Mohon tunggu...
Dhul Ikhsan
Dhul Ikhsan Mohon Tunggu... Pribadi

"Confidence is fashion" Twitter : @dzakwanfirst IG : @sandzarjak See you there.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Lahirnya Idealisme dan Profit Melalui Kegiatan Menulis

2 Agustus 2019   20:58 Diperbarui: 4 Agustus 2019   10:43 47 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lahirnya Idealisme dan Profit Melalui Kegiatan Menulis
Dok by Tamitaa

Seiring berkembangnya dunia digital bermunculan netizen-netizen yang me-reportase kegiatan lingkungan sekitar mereka melalui bidikan kamera, maupun tulisan-tulisan. Melalui aktivitas tersebut, banyak orang lebih mempercayai reportase netizen ketimbang pemberitaan media yang dirasa terlalu sering mempolitisir keadaan, dan hanya menjangkau isu-isu tertentu.

Seiring berlalunya waktu, media-media besar mulai melirik keberadaan para netizen. Mereka lalu memanfaatkan reportase netizen dan merekrutnya untuk meraup jumlah pemirsa yang mulai meredup.

Dilanjut lagi oleh strategi pemilik modal yang melibatkan para netizen. Pemilik modal tersebut menyaksikan betapa publik mulai muak menonton iklan yang kadang tidak mencerminkan nilai moral yang dianut, dan memaksanya untuk mengkonsumsi barang yang mereka sendiri tidak membutuhkannya.

Satu hal yang ditemui adalah publik lebih tertarik mengkonsumsi barang yang digunakan oleh orang-orang terdekat; bukan oleh model iklan yang dipertanyakan kebenarannya. Maka, perusahaan menyewa jasa Buzzer dan Influencer demi mempengaruhi pilihan publik dalam mengkonsumsi barang dan jasa.

Dosen yang pernah membimbing skripsi saya sempat membahas singkat prilaku netizen Indonesia ini yang menurutnya terperangkap sebagai bagian dari kapitalisme itu sendiri; alih-alih independen di kanal media sosialnya.

Saya bingung kala itu, karena bagi saya (yang juga memanfaatkan media sosial) beranggapan konten media yang saya gunakan selalu menyuarakan kepentingan lingkungan sekitar. 

Kebingungan saya itu lalu mendapat jawabannya di Pelatihan Penulis bersama Commuterline Community of Kompasiana, atau yang disingkat CLICK Kompasiana. Kegiatan yang dilaksanakan dua hari ini (2-3 Agustus 2019) bertempat di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Pembicara pertama di Pelatihan Menulis tersebut diisi oleh Fanny Jonathan Poyd. Wanita yang dikenal sebagai wartawan serta redaktur nasional tersebut menjelaskan serta mengulik lebih dalam tujuan dalam menulis bagi kemanusiaan.

Lulusan Ilmu Jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) itu memberikan teknis bagaimana menemukan sesuatu yang absurd di balik aktivitas normal keseharian kita.

Mulai dari ungkapan bahasa dan pengalaman Fanny saya merasakan kenikmatan indahnya memoles nilai-nilai kemanusiaan melalui tulisan. Tetapi begitu masuk ke sesi kedua, kepala saya mulai pusing karena membahas mengenai hitung-hitungan duit melalui tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN