Mohon tunggu...
Satria Widiatiaga
Satria Widiatiaga Mohon Tunggu... Guru - Guru Sekolah Alam

Guru di Sekolah Alam Aminah Sukoharjo

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Artikel Utama

Adab Basa-basi Saat Silaturahmi Lebaran

12 April 2024   16:14 Diperbarui: 15 April 2024   13:05 1507
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Silaturahmi Saat Lebaran (sumber: pexel.com/kompas.com)

Masih bujang aja, kapan nikah nih ….?
Lama bener kuliahmu, kok belum lulus aja...!?
Mobilmu masih yang butut itu ya..?? ganti dong..
Anakmu baru satu ya.. tambah lagi dong.. !!

Masih banyak daftar pertanyaan dan pernyataan basa basi ‘julid’ yang sering terlontar antar kerabat atau teman lama pada saat acara kumpul-kumpul dalam perayaan hari raya Idul Fitri. Entah itu saat silaturahmi keluarga atau reuni acara halal bihalal teman lama. Memang sudah kodratnya masyarakat Indonesia paling senang berbasa basi masalah pribadi untuk memulai pembicaraan.

Sebagian orang mungkin, ada yang tak memusingkan hal tersebut, namun tak sedikit pula yang agak tersulut hingga tersinggung perasaannya jika di ‘julid’ basa-basi pada saat pertemuan lebaran. Terkadang pertemuan halal bihalal menjadi ajang flexing unjuk diri kesuksesan entah itu dalam hubungan keluarga atau pertemanan, dan hal tersebut diejawantahkan melalui per-julid-an basa basi menyindir hingga menyinyir.

Tentunya hal tersebut haruslah dihindari, karena niat utama halal bihalal pada saat Idul Fitri adalah saling memaafkan satu sama lainnya dan mendoakan agar semua amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT.

Dikisahkan dalam banyak riwayat, setelah shalat ied, para sahabat saling bersalaman dan mendoakan satu sama lainnya. Hal ini berarti dalam suasana Idul Fitri memang disunnahkan untuk saling bersilaturahmi antar kerabat merayakan hari Ied dengan suka cita, seperti yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.

Namun dengan melihat kondisi jaman sekarang, tentunya harus lebih diperhatikan tentang adab ketika bertemu dengan sanak saudara atau teman dalam momen lebaran, agar niat silaturahmi yang tulus justru menjadi benih-benih iri dengki. Maka dari itu, berikut beberapa adab yang harus diperhatikan ketika kita memulai basa-basi pada saat pertemuan silaturahmi dalam momen Idul Fitri.

Awali Basa Basi dengan Saling Mendoakan

“Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)

Disunnahkan untuk mengawali pertemuan untuk mengucapkan “taqabbalallahu minna wa minkum” yang artinya semoga Allah menerima amalan kami dan kalia. Dan amalan yang dimaksud adalah amalan yang dilakukan pada saat berpuasa di bulan Ramadan.

Secara konsep, umat muslim memang diperintahkan untuk saling mendoakan kebaikan jika saling bertemu, seperti ucapan “Assalamualaikum”, yang juga bermakna saling mendoakan. Maka dari itu, sebenarnya umat muslim bukanlah umat yang sekedar basa-basi ketika memulai pertemuan, tetapi justru berusaha menjadi rahmat antara satu dengan yang lainnya.

Tidak Bermaksud Merendahkan

Rasulullah SAW bersabda, “Cukuplah seseorang berbuat keburukan jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim” (HR Muslim).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun