Karir

Menjadi Produktif di Luar Jam Kerja

15 Mei 2019   23:09 Diperbarui: 15 Mei 2019   23:29 26 1 0

 Setiap orang memiliki pekerjaannya masing -- masing. Dilatari oleh pendidikan atau dibekali talenta dan kemampuan, membawa setiap kita dapat diterima pada pekerjaan tertentu. Jika memilih sebagai pengusaha, maka kitapun bekerja sendiri atau mempekerjakan orang lain dalam usaha yang kita geluti. Apapun pekerjaan kita, yang ingin saya garis bawahi bahwa, kita pasti mempunyai waktu / jam kerja  sesuai panggilan pekerjaan kita masing -- masing. Bila sebagai pekerja kantoran atau karyawan sebuah perusahaan , maka waktu/jam kerja ditentukan oleh otoritas kantor ataupun perusahaan. Bila kita adalah pemilik usaha/owner sebuah perusahaan, maka kita juga pasti memiliki schedule dan agenda kegiatan setiap hari yang sudah kita rancang demi memperlancar kegiatan harian kita.

Hidup di era yang semakin kompetitif saat ini, manajemen waktu yang baik- terencana, jelas dan terukur-dapat menjadikan pelaku atau kaum profesional tampil menjadi pemenang dalam sebuah persaingan selain faktor penentu lain yang berpengaruh. Di sini, manajemen waktu merupakan sebuah keniscayaan bagi siapapun kita jika ingin menjadi manusia pemenang, yang terbaik dan terunggul di bidangnya masing-masing.

Dalam kacamata pemenang, manajemen waktu adalah sesuatu yang istimewa, bukan sekedar persoalan biasa, apalagi remeh temeh. Alih -- alih kecakapan teknis yang mumpuni, akan menjadi tak bepengaruh jika tidak membuat sebuah perencanaan strategis terkait pemanfaatan waktu yang lebih cerdas, detik demi detik, menit demi menit hingga keseluruhan hari menjadi bernilai lebih bagi dirinya. Pemenang merasa inilah kuncinya, sebuah hal yang mereka sadari betul, dan bagi kita yang tidak menyadari hal ini atau menyepelehkannya pasti menjadi orang yang menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil sebagai pemenang tentunya. Sungguh miris, karena kalau ditanya pada setiap orang, secara naluriah semua tentu ingin menjadi yang terbaik, pemenang dalam sebuah persaingan , apapun itu namanya. 

Topik atau fokus pembahasan kali ini adalah menjadi produktif di luar jam kerja.  Bagaimana kita memanfaatkan waktu yang kita miliki di luar jam kerja ? Hal ini berpulang pada diri kita masing -- masing. Banyak sekali waktu yang tersedia di luar jam kerja. Jika kita tak menyadari hal ini segera maka selamanya waktu akan terbuang percuma dan tak berarti apa --apa untuk diri kita. Oleh karenanya, saatnya untuk  berubah mulai saat ini, sebelum menyesal dikemudian hari karena waktu tak akan pernah kembali.

Kita semua sepakat, di luar jam kerja, kita perlu istirahat karena sudah bekerja hari itu. Ataupun sekedar refresing bersama teman ataupun keluarga agar tidak merasa jenuh dengan rutinitas setiap hari. Namun, saya yakin pasti masih ada waktu yang tersisa dimana kita belum memanfaatkannya untuk menjadi sesuatu yang produktif bagi diri kita masing-masing. Sesuatu yang produktif berarti ada nilai tambahnya, ada nilai lebihnya daripada waktu terlewati begitu saja.

Yang produktif juga tidak hanya dari segi materi saja, namun bisa saja kesehatan, kebugaran, kepuasan dan kesenangan yang dapat diraih dalam arti yang positif tentunya. Memilih olahraga juga adalah sebuah pilihan atau keputusan cerdas karena dengannya kita dapat lebih sehat dan bugar. Terlibat dalam urusan sosial kemasyrakatan pun sesuatu yang sangat baik karena darinya kita bisa banyak belajar memberi diri, mengenal dan dikenal agar menjadi sarana untuk membangun lingkungan sekitar ataupun masyarakat lebih luas ke arah yang lebih baik. Ini juga bagian dari membangun keadaban publik yang lebih bermutu secara sosial, budaya dan lain sebagainya.

Saya sendiri misalnya. Menulis rasanya sudah menjadi hobi saya di luar jam kerja sebagai  seorang ASN. Oleh karenanya, saya harus lebih banyak membaca, menonton tv, berdiskusi, mencari tahu informasi, peka terhadap lingkungan sekitar misalnya alam beserta seluruh dinamikanya agar dapat menjadi tema atau topik dalam tulisanku.

Kita semua punya passion atau gairah atau kesenangan pada hal tertentu yang membuat kita selalu merasa tertantang untuk berbuat lebih. Oleh karenanya, temukanlah energi atau gairah yang menggerakan itu dan segeralah fokus untuk menekuninya secara serius. Tuhan Sang waktu telah memberikan kita kesempatan dan waktu dalam hidup ini. Jika kita tak memanfaatkannya dengan sesuatu yang bermanfaat, baik untuk kita dan juga untuk orang lain, maka siala- sialah hidup  ini. Semuanya menjadi kosong tak berisi.