Sayyidati Hajar
Sayyidati Hajar Pengajar - Pengamat - Pejalan

Perempuan Timor penyuka puisi dan senja yang juga cinta mengajar. Inisiator Komunitas Sastra Aspira Universitas Muhammadiyah Kupang.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Sapaan Sayang "Ina" dan "Ama" bagi Masyarakat Alor

12 Oktober 2018   04:56 Diperbarui: 14 Oktober 2018   05:00 505 2 0
Sapaan Sayang "Ina" dan "Ama" bagi Masyarakat Alor
Foto berlatar pulau-pulau di Alor-NTT (dok. Pribadi)

Pernah berkunjung ke Alor-NTT? Bila sudah, telinga kita akan diramaikan dengan percakapan bahasa yang berubah-ubah.  Hal ini karena masyarakat Alor datang dari berbagai pulau berbekal bahasa yang berbeda-beda.  Menurut bupati Alor Amon Djobo,  terdapat kurang lebih 42 bahasa yang digunakan di Alor (regional.kompas.com). Kekayaan bahasa daerah di kabupaten Alor menjadi warisan budaya yang penting untuk tetap dilestarikan baik dalam bentuk tutur maupun bentuk tulis.

Salah satu bahasa tutur yang akrab  didengar  ketika berkunjung ke Alor adalah sapaan 'ina' dan 'ama'.  Kedua kata itu lebih banyak digunakan masyarakat Baranusa. 

Masyarakat Baranusa sangat memerhatikan sapaan. Sapaan yang digunakan pada umumnya adalah bentuk sebutan kekerabatan seperti Mama, Paman,  Bibi,  Adik, ipar/wiyah (perempuan) , ipar/kunyadu/opung  (laki-laki), ina (perempuan) dan ama (laki-laki).

Kata 'ina' digunakan untuk memanggil anak perempuan, menantu perempuan,  atau perempuan yang disayangi. Ketika seorang perempuan disapa dengan 'ina' mengandung makna penghormatan juga kasih sayang. Begitu pula 'ama' bagi laki-laki yang digunakan untuk memanggil anak laki-laki,  menantu, atau laki-laki yang disayangi.

Selain sebagai ungkapan sayang kerabat yang benar memiliki ikatan darah, sapaan 'ina' dan 'ama' dapat dikatakan sebagai bentuk usaha menautkan kekerabatan yang ingin dibangun melalui  kekuatan bahasa meski tidak memiliki kekerabatan yang jelas  antara sesama penutur.

Hal ini bisa kita lihat pada aktivitas jual beli di pasar yang pada umumnya terdengar sapaan 'ina' dan 'ama' oleh penjual maupun pembeli yang belum tentu memiliki ikatan keluarga.

Penggunaan 'ina' dan 'ama' melambangkan sebuah kesantunan berbahasa yang dalam bagi masyarakat penuturnya. Terlebih kedua kata tersebut memang digunakan sebagai ungkapan cinta orang tua pada anak, mertua pada menantu,  laki-laki pada perempuan atau sebaliknya. Juga cinta, kekerabatan,dan penghormatan sesama masyarakat yang dibangun untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Baranusa khususnya dan Alor pada umumnya.

Bagi anda yang akan berkunjung ke Alor,  bersiaplah mendapat sapaan penuh kekerabatan 'ina' dan 'ama' dari masyarakat Alor.