Mohon tunggu...
Salwa Aulia Novitasari
Salwa Aulia Novitasari Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Akuntansi Universitas Nusa Putra

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Pengaruh Gojek terhadap Perekonomian Indonesia di Masa Pandemi COVID-19

23 Juni 2021   09:50 Diperbarui: 25 Juni 2021   02:09 127 1 0 Mohon Tunggu...

Pandemi COVID-19 merupakan suatu periode tersulit bagi kita semua masyarakat Indonesia. Tak hanya Indonesia saja yang terkena dampak dari pandemi ini, akan tetapi hampir seluruh negara terkena dampak langsung dari COVID-19. Di awal kemunculannya, pandemi COVID-19 telah membawa berbagai permasalahan. Mulai dari kesehatan, ketenagakerjaan, hingga perekonomian yang kian merosot yang diakibatkan oleh COVID-19.

GOJEK merupakan salah satu perusahaan teknologi yang bergerak pada bidang layanan transportasi. Sejak awal didirikan hingga kini, GOJEK telah memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat dan juga perekonomian Indonesia. Pada masa sebelum pandemi, LD FEB UI mengklaim bahwa pada tahun 2017 GOJEK berkontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai total Rp. 9,9 triliun, dan kontribusi GOJEK pada tahun 2019 sebesar Rp. 104,6 triliun, angka ini merupakan kenaikan yang cukup signifikan. Kontribusi tersebut dihasilkan dari lima layanan aktif GOJEK, diantaranya yakni GoRide, GoFood, GoSend, GoCar, dan GoPay. Dari lima layanan tersebut telah menyumbang sebesar Rp. 87,1 triliun dihitung dari selisih pendapatan mitra sebelum dan sesudah bergabung ke ekosistem GOJEK pada tahun 2019.

Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak buruk pada UMKM, mayoritas UMKM kehilangan hampir setengah dari penghasilannya. Digitalisasi yang dilakukan oleh GOJEK terhadap UMKM sangat meningkatkan daya tahan usaha di tengah krisis pandemi COVID-19, dan juga mendorong adaptasi teknologi oleh UMKM tradisional menuju UMKM digital atau peralihan dari ranah offline menuju ranah online. Tak hanya itu, teknologi GOJEK saat ini sangat mempermudah para UMKM yang terdampak pandemi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LD FEB UI, GOJEK menjadi penyangga ekonomi bagi mereka yang penghasilannya terdampak langsung oleh COVID-19. Sebanyak 40% UMKM yang disurvei baru bergabung dengan GoFood saat awal pandemi COVID-19 (sejak Maret 2020), yang mana sebanyak 94% merupakan UMKM berskala mikro dan 43% adalah pelaku bisnis pemula.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 92% dari pelaku UMKM mengatakan mereka mampu beradptasi lebih cepat di masa pandemi ini karena GOJEK, dan hampir 50% mengatakan mereka tidak dapat bertahan apabila mereka bukan bagian dari mitra GOJEK. 90% UMKM optimis bahwa dengan terus bermitra dengan GOJEK selama 5 tahun ke depan, bisnis mereka dapat pulih dan tumbuh lebih lanjut. UMKM pun merasa didukung dengan menjadi mitra GOJEK.

Dengan begitu, maka dapat dikatakan bahwa GOJEK telah berhasil dalam membantu usaha dan menggitalisasi para mitra UMKM.

Sementara itu, dampak yang diperoleh oleh mitra pengemudi sebelum pandemi yaitu mendapatkan kesempatan kerja, dengan begitu dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Setelah pandemi pun GOJEK telah memberi dampak pada pengemudi, mayoritas dari pengemudi telah menerima bantuan sosial, dan sebanyak 84% mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh perusahaan GOJEK. Dari 73% pengemudi yang terkena dampak pandemi ini mereka tetap optimis bahwa pendapatan mereka akan pulih, dan 89% pengemudi berencana akan terus menjadi mitra pengemudi GOJEK.

Maka, dapat dikatakan bahwa GOJEK sangat dibutuhkan oleh masyarakat di masa kini. Karena GOJEK membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam membangun perekonomian Indonesia lebih maju.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x