Nur Annisa Hamid
Nur Annisa Hamid Wiraswasta

seorang wanita yang hobi travelling, menulis dan menyukai anak-anak selalu berfikir positif dan bersyukur dalam segala hal

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Upaya Pemerintah Dukung UKM Naik Kelas dengan Aplikasi Lamikro

16 Mei 2018   14:05 Diperbarui: 16 Mei 2018   14:18 286 0 0
Upaya Pemerintah Dukung UKM Naik Kelas dengan Aplikasi Lamikro
Dokumentasi Pribadi

Kehadiran smartphone kini menjadi sebuah kebutuhan pokok karena multi fungsi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan meningkatkan pendapatan. Harga smartphone yang terjangkau membuat semakin banyak orang mudah memiliki dan menggunakan untuk berbagai keperluan.

Kini melakukan aktivitas semakin mudah dalam genggaman mulai memesan ojek, membeli makanan, menjual barang, mendengarkan musik dan membaca artikel. Kemudahan ini menimbulkan peluang baru misalnya munculnya marketplace yang menyediakan tempat untuk berjualan secara gratis dan hadirnya aplikasi yang menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Setiap orang kini bisa menjadi wirausaha karena banyak dukungan baik dari pemerintah maupun swasta. Dukungan mulai dari perijinan, tempat berjualan, pemasaran dan pembukuan kini sudah lebih baik. 

Kredit perbankan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) meningkat setiap tahunnya, produksi barang yang variatif, daya beli barang yang meningkat membuat UKM terus berkembang dan memberi kontribusi terhadap PDB di Indonesia.

Namun disisi lain UKM juga memiliki kelemahan yang harus dibantu berbagai pihak salah satunya ialah kurangnya pemahaman akan laporan keuangan, permodalan dan neraca keuangan. 

Bagi pelaku UKM yang masih baru menjalankan usaha bukan hal yang mudah membuat laporan keuangan karena keterbatasan pengetahuan dan tenaga kerja atau SDM.

Untuk itulah Kementrian Koperasi dan UKM atau Kemenkop membuat situs dan aplikasi pembukuan sederhana "LAMIKRO" sejak bulan Oktober 2017. Aplikasi lamikro merupakan kependekan dari Laporan Akutansi Usaha Mikro yang bisa diunduh di android dan iphone serta bisa diakses melalui www.lamikro.com.

Untuk mensosialikasikan fitur dan kemudahan aplikasi Lamikro, Kemenkop UKM mengadakan forum diskusi di Auditorium Kemenkop tanggal 9 Mei 2018 yang melibatkan media, pelaku UKM, ormas dan blogger.

Pembicara yang hadir antara lain ibu Tia Adityasih Ketua Ikatan Akutansi Indonesia, Kepala Bidang Lembaga Kewirausahaan Deputi SDM Kemenkop & UKM Anang Rachman, perwakilan pelaku usaha mas Nala.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Ibu Tia menyambut baik kehadiran Lamikro bagi pelaku UKM agar laporan keuangan mudah tercatat di smartphone tanpa harus menambah tenaga kerja sehingga jika memiliki laporan keuangan yang akuntable akan mudah mengajukan kredit ke Bank. Format akutansi dalam aplikasi Lamikro sudah mengikuti standar akutansi terbaru yang sederhana untuk pelaku UKM yang masih awam tentang laporan keuangan.

Sampai saat ini sudah lima ribu orang yang yang mengunduh aplikasi Lamikro di playstore dan tiga ribu lebih UKM yang menggunakan aplikasi ini. Memori yang dibutuhkan untuk mengunduh Lamikro hanya 614 KB dan data yang tersimpan aman sehingga pengguna tidak perlu khawatir akan keamanan data.

Pak Anang menjelaskan Lamikro memiliki beberapa manfaat antara lain memonitor aktivitas keuangan UKM, membuat laporan keuangan lebih cepat dan efisien, dan menggantikan metode tradisional pencatatan manual. Sedangkan fitur yang terdapat dalam aplikasi Lamikro antara lain entri jurnal, daftar jurnal, laba rugi dan neraca.


Kemenkop UKM rutin mengadakan pelatihan kepada kelompok UKM tentang cara pengggunaan Lamikro dan kini sudah video tutorial di youtube yang bisa diakses dengan mudah jika ingin mengetahui cara memakai fitur yang tersedia di Lamikro. Aplikasi ini bisa digunakan juga untuk mahasiswa yang memiliki inkuabator bisnis sehingga bisa mempraktekkan ilmu pencatatan keuangan ke dalam aplikasi

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Mas Nala sebagai pelaku UKM yang telah menggunakan Lamikro merasakan manfaatnya yaitu tidak perlu merepot membuat pembukuan di kertas dan menambah tenaga kerja untuk membuat laporan keuangan. 

Cukup dengan aplikasi di smartphone semua transaksi bisa tercatat dan tersimpan dengan mudah dan aman. Bahkan Lamikro dianggap sebagai karyawan "teknologi" karena perannya yang penting seperti karyawan lainnya namun dalam bentuk aplikasi.

Hal lainnya yang patut diacungi jempol dari pengalaman mas Nala ialah kecepatan respon dari tim Lamikro menjawab pertanyaan atau keluhan pelaku UKM yang masih bingung saat menggunakan fitur didalamnya.

Kehadiran Lamikro layak diapresiasi sebagai upaya pemerintah menghadirkan solusi bagi UKM mikro yang membutuhkan laporan keuangan sederhana namun profesional. Hal ini menjadi langkah awal bagi pemerintah dan pelaku UKM untuk membantu pelaku usaha "naik kelas" menjadi lebih profesional dari sisi laporan keuangan. Semoga akan ada terobosan lainnya dari Kemenkop untuk pelaku UKM di Indonesia.

Menjadi wirausaha kini bisa dilakukan siapa saja dengan mudah mau menjual barang cukup memotret barang dari smartphone dan pasang iklan di marketplace secara gratis. Selanjutnya untuk pembukuan tinggal unduh Lamikro dan bikin akun gratis untuk mencatat pembukuan secara online.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Mari dukung industri dalam negeri lebih berkembang dengan merekomendasikan aplikasi Lamikro sehingga semakin banyak UKM yang menggunakan aplikasi ini dan memiliki laporan keuangan yang baik dan benar.  Informasi selengkapnya mengenai Lamikro bisa mengakses www.lamikro.com dan ikuti akun mediasosialnya @kemenkopukm.