Saeran Samsidi
Saeran Samsidi

Saeran Samsidi alias Pak Banjir wong Banyumas sing coag, cablaka tur semblothongan!

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Young Lady Primadona Kompasiana

12 Januari 2018   11:55 Diperbarui: 12 Januari 2018   12:03 228 3 0
Young Lady Primadona Kompasiana
kompasiana.com

Mengikuti Young Lady Latifah Maurinta, eh sebagai pembaca tulisan Young Lady yang cantik tulisannya dan pasti cantik pula orangnya, itu saja kadang hanya membaca satu dua tulisannya di Kompasiana, saya bukanlah followers-nya. Jujur saja, saya gaptek dalam tata cara dan teknis pada lini massa di dunia  maya. Saya tak pernah ngeklik sana ngeklik sini, like atau dislike, komentar atau pun dialog saling sapa.

Kalau baca di medsos ya baca saja, kalau nulis ya nulis saja. Tapi ketika saya baca tulisannya Young Lady yang bertajuk  "Basuki Tjahaja Purnama: Kasih dari Dalam Penjara" 4 Januari 2018 saya tersentuh, terbata-bata, trenyuh, nyaris jatuh hati terkagum-kagum. Terlebih-lebih ketika membaca di kolom komentar berikut ini :

Rifan Abdul Azis4 Januari 2018 07:37

tidak ada bukti kuat dan meyakinkan Ahok berada di rutan dedikasi Ahok? it's a big hoax! Reklamasi dan sumber waras dan bacot tai janganlah dilupakan!
salam dari sesama civitas akademika UPI...

Latifah Maurinta 4 Januari 2018 09:24

Kamu bukan sesama saya...yang berkomentar tidak lembut, tidak santun, tidak layak didngarkan.

Rifan Abdul Azis 4 Januari 2018 10:13

Komentar dihapus

Rifan Abdul Azis 4 Januari 2018 10:18

wah hebat ahok yang bicaranya sangat  kotor lbh pantas didengarkan bahkan dipuja-puji

Saya jadi paham siapa Young Lady dan bagaimana karakter dan kepribadiannya. Mungkin saja Latifah  Ahohkers atau  Cebongers dan Rifan Abdul Azis Kamvreters menurut istilah Iqbal Aji Daryono di Mojok dan bisa jelas membedakan karakter dan kepribadian antara  Ahokers Cebongers dan  Si Sumbu Pendek Kamvreters.

Bagaimanakah karakter dan kepribadian Young Lady? Berikut saya cuplik sebagian dari  tulisan opanya Maurin, Opa Tjiptadinata di Negeri Kanguru yang menyampaikan selamat ulang tahun ke-20 di Kompasiana 9 September 2017 :

Hampir tidak ada Kompasianer yang tidak mengenal Maurin dalam karya tulisnya yang membuahkan beragam tulisan. Yang terkadang terasa sangat melankonis ,namun kentara bahwa gadis ini tidak hanya menulis dengan tangan dan pikiran, tapi juga dengan hati. Setiap kata yang tertuang dalam tulisannya menggambarkan kedewasaannya. 

Secara pribadi, saya belum pernah ketemu dengan Maurin tapi anehnya saya merasakan Maurin sudah bagaikan salah satu dari cucu-cucu kami. Membaca dari profile yang ditampikan, kita mengetahui bahwa hari ini tanggal 9 September, 20 tahun lalu Maurin dilahirkan.

Salah satu hal yang saya kagumi dari Maurin adalah selalu bertutur kata sopan dan santun dalam setiap tulisannya. Tak sekalipun terbersit kata kata yang kasar ,apalagi dapat melukai hati siapapun. 

Gadis ini sungguh mendalami tentang arti dan makna sharing and connecting, yakni bagaimana berinterkasi dalam pergaulan didunia maya. Bagaimana menempatkan dirinya sebagai sahabat bagi yang seusianya dan menempatkan diri sebagai cucu, ketika berhadapan dengan kakek dan nenek yang masih ikut menulis di Kompasiana ini.

Maurin juga sangat konsisten dalam menjawab setiap komentar di tulisannya dan mampu membalas setiap kunjungan ke tulisannya.Yang sejujurnya, saya sendiri tidak mampu menerapkannya secara utuh.

Kalau saya boleh, mewakili kita semuanya, mengucapkan :" SELAMAT ULANG TAHUN KE 20 MAURIN!" Semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan dan semoga sukses meraih cita cita hidupmu.

Salam dan doa untukmu Latifah Maurinta!

Tjiptadinata Effendi

Saya tak mampu menuliskan kata-kata seindah dan sedalam Opa Tjiptadinata untuk Latifah Maurinta. Akhirnya saya berusaha melajak jejak Young Lady menelusuri profilnya. Hasilnya saya buat grafik diagram berikut :

Grafik  Tulisan Latifah Maurinta

Di Kompasiana Sepanjang Tahun 2017

dokpri
dokpri


























Dari data grafik di atas Young Lady sebulan mampu menghasilkan  kurang lebih sebanyak 20 tulisan. Maurin adalah cerpenis, apakah Penerbit Gramedia sudah membukukan kumpulan cerpennya? Dan rekam jejak pada data digitalnya di Kompasiana per 12 Januari 2018 statistiknya sebagai berikut :

*  bergabung 29 Maret 2015

* artikel 281,

* dibaca  229.909

* komentar 3.278

* nilai 5.086

* headline 20

*  pilihan 215

*  followers 221, following 150.

Saya yang wong ndesa ini belum amput-amputnya/belum apa-apanya  dibanding Young Lady. Oooohhh .... Latifah Maurinta! Maka saya beri di gelar : Young Lady Latifah Maurinta Primadona Kompasiana Luaaaar biasaaaaa ....!