Mohon tunggu...
Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Mohon Tunggu... Blogger

blogger harus punya dedikasi dan harga diri. bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Belajar dari Xiaomi

25 Oktober 2016   08:37 Diperbarui: 25 Oktober 2016   08:58 0 2 4 Mohon Tunggu...

Bagi penggemar teknologi terutama hal berkenaan dengan gadget tentu tak asing dengan nama Xiaomi. Produsen raksasa peralatan elektronik asal Tiongkok ini tidak hanya berfokus pada smartphone, kini mereka telah merambah produk-produk lainnya seperti laptop, drone, sepeda, consumer good, dan masih banyak lainnya lagi sebagai upaya mereka menciptakan kehidupan dimana semua teknologinya terintegrasi.

Di hari Selasa tanggal 25 Oktober 2016 (hari ini), mereka akan meluncurkan secara live sebuah produk phablet Mi Notes 2 dengan slogan "curves to impress", smartphone yang digadang-gadang memiliki wujud serupa dengan two side curves Samsung Edge ini dirumorkan masuk kategori premium class diikuti harga relatif tinggi dan spesifikasi mumpuni. Untuk lebih jelasnya ada baiknya kita amati lebih lanjut acara live streamingnya yang dijadwalkan berlangsung jam 13.00 WIB nanti di halaman fanbooknya.

Sebagai seorang pengguna produk Xiaomi (Redmi 2) tentu Penulis sangat antusias akan produk-produk yang mereka hadirkan walau acapkali produk asal negeri Tiongkok dipandang sebelah mata dimana harga murah tidak dibarengi kualitas, namun dari sampai saat ini Penulis merasa cukup puas mencicipi produknya. Seiring semakin tenarnya nama Xiaomi lambat laun pengguna Xiaomi tumbuh berkembang di segala penjuru dunia salah satunya di Indonesia, selain telah memiliki cabang purna jual dan toko resmi (di Pondok Indah Mall) lahir beragam komunitas dipelopori orang-orang dengan berbagai latar belakang mengusung produk-produk bawaan Xiaomi. Tumbuh berkembangnya komunitas dapat dinilai positif, dipandang dari sisi produsen maka komunitas dapat dianggap sebagai promosi cuma-cuma apabila dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mempromosikan produknya di media.

Belum lama ini Penulis cukup dikejutkan dengan sebuah foto yang di posting oleh salah satu komunitas Xiaomi di Indonesia dimana dalam foto tersebut menampilkan produk Yi M1 Mirrorless Camera dengan mark "made in Indonesia" berikut nomor seri pada bagian bawahnya (dokpri), entah apakah ini kabar baik atau buruk namun akan canggung rasanya tatkala dari apa yang Penulis ketahui Xiaomi belum memiliki pabrik perakitan di Indonesia. Telisik informasi yang Penulis dapat ternyata produk Yi M1 Mirrorless merupakan produk yang tidak ada sangkut pautnya dengan Xiaomi, informasi ini cukup membingungkan dan nampaknya perlu ditelusuri lebih dalam.

Kembali hadirnya Xiaomi dan tumbuh berkembangnya komunitasnya di Indonesia menurut pandangan Penulis merupakan sebuah prospek, jika saja pemerintah Indonesia mampu menarik produsen ini untuk berinvestasi di Indonesia maka salah satu keuntungan yang didapat oleh negara ini adalah pemasukan bagi negara serta lapangan pekerjaan. Dilain pihak Xiaomi tentu akan mendapat privillage dengan mudahnya mereka mendistribusikan produk dan pangsa pasar Indonesia yang begitu menjanjikan.

Akan tetapi dari itu semua poin terpenting yang perlu negeri ini fokus adalah proses transfer teknologi yang seringkali dilupakan. Dari sekian banyak produsen-produsen teknologi yang menancapkan kakinya di Indonesia sangat disayangkan belum adanya produsen teknologi asal Indonesia yang tenar bahkan mendunia. Ironisnya negeri ini masih begitu bangga dengan kiasan negara konsumerisme terbesar yang mengisyaratkan orang-orang Indonesia hanya bangga bisa pakai. Seperti kalimat "tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina" kiranya banyak yang dapat kita bersama pelajari dari apa yang produsen Xiaomi capai hingga sekarang. Demikian artikel Penulis, mohon maaf bilamana ada kekurangan dikarenakan kekurangan milik Penulis pribadi. Terima kasih.