Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Indonesia Bebas Sampah Plastik di Laut, Mungkinkah?

5 Desember 2017   09:19 Diperbarui: 5 Desember 2017   23:25 3271 3 0
Indonesia Bebas Sampah Plastik di Laut, Mungkinkah?
Ilustrasi (dok.MI)

Sering pakai plastik atau kantong plastik? kadang buang sampah plastik sembarangan? Pernah buang sampah plastik ke laut atau aliran sungai? Jika melakukan hal tersebut, rasanya perlu kita renungi bersama. Indonesia sedang darurat Sampah plastik Laut.

Sampah-sampah plastik di laut ini merupakan hasil dari daratan. Bisa jadi penggunaan berlebih akan plastik atau pembuaangan sampah plastik sembarangan. Seperti tak pada tempatnya hingga melalui aliran sungai.

Sebaran Penyumbang sampah Plastik (dok.wallstreetjournal)
Sebaran Penyumbang sampah Plastik (dok.wallstreetjournal)
Indonesia, Negara ke-2 Penyumbang Sampah Plastik Dunia!

Indonesia mencatatkan sebagai Negara peringkat kedua. Hal ini dalam penyumbang atau pemasok sampah plastik di laut yakni sebesar 187,2 juta ton. Lalu yang pertama siapa? Dengan volume sampah mencapai 262,9 juta ton, China merupakan Negara penyumbang terbesar sampah plastik di laut.

Data di atas merupakan hasil riset dari Jenna Jambeck. Seorang peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat yang hasil penelitiaannya dipublikasi pada 2015. Jika sekarang tahun 2017 mendekati 2018, tentunya bisa tergambar peningkatannya jika tak segera ditanggulangi.

Ilustrasi (dok.nrp)
Ilustrasi (dok.nrp)
Dampak Mengerikan Sampah Plastik

Sampah plastik telah menjadi problematika dunia. PBB melalui program lingkungannya memperkirakan dalam tiap mil persegi terdapat 46.000 sampah plastik mengambang di laut. Jumlah ini bisa jadi terus bertambah dengan banyaknya varian sampah plastic seiring bertambahnya waktu. Plastik menjadi alat yang sering dipakai manusia dalam menunjang aktivitasnya. Mulai dari wadah makanan hingga berbagai alat kecil.

Setelah membantu manusia, plastik yang menjadi sampah berada di laut menjadi problem tersendiri bagi manusia. Problem akan sampah plastik ini seperti terhambat penghihatan penyelam. Penyelam akan terhambat penglihatannya serta pergerakannya di laut. Kejernihan air terganggu karenanya.

Perjalanan kapal laut baik kecil maupun besar bisa terganggu karena sampah plastik di laut. Baling-baling kapal perputarannya akan terhambat oleh sampah. Jaring-jaring untuk menangkap ikan juga menghambat nelayan dalam mencari nafkahnya.

Ilustrasi (dok.thetelegraph)
Ilustrasi (dok.thetelegraph)
Lilitan jaring akan terkoyak atau jumlah tangkapan ikan akan berkurang karena bertambahnya sampah.  Selanjutnya petani tambak akan terdampak pada sampah ini. Penumpukan sampah di lahan tambak ketika air surut akan mempengaruhi jumlah hasil tambak petani.  

Plastik yang menjadi sampah di laut berdampak langsung pada kehidupan organisme di laut. Bukan hanya manusia yang mendapati problem sampah, hewan pula terpengaruh akan hal ini. Hawan laut, tumbuhan laut hingga plankton mandapati problem akan sampah plastik ini. Kehidupan laut menjadi terkotori oleh sampah-sampah plastik ini.


Organisme yang menjadikan laut sebagai rumahnya terdampak akan banyaknya sampah ini. Mereka yang mengira sampah plastik ini adalah makanan akan mempengaruhi system pencernaannya. Pencernaan terganggu akan menghambat pertumbuhan dan perkembang biakan. Hal ini juga bisa menyebabkan kematian. Jika ikan-ikan yang mengandung sampah plastik ini dimakan manusia, maka akan dampaknya akan mengkhawatirkan.

Ilustrasi (dok.plasticnews)
Ilustrasi (dok.plasticnews)
Sampah plastik yang menjadi dampak ini tak hanya yang mangapung di laut. Namun juga sampah yang sampai ke dasar laut. Hewan-hewan yang kehidupannya di dasar laut mengkonsumsi sampah akan menjadi problem kelautan yang mengkhawatirkan. Sampah yang akan di dasar laut merupakan hasil dari sumber sampah laut yang mangapung menjadi bagian-bagian yang kecil.

Dampak sampah laut ini perlu disadari bersama. Ada penelitian yang menyebutkan pada 2050 diperkiraan berat sampah plastic mengkhawatirkan karena akan lebih berat daripada seluruh ikan. Usaha bersama untuk menjadikan lautku bebas sampah adalah kebutuhan. Peran sekecil apapun sangat berguna.

Ujicoba sampah plastik dalam Aspal (dok.kompas)
Ujicoba sampah plastik dalam Aspal (dok.kompas)
Sampah Plastik jadi campuran Aspal?

Melihat dampaknya yang mengkhawatirkan, sampah plastik menjadi perhatian serius bersama. Pemerintah melalui Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkapkan hal ini.

"Plastik ini bahaya kalau dimakan ikan, dan ikan dimakan manusia, akan terkontaminasi pada bayi segala macam, masa kita mau generasi kita yang akan datang generasi yang DNA punya kelamahan sana sini," jelas Luhut.

Menurut penjelasan beliau pula, 80 % sampah plastik di lautan berasal dari daratan. Kultur kebutuhan pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari memang menunjang fakta yang diungkap sang menteri. Terlebih budaya nagatif buang sampah sembarang perlu ditinggalkan khalayak ramai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2