Mohon tunggu...
Salma Labibatus Sajidah
Salma Labibatus Sajidah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Pendidikan Indonesia

KKN Tematik Bidang Pendidikan 2021

Selanjutnya

Tutup

Teknologi

Dampak Pandemi Covid 19 terhadap Penggunaan Alat Teknologi Informasi dan Komunikasi

30 Juli 2021   00:18 Diperbarui: 30 Juli 2021   00:31 77 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dampak Pandemi Covid 19 terhadap Penggunaan Alat Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Sejak munculnya virus corona diakhir tahun 2019 menimbulkan kecemasan dan keresahan penduduk di dunia. Virus corona yang diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 ini kita kenal dengan nama Covid - 19. Virus corona biasanya mulai dari demam, batuk, kelelahan, flu biasa hingga penyakit yang serius seperti penyakit infeksi saluran pernafasan, dan sampai pada kematian. Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena paparan virus corona. Virus tersebut terdeteksi di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Angka kasus covid-19 terus meningkat tiap bulannya, hingga tanggal 26 Juli 2021 kasus covid-19 di Indonesia mencapai angka 3.194.733 jiwa terpapar virus covid-19 dan 84.766 jiwa yang meninggal.

Meningkatnya angka kasus covid-19 di Indonesia ini sangat meresahkan penduduk Indonesia. Pada tanggal 15 Maret 2021, Presiden Jokowi mengumumkan "Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah". Beliau meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona dengan cara mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini berdampak pada beberapa aspek, salah satunya adalah meningkatnya penggunaan alat teknologi informasi dan komunikasi. Meningkatnya penggunaan alat teknologi informasi dan komunikasi di masa pandemi saat ini karena banyak aktivitas yang dilakukan secara online seperti bekerja, belajar, berbelanja online, berkomunikasi dan lainnya.

Kegiatan belanja bulanan yang biasanya dilakukan secara langsung dengan mengunjungi salah satu swalayan terdekat sekarang dilakukan secara online melalui beberapa e-commerce yang ada. Selain itu kita juga bisa membeli obat tanpa harus datang ke apotek dan mengantri karena sudah ada aplikasi yang tinggal kita pencet obatnya akan diantar oleh ojek online. Jadi semua kebutuhan hidup kita dapat terpenuhi tanpa harus bertemu dan bersentuhan dengan banyak orang, yang merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyebaran covid-19. Selain itu kegiatan bersilaturahmi dengan sanak saudara juga saat ini dilakukan secara online melalui aplikasi seperti Zoom Meeting, Video Call WhatsApp, dan berbagai aplikasi komunikasi lainnya. Seperti yang kita ketahui bahwa virus covid-19 lebih rentan terkena oleh orangtua dan anak kecil.

Setelah Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan mengenai semua kegiatan dilakukan di rumah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran No. 4 tahun 2020 yang berisikan tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid, yang didalamnya menyatakan proses belajar dari rumah, yang biasanya dilakukan secara tatap muka di kelas sekarang dilakukan dengan cara pembelajaran jarak jauh. Teknologi memiliki peran penting sebagai jembatan interaksi dan penyampaian informasi antara pengajar dengan peserta didik serta sebaliknya. Hingga bermunculan platform - platform yang dapat mempermudah pelaksanaan pembelajaran jarah jauh seperti Zoom, Google meet yang digunakan sebagai media dalam melakukan interaksi, penyampaian materi pembelajaran serta forum diskusi online lalu ada WhatsApp grup dan Google Classroom sebagai media penyampaian materi pembelajaran, forum diskusi online serta pengumpulan tugas.

Selain ada dampak positif tentu pasti terdapat dampak negatif dari penggunaan alat teknologi komunikasi dan informasi di masa pandemi, salah satunya adalah anak dan orang tua yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadgetnya masing -- masing ketimbang menghabiskan waktu untuk ngobrol dengan anggota keluarga. Masa pandemi saat ini adalah waktu yang pas untuk kita meluangkan waktu bersama keluarga sebanyak mungkin sebagai salah satu cara untuk menjaga serta meningkatkan kualitas keluarga. Selain itu, kecanduan bermain game online sehingga banyak kasus anak membeli vocher game hingga ratusan ribu. Seperti yang kita ketahui semua orang mengalami kesusahan dalam ekonomi di masa pandemi ini jadi sangat disayangkan anak -- anak tersebut masih menghambur -- hamburkan uang dan tidak melakukan kegiatan menabung.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN