Samuel Liputra
Samuel Liputra Karyawan Swasta dan Peneliti Independen

Peneliti tentang segala hal dan berbagi informasi tentang segala hal

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Skematologi Minggu Penciptaan

31 Oktober 2018   00:13 Diperbarui: 31 Oktober 2018   01:23 99 0 0

Latar Belakang

Banyak dari kita sering kali berkata bahwa manusia hidup harus terus bertumbuh dan memiliki tujuan yang jelas sehingga dia bisa mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Sehingga manusia tersebut memiliki sesuatu hal yang dapat dia banggakan bahkan menjadi acuan bagi orang lain.

Hal ini pun terjadi dalam dunia "keKristenan" dan bahkan motivator yang mengatasnamakan Kristen mengatakan bahwa orang Krsiten akan naik terus akan Tuhan Yesus pimpin dalam segala usahanya dan segala yang dikerjakan dengan mengunakan ayat Ulangan 28 : 13 a  yang berbunyi demikian " TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun ....." sehingga anak anak Tuhan pun tidak jelas, sehingga menimbulkan presepsi / pola pikir bahwa ikut Tuhan kita akan naik Tingkat dalam hal karir, kekayaan, dan bahkan berkat yang berlimpah limpah

Padalah ayat ini memiliki makna dan ketegasan yang hakiki yang tertulis  pada ulangan 28 : 13-15 yang dikatakan demikian " TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Tetapi jika engkau tidak mendengarkan  suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini,  maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:". Sehingga sangat jelas bahwa pada ayat ini tidak berbicara tentang berkat yang Tuhan berikan, tetapi tingkatan kehidupan manusia kepada perkenanan Tuhan Yesus Kristus. Inilah janji Tuhan Yesus kepada anak anakNya yang setia yaitu akan membawa dan menolong anak anaknya yang setia kepada tingkatan minimal yang harus manusia capai agar manusia berkenan kepada Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan .

Karena masalah berkat sangat jelas dalam Matius 6: 33 dikatakan demikian " Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu " dengan kita mencari perkenanan Tuhan Yesus dan rindu untuk menyenangkan hati Tuhan Yesus, maka secara otomatis berkat akan terus melimpah dalam kehidupan anak anak Tuhan.  Tetapi sebaliknya jika kita tidak menuruti perintah dalam Ulangan 28: 15 - seterusnya, ada kutuk / hukuman yang menanti anak anak Tuhan.

Maka dari pada itu kita bersama sama belajar, tingkatan apa yang Tuhan telah sediakan dalam hidup manusia. Kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong kita semua.

Pendahuluan

Apa yang anda pikirkan tentang kata "Skematologi" ? ketika anda mencari dalam kamus Bahasa Indonesia ataupun dalam buku buku , mungkin tidak ada yang menjelaskan apa itu "skematologi". Kiranya dalam hal ini kita akan belajar tentang apa itu "Skematologi" dan apa yang di maksud dengan "Skematologi  Minggu penciptaan" ?

Kiranya Tuhan Yesus  dan Roh Kudus menolong kita semua dan memberikan pengertian dan keteguhan hati tentang betapa luar biasanya rancangan Tuhan atas setiap kehidupan umat manusia terlebih orang orang yang pecaya kepadaNya.

Skematologi

Skematologi memiliki kata dasar Skema / rancangan yang telah dibuat oleh seseorang sehingga dapat dilihat dan di pelajari oleh orang lain terlebih orang yang akan mengerjakan. Skemato memiliki pengertian lebih dalam  sehingga orang dapat mengerti dampak apa yang terjadi dan prinsip dasar skema itu, sehingga orang dapat mengerti rancangan tersebut dengan prinsip yang terkandung di dalamnya. Sedangkan Skematologi adalah ilmu yang membahas rancangan yang telah ada / telah dibuat oleh seseorang sehingga dapat dimengerti serta di jalankan sesuai dengan prinsip yang terkandung dalam rancangan tersebut.

Berbeda dengan "Hermeneutika" yang mengambil latar belakang penulis dan membandingkan dengan tulis serta keadaan pada masa itu, Skematologi hanya melihat dari satu sisi rancangan Kristus yang telah dituliskan dan telah ada. Tetapi ini bukanlah menjadi persoalan mau dikatakan Skematologi ini Hermeneutika atau tidak. Yang terpenting Firman Tuhan harus dapat dimengerti dan dijalankan untuk menyenangkan dan memuliakan nama Tuhan Yesus Kristsus.

Ketika kita berbicara Skematologi untuk minggu penciptaan, maka akan hadir pertanyaan kenapa dengan minggu penciptaan ?? dan apa yang terjadi dalam minggu penciptaan ??

Skematologi Minggu penciptaan

Mari kita buka Alkitab kita, dalam Kejadian 1:1 sampai kejadian 2:4 yang membicarakan tentang bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Tetapi pernahkah kita menyadari kenapa Alkitab membahas hari penciptaan itu pada lembar pertama / halaman pertama ?

Jika kita membahas secara terperinci sebenarnya,dalam kitab kitab yang lain dijelaskan bahwa dari kejadian 1: 1 dan kejadian 1: 2  ada peristiwa yang sangat penting yang menjelaskan kenapa timbul ayat ke 2 dalam kitab kejadian 1. Kita tahu bahwa dalam kitab Ayub 42 : 2 dikatakan bahwa "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal" dan Yeremia 29 :11 dikatakan bahwa "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan." . Jadi jelas bahwa ketika kejadian 1 :1 bahwa dunia yang Tuhan ciptakan pada awalnya adalah baik dan pasti jadi.  Tetapi pada kejadian 1:2  menjelaskan bahwa bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya dan Roh Allah melayang layang di atas permukaan bumi. Apa  yang terjadi ? Apakah Allah salah membuat bumi ini ?? atau  apa yang terjadi ?

Dalam kitab Yehezkiel 28 : 1-19  dengan perumpamaan raja Tirus  dan Yesaya 14 : 12 - 17 dengan perumpamaan  raja Babel yang fasik  yang mengambarkan apa yang terjadi antara kejadian 1: 1 dan 2, ternyata dari 2 perumpamaan tersebut kita melihat bahwa ada malaikat Tuhan yang memberontak kepada Allah dengan cara meninggikan dirinya sendiri  sama seperti Tuhan, Sehingga Tuhan marah dan melemparkan malaikat itu ke bumi. Maka setelah itu barulah kejadian 1 : 2 bahwa bumi belum berbentuk dan kosong serta gelap gulita menutupi samudra raya. Kita melihat bumi yang memiliki rancangan indah yang telah Tuhan kerjakan menjadi rusak dan tak berbentuk.

Hal ini sama halnya dengan kita,  dalam Roma 3: 23 dikatakan bahwa "Karena semua orang telah berbuat dosa  dan telah kehilangan kemuliaan Allah," Semua manusia dalam dunia ini sudah jatuh kedalam dosa dan kita tahu bahwa Sebab upah dosa ialah maut ( Rom 6:23). Sehingga sama hal yang ada di dunia ini yang tidak berbentuk dan gelap, setiap pekerjaan yang kita kerjakan dan kita lakukan tidak memiliki arti bahkan membuat Tuhan kecewa bahkan marah kepada manusia. Hal ini pun di tegaskan dalam Pengkhotbah 4: 7 yang berkata " Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari:" Dan dalam  Efesus 5: 11a dikatakan bahwa "Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan  yang tidak berbuahkan apa-apa,......". Sangat jelas bahwa apapun kerasnya usaha  yang dilakukan manusia yang telah jatuh dalam dosa hanyalah untuk melemahkan dirinya sendiri, mereka  akan tetap masuk ke dalam neraka dan akan mengalami yang namanya hukuman yang kekal.

Next : Hari pertama: Jadilah terang - Skematologi Minggu Penciptaan 

minta softcopy " Skematologi Minggu Penciptaan " keseluruhan : di sini

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2