Saris D Pamungki
Saris D Pamungki Pewarta Sosial

Beda Tapi Tak Sama dan sendiri nyali teruji, dua kata buat penyulut semangat diri

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Mencari Jati Diri di Bulan Suci, Dua Belas adalah Mimpiku

18 Juni 2018   06:34 Diperbarui: 18 Juni 2018   06:35 1008 0 0
Mencari Jati Diri di Bulan Suci, Dua Belas adalah Mimpiku
dokpri

Siklus kehidupan dunia sudah terang benderang tertulis dalam Al Quran, kita tinggal urai dan laksanakan saja. Walaupun tafsir yang terkandung luas, namun manusia seperti diriku sendiri kudu bisa meng-eksplorasi agar apa yang ditampakkan maupun kasat mata oleh Allah dalam keseharian, dirasakan langsung atau tak langsung oleh jasmani rohani ini.

Begitu pula, tahun ini kebanyakan orang melanjutkan perjalanan hidupnya dengan berjibaku memutar otak dan tak pernah berputus asa menempuh penghidupan yang layak di dunia serta pencapaian nilai spiritualitas kepada Allah lebih baik lagi pada puncaknya di bulan suci ramadhan yang baru saja terlewati.

Jika yang lain punya kemauan dan niatan menuju suburnya ruang akal dan imajinasi meraih kebahagian dunia akherat dengan cara masing-masing, aku pun demikian.

Perjalanan spiritualku di tahun ini terkemas dalam perekaman aktifitas keseharianku bersama kawan-kawan se Indonesia, yang berprofesi sebagai Pejuang Sosial, awali dari luang lingkup ladang pendampingan program pengentasan kemiskinan, di tiap-tiap wilayah 12 kota di Indonesia.

dokpri
dokpri
Demikian pula yang tersurat dalam coretanku (pada lembaran medsos) berikut ini :

#cariModal,

Sesaat setelah mendengar kabar duka darimu (12/2017), begah rasanya di ulu hati. Tak kuasa menelan cerita tentangmu kala itu. Yang kuingat, kamu tak sekedar menjadi teman, sahabat, kawan. Lebih dari itu, "separuh jiwaku" demikianlah kutaruh dirimu di ruang gerak ku di sini.

Tak percaya, sedemikian dahsyatnya riuh diskusi perihal pekerjaan, kebersamaan hingga keimanan kadang kita hadirkan, sekarang sirna seiring kepergianmu yang mendadak.

Belum cukuplah peran diri ini mampu membahagiakanmu, namun sedari kabar itu, seiring pesanmu... Tekadku justru membulat, untuk lebih bersemangat menghadapi tantangan ke depan, beda, menyatukan kebhinekaan dan keberagaman organ serta simpul sosial yang ada dalam bilik aktifitas kita se-Nusantara.

#duabelaskotakarya, adalah cara diri ini mensyukuri tiap pejuang sosial yang tak henti berjuang, bertempur penuh kerelaan demi kata sejahtera di #NegeriHarapan, dengan jumlah destinasi sebanyak 12 kota.

#sendirinyaliteruji, adalah penyemangat diri agar tak lelah tiap detik merekam perjalananku kali ini. Sendiri, nenteng kamera jadul-ku mengelilingi 12 kota.

#ajalena, yang berarti Jangan Terlena (dalam bahasa Indonesia) atas keadaan apapun, baik itu lapang maupun sempit, tetap fokus. Bahwa, perubahan menuju perbaikan itu harus.

Dan,

Bismillah..., 

Allah yang mampukan...

Amiin,

#SalamMerdeka

Untukmu, #sobatsosial yang sudah tiada..

Cuplikan di dua kota sebelum puasa 1439H :

Kota ke 1, Banyumas

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2