Mohon tunggu...
Akhmad Saefudin
Akhmad Saefudin Mohon Tunggu... An Amateur Writer

Penikmat tulisan bagus yang masih saja malas belajar menulis bagus......

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan

Like Father Like Son, Demennya yang Casual

24 Mei 2019   22:19 Diperbarui: 24 Mei 2019   22:42 0 12 7 Mohon Tunggu...
Like Father Like Son, Demennya yang Casual
dok.pribadi

INI tema terberat kedua yang disodorkan Samber THR Kompasiana. Nyaris aku melewatkannya. Bingung mau nulis apa, karena tidak ada yang istimewa dari aktivitas ngabuburit atau buka bersama (bukber). Tapi sekali-kali meladeni tantangan Kompasiana, tak rugi juga kan?

Nah, soal bukber, aku justru sering melewatkannya. Hingga puasa hari ke-19, sudah sekian tawaran dan ajakan bukber tak kuturuti. Alasannya satu, malas. Bagiku, Ramadhan adalah momen untuk keluarga, salah satu berkahnya adalah kebahagiaan meluangkan waktu ngabuburit atau bukber bareng keluarga kecil. Terutama ngabuburit, hampir setiap hari, dua anakku yang masih belia tak pernah berhenti melewatkannya. Selepas Ashar, rengekan minta jalan-jalan berkeliling kota menjadi ritual harian. Tapi tidak naik vespa juga.

Ihwal outfit, mungkin seperti kata pepatah: Like father like son, like father like daughter. Pengalaman menjadi kuli tinta selama kurang lebih 10 tahun membuatku sedikit alergi mengenakan outfit formal. Ya mungkin ini style sok-sokan nya wartawan (padahal Cuma wartawan media lokal loch). Bahkan seragam kantor jarang dipakai, karena lebih sering memilih mengenakan yang praktis dan casual: kaos dibalut jaket casual atau seweater berbahan casual plus sepatu kets.

dok.pribadi
dok.pribadi

Rupanya, gaya bapaknya yang kagak modis blas itu diam-diam diselerai kedua anaku. Si sulung, perempuan 10 tahun, pun lebih senang yang casual. Pun dengan si bontot yang menjelang 5 tahun, menyukai outfit casual yang memudahkannya bergerak bebas, mulai kaos lengan pendek atau panjang, celana jeans atau non jeans, dan sepatu atau sandal, kadang dengan jaket kesukaannya.

Selera mereka, sedikit banyak membuatku bersyukur. Paling tidak, mereka tak terlalu tumbuh dengan tuntutan tinggi soal fashion. Yang penting nyaman dan praktis, itu lebih dari cukup.  Itu saja pengalaman singkatku soal OOTD selama puasa. Terima kasih Kompasiana, sudah bikin tema yang aneh-aneh. []

VIDEO PILIHAN