Selda Nathania
Selda Nathania

Siswa SMP kelas 2 (2016). Suka membaca, menulis, dan main piano. "Popular Girls" adalah novel pertamanya yang diterbitkan oleh Penerbit Grasindo-Gramedia. Beberapa kali memenangkan lomba piano, dan meresensi buku/novel anak.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Aku dan Generasiku

14 Desember 2017   09:08 Diperbarui: 28 Desember 2017   16:19 1171 6 3
Aku dan Generasiku
Pose pemenang konser piano Nusantara yang dihelat Ananda Sukarlan, Yogyakarta 2016

Namaku Selda. Aku lahir tahun 2003. Sebagai manusia, pastinya aku enggak bisa milih mau lahir di zaman kapan. Aku bersyukur karena lahir di era 2000-an atau zaman sekarang. Dengan kata lain, aku bersyukur terlahir sebagai generasi Z (generasi yang lahir di era 2000-an). Hidup di zaman sekarang itu ada enaknya dan enggaknya.

Enaknya itu sudah ada gadget dan teknologi yang maju. Jadi kalau mau komunikasi gampang banget. Udah gitu kalau mau cari informasi, tinggal pencet mbah google, langsung dapat deh! Wawasan kita jadi luas, dan ide-ide kita jadi lebih banyak. Kita juga bisa cari teman lewat internet. Istilahnya teman internet. Pikiran kita juga jadi lebih terbuka akan dunia luar. Temanku punya teman yang enggak sengaja kenalan lewat internet, terus jadi sahabat, deh.

Intinya jadi generasi Z itu enak, lah, karena hidup di zaman sekarang. Apa-apa jadi gampang gitu. Mau pesan makan tapi malas gerak, tinggal pencet-pencet HP. Mau beli sesuatu tapi malas keluar rumah, tinggal dudal-dudulHP. Mau melakukan banyak hal tinggal pencet HP. Dan enaknya juga, sekarang ada sosial media. Jadi kita bisa tahu apa yang lagi dilakukan orang-orang di luar sana. Terus kita bisa saling follow. Ya, hitung-hitung numpang dikenal orang, lah ya. Dikenal bukan berarti terkenal, lho ya. Hehehe.

Nah, enggak enaknya, gadget itu bisa menjauhkan yang dekat. Misalnya nih, ya, lagi ada kumpul-kumpul sama teman, teman-temanku itu bawa handphone semua kecuali aku karena kebetulan lupa. Nah, harusnya, kan, kumpul-kumpul itu ya ngobrol, bercanda, ketawa-ketawa, gitu, kan? Tapi ini malahan pada asyik sendiri-sendiri dengan handphone. Aku yang lagi enggak bawa HP, jadi krik-krik gitu. Mau ngajak ngobrol, takut ganggu. Kalau diam aja juga jadi canggung. Ah! Bingung jadinya.

Pada akhirnya aku memilih diam, dan menunggu sampai ada yang selesai dengan HP-nya. Untungnya juga aku bawa Kayu Putih Aroma yang Lavender. Jadi biar enggak krik-krik, dan bosan, bisa pakai itu. Tinggal cium cium aromanya, karena makin lama wanginya terasa semakin kuat. Wanginya bikin enggak bosan. Suer! (jari dua).

Oh iya, ada perbedaan generasi zaman sekarang sama zaman dulu. Dulu, kata mamaku murid itu takut banget kalau gurunya lewat. Terus, kalau guru marah itu bisa sampai memukul pakai penggaris. Ngeri!

Kalau jaman sekarang, murid sama guru itu sudah kayak teman. Bercanda, ketawa-ketawa, pokoknya santai. Coba aja bayangin kalau zaman sekarang guru itu kayak zaman dulu, yang ada muridnya lapor ke orang tuanya. Tapi ya itu, zaman sekarang bisa-bisa murid melawan gurunya. Kita enggak boleh begitu, ya. Hehehe...

Di zaman dulu belum ada HP, jadi kalau ada janjian enggak bisa setiap menit telepon "Sampai mana, nih?" Jadi kalau nunggunya lama, ya, tungguin aja. Bisa-bisa sampai lumutan, kali. Sedangkan  era sekarang kan enak. Enggak jadi ketemuan, tinggal ngomong lewat chatatau telepon. Serba enak atau banyak kemudahan, deh, pokoknya! Kontras banget, ya, keadaan dan fasilitas zaman sekarang dibandingkan dengan zaman dulu.

Aku dan sepupuku - para generasi Z, suka pengalaman seru |Dokpri
Aku dan sepupuku - para generasi Z, suka pengalaman seru |Dokpri
Generasi zaman sekarang sering juga dibilang "generasi micin". Wkwkwkw...Aku ngakak pas pertama kali dengar. Iya, sih..Generasi zaman sekarang itu sering banget makan micin! Termasuk aku! Hahaha. FYI, micin itu enak. Siapa, sih, yang bilang micin itu enggak enak? Makan micin itu kenikmatan yang hakiki, tahu! Aku sering banget beli Cimol di depan sekolah yang dikasih bumbu. Enak haha! Tapi ya sebetulnya enggak bagus juga kalau sering-sering. Orang-orang sering bilang, kalau kebanyakan makan micin, nanti bakalan jadi bodoh (maaf). Tapi mau bagaimana lagi? Kalau udah makan micin itu rasanya enggak bisa berhenti. *uhuy*

Lantas solusinya menurutku, ya menahan diri. Setiap mau beli Cimol atau Chiki, bilang ke diri sendiri 'tahan, tahan, tahan!'. Nanti boros, akibatnya nanti uangnya habis. Buatku, cara itu lumayan berhasil juga. Daripada beli Cimol atau Chiki, mendingan uangnya dipakai untuk beli Kayu Putih Aroma, bisa milih mau yang aroma Lavender atau Rose. Ini jelas lebih bermanfaat. Ya, kan? Tapi sebetulnya, sih, ya, anggapan "makan micin bakalan jadi bodoh" itu tergantung orangnya. Kalau orangnya berpikiran terbuka dan enggak aneh-aneh, ya tetap tidak akan jadi bodoh. Walau begitu, perlu juga kita tetap harus membatasi makan micin, sih. Semua yang "kebanyakan" atau berlebihan memang kuran oke, ya. Hehehe.

Generasi Z itu lebih suka kebebasan. Suka cari pengalaman baru, dan suka yang namanya liburan. Setiap UAS (Ujian Akhir Sekolah), pasti akhirnya akan ada liburan. Pengalamanku kalau pas di perjalanan jauh ketika liburan, lalu jalanan macet -- nah, aku bosan banget. Tapi aku sudah tahu tips mengatasi bosan yang begini. A aku pakai Kayu Putih Aroma yang Green Tea buat pengharum mobil biar enggak pada bosan (botolnya aku buka lalu kudekatkan ke AC). Walhasil, semua dapat bagian semerbak harum Green Tea. Wanginya itu menyegarkan, bikin semua yang di mobil jadi enggak ngantuk. Suer.

Ngomong-ngomong sekarang kan lagi musim hujan. Kalau hujan biasanya cuaca jadi dingin. Itu saat yang tepat pakai KPA. Aku selalu pakai KPA biar enggak kedinginan dan tetap bisa belajar. Hangatnya nyaman banget. Sebelum tidur biasanya aku juga mengoleskan minyak KPA di perut, ya karena efek hangatnya itu. Tidur langsung lez pulas.

Kalau di sekolah pas lagi bosan dengar guru ceramah (peace, Cuma kadang-kadang, sih), aku biasanya cium Kayu Putih Aroma  Mawar. Wanginya yang bikin semangat seolah-olah terbarukan jadi nyebar di satu ruangan kelas. Eh, semua jadi pada ngeliatin aku, terus ada yang minta. Kalau udah hirup wanginya gitu, biasanya sih aku jadi fokus lagi. Bosannya hilang. Suer (jari 2). Klik video konserku di Jakarta Februari yang lalu di bawah ini.

Tahu istilah "Kids zaman now", kan? Istilah itu lagi viral baru-baru ini. Generasi zaman sekarang sering disebut dengan istilah itu. Memang iya, sih, kita itu kids zaman now. Tapi yang aku agak enggak suka, "Kids zaman now" itu sering dikaitkan dengan anak-anak yang nakal. Jadi, kesannya kids zaman now (anak zaman sekarang) itu sudah pasti nakal dan jelek perilakunya. Ya memang ada, sih, yang perilakunya kurang baik, tapi kan, enggak semua. Ada juga, kok, kids zaman now yang berprestasi. Banyak! (Psst, termasuk aku dengan catatan memang usaha keras). Ini bukan bermaksud nyombong, tapi berbagi rahasia tentang menjadi berprestasi.

Maka dari itu, kita harus buktikan ke orang-orang bahwa kids zaman now itu enggak seburuk yang dipikiran orang-orang. Alasanku, sekarang itu zaman teknologi, dan itu membuat kita punya pikiran yang lebih terbuka, dan wawasan yang lebih luas! Kita juga punya kesempatan menjadi lebih kreatif. Kita itu generasi penerus bangsa! Nasib bangsa kita ditentukan dengan generasi zaman sekarang. Kita juga bisa mengubah dunia, lho. Makanya jangan aneh-aneh! Hehehe. Video berikutnya (silakan klik video di bawah ini) hasil latihan piano yang teratur dan disiplin setiap hari.

Kita harus menggunakan teknologi buat hal yang positif. Pakai sosial media untuk kegiatan berguna. Numpang eksis, sih, boleh aja. Tapi, ya, jangan berlebihan. Belajar dan latihan soal lewat internet juga bisa. Contoh nyata pengalamanku sendiri. Aku terus belajar main piano dari guru privat yang lokasinya ada di luar kota. Aku di Yogya, guruku di Jakarta. Belajar jarak jauh melalui Skype. Itu sudah berlangsung setahun ini, dan hasilnya aku sempat berhasil ikut kompetisi konser piano di Malaysia, bersyukur aku membawa piala.

Karena kita (aku dan kalian teman segenerasi) adalah kids zaman now, kita itu harus PD, jadi kita bisa ekspresikan diri kita dengan maksimal. Kalau disuruh tampil atau menunjukkan kemampuan jangan malu-malu.

Nah, generasi Z pastinya banyak aktivitas, kan? Itu termasuk aku. Makanya, biar aktivitas berjalan lancar, aku pakai Kayu Putih Aroma agar tetap bersemangat dan sehat. Omong-omong, aku menulis ini juga untuk kasih tahu diri sendiri, biar bisa memanfaatkan kenikmatan zaman sekarang dengan baik.

Selamat menikmati zaman sekarang dan memanfaatkannya dengan positif! Jangan lupa selalu bersama sobat setia, Si Kayu Putih Aroma! So, tidak sekadar kids zaman now, tapi gue beda! Itu karena gue selalu aktif dengan KayuPutihAroma .


Salam Kompasiana dari Si Gen Z @Selda

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2