Saris D Pamungki
Saris D Pamungki Pewarta Sosial

Beda Tapi Tak Sama dan sendiri nyali teruji, dua kata buat penyulut semangat diri

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kerja Serabutan, Keluarga ini Justru Dikaruniai 5 Anak Istimewa

10 Juli 2018   20:34 Diperbarui: 10 Juli 2018   20:46 604 0 0

Jepara, SD - Namanya Sri Utami, si penjual nasi bungkus,  perempuan paruh baya yang tinggal di Desa Sekuro, Jepara dan hidup serba pas-pasan bersama suami bekerja serabutan, serta dagang buah musiman ala kadarnya. Meski tergolong keluarga tak mampu secara ekonomi, dengan suami, Sri Utami tak lantas patah aral dan bertekad meraih mimpi anak-anaknya yang ternyata memiliki otak yang cerdas dan brillian. Hal ini dibuktikan dari beberapa cerita kesuksesan anak pertamanya, bernama Saldo Maulana. Laki-laki tertua yang lahir dari rahim bu Sri Utami ini dari SD hingga SMK selalu rangking 3 besar. Artinya, torehan akademiknya tak diragukan lagi.

Berikut ini cerita Kelima Anak Sri Utami yang Cerdas itu, menurut Moehammad Abd. G (Pendamping Sosial)

Di tahun 2014, Pertama kali bertemu Mas Saldo (memang unik namanya) dia masih kuliah di UII Yogyakarta dengan BEASISWA UNGGULAN BPKLN KEMENDIKBUD. Saldo sadar harus membiayai Kuliahnya sendiri, tidak mungkin hanya bergantung dari beasiswa karena beasiswa hanya untuk biaya kuliah saja. selama kuliah dia harus membiayai sendiri kehidupan sehari2 di Yogyakarta dengan bekerja sebagai Operator Warnet, di semester2 akhir saldo dipercaya menjadi Asisten Dosen. Saldo tidak pernah mengharap kiriman Uang dari orang tuanya karena dia sadar 4 adiknya butuh biaya juga.

Tahun 2017 Saldo di Wisuda dengan IP 3,46 dengan melalui 46 Mata Kuliah 150 SKS, dengan Judul Skripsi "Pendekatan Pencahayaan dan Suara dalam Desain Arsitektur" ... ohhh ternyata dia memikirkan Desain Arsitek yang memudahkan Tuna Netra utk beraktifitas. Saldo juga Pernah sebagai 25 Besar Lomba Desain Arsitek dengan Kategori Lomba Desain Shelter untuk Bencana Alam.

Sungguh Pemuda yang berjiwa Sosial Tinggi dengan cara yang berbeda., dia sekarang sudah magang di Perusahaan Swasta di Bidang Arsitek, sembari menabung dan membatu ekonomi kluarganya Saldo mengejar Beasiswa S2 ke Jerman/Korea untuk meraih Cita-citanya sebagai Dosen, dia akan Fokus menjadi Arsitek untuk orang-orang yang berkebutuhan khusus.

fb-img-15312288913568242-5b44b5f65e1373321b5a1853.jpg
fb-img-15312288913568242-5b44b5f65e1373321b5a1853.jpg
Anak kedua bu Sri Utami bernama Eri Erma Erfiana, yang lahir pada  24 mei 2002. Di tahun 2014, anak ini kelas 6 SD dan Sekarang Sudah Kelas 10 di MA DARUL FALACH TEMANGGUNG, 

Kenapa sekolah di Temanggung? merupakan campur tangan kakaknya, Saldo yang mencarikan sekolah yang terbaik bagi adiknya. Erma pernah juara 2, lomba GAMBAR MOTIF UKIR tingkat SLTP pada tahun 2015. Lomba tersebut di selenggarakan pemda Jepara pada Rangkaian acara Festival Kartini tahun 2015, piagam diserahkan langsung oleh bapak Bupati Jepara. Tahun pelajaran ini ERMA selalu rangking 2. dan pastinya dari SD sd SMP dia selalu peringkat 3 besar. Alhamdulillah ERMA sekarang sudah menghafal AlQur'an sampai 5 Juz, di PonPes MA DARUL FALACH TEMANGGUNG tersebut.

fb-img-15312289887945957-1-5b44b521caf7db5ddd60c0c2.jpg
fb-img-15312289887945957-1-5b44b521caf7db5ddd60c0c2.jpg
Anak yang ketiga bernama M. TRIABIS SAMUDRA, lahir Januari 2007,  anak ini tidak pernah merasakan belajar di PAUD, karena keterbatasan Ekonomi keluarga, meski begitu anehnya Triabus Samudra  bisa baca tulis dengan hanya melihat teman2nya yang belajar di SD dekat rumah. Triabis dulu bersekolah di SDN 1 Sekuro, tapi  naik kelas  3 dipindah kakaknya di MI NU TBS KUDUS, setahun sudah usia sekecil ABI (panggilan Triabis Samudra), harus berpisah dengan keluarga dan belajar mandiri untuk bersekolah dan pesantren di KUDUS. Kini ABI naik kelas 4 tanpa hambatan dan dengan prestasi yang memuaskan, karena di ponpesnya ABI peringkat 2 regular.

fb-img-15312289421048777-1-5b44b4bccf01b4390f583e84.jpg
fb-img-15312289421048777-1-5b44b4bccf01b4390f583e84.jpg
Anak ke empat Bu Sri Utami bernama NISWATUN SA'ADAH, perempuan yang lahir tahun 2008 ini sempat jadi gunjingan tetangga, karena jarak lahir dengan si Abi hanya selisih setahun. Kata orang jawa Kesundulan. Mhngkin ketidak tahuan edukasi tentang KB, karena bu Sri Utami belum ketemu dengan Pendamping PKH..ehheheh, kelakarku. Harusnya NISWATUN sudah bersekolah dengan ABI di kudus, tp memang masih butuh org tua dlm kehidupan sehari-hari dan faktor kesehatan yg sedikit terganggu, NISWA punya ganguan penyakit pada tulang kakinya. niswa anak pendiam tapi yang penting semangat sekolahnya masih ada dg tidak pernah tinggal kelas. kini NISWA kelas 4 di SDN 1 Sekuro

Nah, anak terakhir bu Sri Utami adalah FEBRIAN FERNANDA, lahir Pebruari 2015. Masih teringat, pertama kali ketemu bu SriI di Pertemuan Awal PKH ( balai desa sekuro akhir 2014) dengan keadaan Hamil Tua..... terkaget juga padahal anak sudah 4... dan kehamilan ke 5 ini.

"Habis ini sudah ya bu..sudah 5 kok. kata ku kpd Bu Sri waktu itu"...dan bu Sri mengiyakan.

Awal Februari 2015, merupakan penyaluran perdana tahap 4 tahun 2014. Bu Sri Masih bisa datang sendiri mengambil bantuan PKH, benar 2 hari setelah itu dpt kabar dari ketua kelompok bahwa bu Sri Utami melahirkan FEBRIAN FERNANDA . Alhamdulillah uang PKH bisa membantu biaya Persalinan.

Kita tunggu cerita berikutnya apakah di umur 44 tahun nanti bu Sri Utami hamil lagi, harusnya tidak karena bu Sri sekarang sudah mengenal KB dan Rajin Ke POSYANDU setiap bulannya. 

(Selasa, 10072018. 07.57 WIB)