Mohon tunggu...
sahril _
sahril _ Mohon Tunggu... bimbingan penyuluhan islam

pantang menyerah

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kesadaran dan Mengamalkan Keagamaan pada Generasi Milenial

8 Agustus 2020   18:20 Diperbarui: 8 Agustus 2020   19:35 292 2 0 Mohon Tunggu...

kesadaran dan mengamalkan keagamaan pada generasi milenial

Oleh: Sahril

Islam adalah agama yang “rahmatan lil alamin”. Sehingga Islam harus disebarluaskan kepada umat manusia. Jika seseorang yang memiliki sebuah ilmu, jangan hanya diamalkan untuk kehidupannya sendiri, tetapi harus disampaikan kepada orang lain agar yang di sampaikan menjadi sedekah jariyah. Sebagai seorang yang beriman kepada Allah SWT, kita diwajibkan untuk melaksanakan dakwah walaupun hanya sekali seumur hidup. Apalagi di era globalisasi yang serba berkecukupan saat ini, banyak strategi, metode, dan media yang dapat kita lakukan untuk melaksanakan dakwah.

Banyaknya media baru seperti surat kabar, majalah, sosial media, jurnal, televisi, radio, dan sebagainya mempercepat penyebaran kegiatan dalam menunjang materi dakwah yang disampaikan. Berbeda yang dilakukan ketika pada zaman Rasulullah dan sahabat mereka menggunakan media dakwah sangat terbatas, hanya berkisar pada dakwah qauliyah bi al-lisan dan dakwah fi’liyah bi al-uswah ditambah dengan media penggunaan surat (rasail).”

Agama bukanlah semata-mata turun temurun dari orang tua kita terdahulu. Akan tetapi, agama memiliki makna yang sangat kuat yaitu sebagai tuntunan dalam berperilaku dan kepercayaan untuk hidup bertuhan dengan baik.

Agama adalah pedoman hidup, dan sistem yang mengatur kepercayaan manusia dengan tatanan kehidupan yang sesuai kaidah-kaidah ajaran islam. Maksud dari pedoman yaitu pedoman bagaimana seseorang bersikap, bertutur, dan bertindak serta bagaimana kita beretika terhadap tuhan, lingkungan, dan sesama umatnya. Apabila agama sebagai pegangan hilang, maka jatuhlah kita ke jalan yang sesat. Agama mengajarkan tentang adanya kehidupan setelah di dunia yaitu akhirat.

Akan tetapi, agama yang dijadikan sebagai panutan dan tuntunan adalah agama yang sesuai dengan keyakinan masing-masing individu. Apabila yang diajarkan adalah hal-hal yang positif dan bermanfaat, maka manusia akan terdorong pada kebaikan, begitupun sebaliknya. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara demokratis yang mayoritas pemeluk agama Islam. Saat ini lebih dari 207 juta orang muslim yang tinggal di Indonesia, sebagian besar orang muslim.

Ketaatan berarti kesesuaian perilaku dalam beragama. Ketaatan terbagi menjadi 2 yaitu sosial dan spiritual. Ketaatan dalam sosial yaitu seseorang itu berbuat baik kepada orang lain dengan menebar kedamaian, tidak menganggu, merampas hak orang lain, dan baik pada lingkungan, masyarakat, dan sebagainya. Sedangkan ketaatan dalam spritual itu bagaimana sholat dengan baik, ibadah dengan baik, atau mengaitkan antara pribadi seseorang dengan Allah SWT.

Oleh sebab itu, ketaatan merupakan perbuatan baik sebagai cerminan dari ajaran agama. Generasi milenial yang hidup dalam keadaan buta oleh adanya internet dan bergelimang teknologi membuat otoritas pemerintah serta dogma agama tidak memiliki kuasa penuh dalam mengontrol pikiran masyarakat. Pada dasarnya, seseorang dapat mengakses informasi dan pengetahuan dengan cepat dan mudah melalui internet.

Disinyalir dengan hadirnya agama pada mereka dengan wajah yang kaku,  cenderung mengekang dan posesif, memagari kebebasan, saling mengkafirkan, dan saling menyalahkan antar golongan memberi anggapan bahwa ajaran agama seakan-akan tidak sesuai dengan kondisi sosial saat ini

Kenyataannya, masyarakat yang tidak beragama di banyak berbagai negara tidak semakin berkurang, justru atheism semakin berkembang pesat di seluruh negara. Negara-negara komunis dan liberal yang identik dengan pertentangan akan terlihat kehidupan yang egois dan menghalalkan hal-hal yang dilarang agama. Namun agama pada dasarnya mengajarkan kebaikan dan perdamaian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN