Mohon tunggu...
Sule Maarif
Sule Maarif Mohon Tunggu... Anak kampung yang terdampar di kota dan insyaallah akan kembali ke kampung

Terlahir sebagai Bobotoh, menyukai Parma dan penggemar berat Man United

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Habib Rizieq Menyerah?

13 Juni 2019   04:52 Diperbarui: 13 Juni 2019   04:55 0 5 1 Mohon Tunggu...
Habib Rizieq Menyerah?
wartaekonomi.co.id

Menguip berita yang dipublikaskan RMOL.com Senin (10/9), dalam sebuah rekaman suara Habib Rizieq meminta para pengikutnya untuk tidak khawatir dengan pemenang Pilpres 2019. Jika putusan sidang gugatan Pilpres, Mahkamah Konstitusi memenangkan pasangan Jokowi-Maruf, maka ia mengajak pengikutnya untuk mengawal pemerintahan terpilih.

Mengawal pemerintahan Jokowi agar tidak melanjutkan kezaliman di periode kedua.

Dalam rekaman itu Ia menyerukan agar umat Islam terus melawan kezaliman yang terjadi demi tercapainya keadilan di tanah air .

Seruan Habib Rizieq tidak seperti biasanya. Padahal sebelumnya seruannya bernada provokatif dan menjadi salah satu tokoh utama pendukung tagar #2019GantiPresiden.

Apakah sang imam besar sudah mulai menerima? Menerima kenyataan?

Apakah sikap demikian karena sudah mendengar seruan atau petisi netijen agar FPI ijinnya tidak diperpanjang? Atau takut kewarganegaraannya dicabut?

Habib Rizieq memang harus realistis. Gugatan BPN terhadap MK sangat berat untuk dikabulkan. Ini de javu buat Prabowo seperti lima tahun lalu.

Bukti-bukti yang lemah bagaimana bisa menggagalkan kemenangan Jokowi? Ditambah tidak adanya dukungan internasional terhadap narasi kecurangan dan kedzaliman Jokowi pada pemerintahan dan pemilu 2019. Semua laporan lembaga asing, duta besar dan media asing yang meliput melaporkan sama bahwa tidak ada kejadian seperti yang dituduhkan BPN.

Dan bagaimana bisa Habib Rizieq berani kembali bersikap frontal? Sedangkan ada 7 jenderal yang ditangkap. Dan akan ada lagi 9 jenderal yang sedang diselidiki dan sangat mungkin akan segera ditangkap.

Dan bagaimana bila kepolisian kembali menindaklanjuti pelaporan dirinya oleh politikus PDIP Dewi Ambarwati Tanjung untuk kasus makar?