Mohon tunggu...
Widodo Judarwanto
Widodo Judarwanto Mohon Tunggu... Dokter - Penulis Kesehatan

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. Telemedicine 085-77777-2765. Focus Of Interest : Asma, Alergi, Anak Mudah Sakit, Kesulitan Makan, Gangguan Makan, Gangguan Berat Badan, Gangguan Belajar, Gangguan Bicara, Gangguan Konsentrasi, Gangguan Emosi, Hiperaktif, Autisme, ADHD dan gangguan perilaku lainnya yang berkaitan dengan alergi makanan.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Pentingnya Susu, Khususnya Anak Tinggi dan Berat Badan Kurang

29 April 2024   13:00 Diperbarui: 29 April 2024   13:10 97
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok, anakku kurus dan tidak tinggi dibandingkan teman-teman sekelasnya. Apakah nutrisi terbaik untuk memperbaiki berat badan dan tinggi badan anak saya dok? Apakah pemberian susu dapat memperbaiki masalah anak saya ? Penelitian meta analisis menunjukkan bahwa intervensi susu dan produk susu menghasilkan peningkatan yang lebih besar pada berat badan, massa otot, dan penurunan persentase lemak tubuh  dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terdapat dasar fisiologis mengenai peran zat gizi tertentu, terutama protein, kalsium, dan vitamin D, dalam tumbuh kembang yang maksimal pada masa anak-anak. Susu dan produk susu sangat kaya akan kelompok nutrisi ini.  Bagaimana rekomendasi pemilihan dan cara pemberian susu yang benar ? Apakah dampak pemberian susu

Pertumbuhan anak khususnya tinggi badan dan berat badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor.  Tercapainya potensi tumbuh kembang yang optimal dikaitkan dengan kesehatan fisik, ketajaman mental, kesehatan emosional, dan berkurangnya beban penyakit kronis. Berbagai dampak buruk, termasuk paparan terhadap malnutrisi parah, penyakit menular, logam beracun, kurang tidur, dan prematuritas, mempunyai konsekuensi buruk terhadap pertumbuhan fisik, kognitif, dan emosional. 

Pada anak normal peran genetik merupakan hal utama dalam pencapaian hasil akhir tingga dan berat badan. Faktor nutrisi yang optimal untuk memperbaiki faktor genetik yang tidak optimal. Rekomendasi pemberian susu sering direkomendasikan dalam mengatasi masalah pertumbuhan pada anak.

Faktor biologis apada anak yang mengganggu pertumbuhan yang paling penting adalah gangguan makan, kesulitan makan dan asupan makanan yang tidak optimal. Penyebab kesulitan makan tersering adalah hipersensitifitasatau alergi saluran cerna. 

Saat dilakukan penghindaran makanan alergi damapk yang terjadi gangguan pencernaan membaik dan berat dan tinggi badanpun juga ikut meningkat. Pemberian susu tidak banyak berpengaruh bila penyebab utama seperti ini diabaikan, tidak diperhatikan dan  tidak dilakukan intervensi.


Pengukuran antropometri digunakan untuk memantau pertumbuhan fisik, dan penyimpangan dari normal merupakan penanda risiko kognitif, emosional, dan penyakit kronis. 

Malnutrisi energi protein yang ditandai dengan pertumbuhan linear yang terputus-putus (yaitu, rendahnya tinggi badan dibandingkan usia dan jenis kelamin) merupakan gangguan terhadap pertumbuhan fisik dan disebabkan oleh kurangnya asupan atau gangguan pemanfaatan energi makanan, nutrisi, atau keduanya, termasuk protein. 

Sebaliknya obesitas yang ditandai dengan kelebihan massa adiposa disebabkan oleh asupan energi yang berlebihan. Obesitas juga dikaitkan dengan penurunan kapasitas kognitif, masalah emosional, dan peningkatan risiko penyakit kronis .

Pertumbuhan linier tinggi badan dan pertambahan berat badan yang tepat merupakan permasalahan paling krusial pada anak sehat dan berkaitan dengan beberapa faktor, seperti status gizi, perkembangan fisik, asupan kalori dari beragam jenis dan jumlah makanan, serta tingkat aktivitas fisik. 

Secara khusus, susu secara luas dianggap sebagai produk yang bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak karena merupakan sumber energi yang lengkap dan merupakan sumber protein, kalsium, fosfor, dan vitamin A yang paling kaya dan paling murah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun