Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Seperti Neymar, Ganjar Pranowo Salah Lahir

29 Oktober 2020   21:31 Diperbarui: 29 Oktober 2020   21:37 500 33 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seperti Neymar, Ganjar Pranowo Salah Lahir
Tempo.co

GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo adalah salah satu pemimpin daerah yang selama ini cukup menyedot perhatian publik. Selain gaya kepemimpinannya yang dianggap tidak neko-neko, politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini dinilai low profile dan merakyat.

Sebenarnya tidak banyak prestasi yang dihasilkan oleh mantan anggota DPR RI ini. Akan tetapi menurut sejumlah pengamat, cara penanganan virus Korona (Covid-19) yang diperagakannya cukup sukses, sehingga mampu mengantarkan Ganjar menjadi salah seorang kandidat yang cukup potensial pada Pilpres 2024.

Potensialnya nama Ganjar Pranowo menjadi salah seorang calon presiden atau wakil presiden pada Pilpres 2024 bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, selalu menempatkan elektabilitas pria kelahiran Karanganyar, 28 Oktober 1968 ini di jajaran peringkat teratas.

Bahkan, berdasarkan hasil survei teranyar Indikator Politik Indonesia (IPI) yang dirilis pada Oktober 2020, nama Ganjar Pranowo nangkring di peringkat pertama dengan raihan 18,7 persen. Hasil ini otomatis mengangkangi langganan penguasa elektabilitas versi lembaga survei, Prabowo Subianto.

Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut hanya mampu menempati peringkat kedua menurut survei IPI dengan raihan 16,8 persen. Sedangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuntutinya di peringkat ketiga dengan 14,4 persen.

Tingginya elektabilitas Ganjar sejatinya mampu menempatkan dirinya menjadi kandidat utama PDIP untuk maju Pilpres 2024. Sebab, hasil jejak pendapat tersebut menjadi bukti bahwa pria dengan rambut beruban  ini menjadi sosok yang paling diinginkan masyarakat dari sekian banyak kandidat yang disurvei untuk menjadi pemimpin bangsa dan negara Indonesia berikutnya.

Hanya saja jika diibaratkan dalam cabang olahraga sepak bola, Ganjar tak ubahnya pesepak bola asal Brasil, Neymar. Tak sedikit pengamat bola yang menyatakan bahwa pemain yang saat ini merumput bersama klub League One Prancis, PSG ini salah lahir.

Ya, siapa yang meragukan kualitas olah bola pemain satu ini. Namun, karena di dekade yang sama ada nama-nama beken lain, seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, membuat Neymar seolah terpinggirkan.

Terlebih saat Neymar masih bermain bareng bersama Messi di Barcelona. Sekeren apapun dia bermain, tetap saja selalu di bawah bayang-bayang kebintangan La Pulga---julukan Lionel Messi.

Terbukti, hingga saat ini Neymar masih belum mampu meraih penghargaan individual bergengsi. Misal Ballon d'Or atau pemain terbaik dunia versi FIFA. Padahal, sekali lagi skill mengolah si kulit bundar dan prestasi bersama klubnya tidak kalah mentereng dibanding dengan kedua mega star lapangan rumput hijau dimaksud.

Pun dengan Ganjar Pranowo. Meski saat ini digadang-gadang sebagai kandidat paling potensial maju Pilpres 2024, tetapi bakal cukup sulit terwujud jika menggunakan gerbong PDIP. Pasalnya, partai berlambang banteng gemuk moncong putih ini sejak awal telah memiliki 'bintang' yang siap diusung dalam diri Puan Maharani.

Beda dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang kebintangannya diukur dari kualitas skill-nya yang mumpuni. Kebintangan Puan diukur dari statusnya sebagai putri kandung sang Ketua Umum PDIP sendiri, Megawati Soekarno Putri.

Sebagai ketua umum, Mega---panggilan kecil Megawati Soekarno Putri memiliki hak prerogatif dalam memilih siapa yang bakal diusung oleh partainya.  Selaku Ketum sekaligus ibu, tentu Mega cenderung akan lebih memilih putrinya dibanding kader lain.

Setidaknya ada dua alasan kuat, kenapa Mega bakal lebih memilih Puan Maharani. Pertama, Mega ingin Puan meneruskan trah Soekarno yang pernah menjadi pemimpin bangsa. Kedua, Mega ingin PDIP tetap besar jika pada suatu saat kelak kursi kepemimpinannya turun terhadap Puan.

Tentu, harapan Mega dan PDIP bisa terwujud bila Puan Maharani bisa menduduki posisi penting di pemerintahan.

Dengan kondisi seperti ini, maka tidak salah bila Ganjar Pranowo dinilai salah lahir. Meski elektabilitasnya tinggi, tetapi tidak akan mampu menunjukan kebintangannya dan mendapat apresiasi.

Hal serupa diutarakan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie. Menueutnya, kecil kemungkinan akan mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Formula yang sudah diatur sepertinya Prabowo Subianto-Puan Maharani, PDIP koalisi dengan Gerindra," kata Jerry, Kamis (29/10/2020). Sindonews.com.

Masih dikutip dari Sindonews.com, Jerry menilai, bergabungnya Partai Gerindra ke dalam pemerintahan adalah bagian dari perkawinan politik partai besutan Prabowo itu dengan PDIP yang maharnya mengerucut ke Pilpres 2024.

"Artinya, kalau mau maju capres, Ganjar bukan hanya harus meyakinkan PDIP tetapi juga Gerindra. Sementara di PDIP sendiri paling tidak dia harus bersaing dengan Puan," ujarnya.

Ikuti Jejak Neymar?

Seperti telah disinggung, karena terus berada di bawah-bawah bayang super star Lionel Messi, akhirnya Neymar memutuskan pindah klub ke PSG. 

Di sana, meski belum mendapatkan penghargaan individual bergengsi, setidaknya Neymar mampu menjelma sebagai pemain paling penting di klubnya.

Nah, saya rasa bila elektabilitas Ganjar Pranowo terus melejit, tetapi tidak mampu keluar dari bayang-bayang Puan Maharani. Maka, jalan satu-satunya adalah mengikuti jejak Neymar. Yaitu, Ganjar harus keluar dari PDIP dan merapat ke partai lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN