka terbatas adalah kelas 1 yang dilakukan di rumah guru kelas 1 yaitu Ibu Imas. Kelompok mahasiswa Kampus Mengajar berkesampatan untuk membantu pembelajaran di kelas 1. Pembelajaran difokusikan pada pengembangan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Berdasarkan observasi masih terdapat beberapa peserta didik yang masih kurang dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. 

Untuk membantu peserta didik yang masih kesulitan kami membantu dalam membimbing peserta didik tersebut. Kami melakukan pembelajaran dengan beberapa model dimulai dari cooperative learning dan contextual learning. Pembelajaran juga didukung dengan beberapa media pembelajaran seperti flashcard dan benda-benda di sekitar.

dokpri
dokpri
Salah satu materi yang dipelajari di kelas 1 adalah bagian-bagian tumbuhan. Saat pembelajaran mengenai tumbuhan berlangsung kami menggunakan model cooperative dan contextual learning dimana peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok yang kemudian ditugaskan untuk mencari tumbuhan di lingkungan sekitar dengan bimbingan mahasiswa. 

Setiap kelompok dibimbing oleh satu mahasiswa untuk menjelajahi lingkungan sekitar dan membawa salah satu tumbuhan ke kelas. Setelah peserta didik kembali ke kelas peserta didik diminta untuk mengklasifikasikan bagian-bagian tanaman dengan cara menempelkan setiap bagian tumbuhan di buku masing-masing kemudian setiap bagiannya diberi nama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan