Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Freelancer - Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Janji Manis Anies Berakhir Miris

6 Juli 2020   16:35 Diperbarui: 6 Juli 2020   16:44 320
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sandi menyesalkan keputusan Anies yang menyetujui adanya reklamasi kawasan Ancol. Ia menyinggung masa-masa dirinya dan para relawan turun langsung ke lapangan untuk mendukung paslon Anies-Sandi saat Pilkada 2017.

Sama halnya dengan Sandi, Koordinator Relawan Jawara Sanny A Irsan juga kecewa. Sebelum Kepgub ini terbit, dia menyebut sosok Anies merupakan idola dari para relawan.

Terakhir, Sanny menilai pihaknya tidak dapat menggugat Kepgub 237. Untuk itu, ia hanya berharap Anies dapat menentukan langkah politiknya untuk mencabut Kepgub ini.

Memang miris situasi Anies saat ini. Setelah sebelumnya banyak pihak termasuk warganet yang mengkritisi setiap kinerja dan kebijakannya. Kini, aksi protes itu justru datang dari para relawan pendukungnya.

Ya, memang sudah menjadi sebuah risiko yang harus diterima Anies Baswedan, jika tidak mampu memenuhi apa yang diinginkan masyarakat. Termasuk janjinya yang tidak bisa ditepati.

Janji Manis Kampanye

Apa yang dirasakan oleh para relawan pendukung Anies Baswedan sebenarnya bukan masalah baru terjadi di tanah air.

Kenapa?

Karena sejatinya telah cukup banyak bukti, yang mengindikasikan ingkarnya para pemimpin daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota. Bagaimana, di beragam media massa, kerap terjadi aksi massa yang memprotes pimpinan daerahnya. Hal itu, tak jarang diakibatkan oleh ingkarnya janji mereka.

Sebagaimana biasa kampanye pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah selalu diramaikan dengan obral janji. Pada umumnya janji yang diumbar adalah berisi harapan tentang kondisi yang lebih baik jika yang bersangkutan bisa meraih kemenangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun