Mr Sae
Mr Sae profesional

Aktivis Kemasyarakatan dan Pemerhati Kebijakan

Selanjutnya

Tutup

Regional

Kinerja Balitbangtan Puslitbangbun untuk Kejayaan Perkebunan Indonesia

5 Januari 2018   10:35 Diperbarui: 5 Januari 2018   13:46 616 0 0

Tantangan pembangunan pertanian khususnya sektor perkebunan dimasa mendatang benar-benar nyata, hal ini ditunjukkan persaingan dipasar global terkait komoditas perkebunan. Selain kebutuhan domestik yang harus dipenuhi, pasar internasional juga mejadi target pasar dalam upaya meningkatkan sumber devisa negara. Untuk itu kinerja sektor perkebunan khususnya melalui aktivitas riset harus dipacu dan tingkatkan untuk mencapai swasembada nasional terutama komoditas perkebunan. 

Selain capaian output kegiatan yang harus dipenuhi dari  aktivitas riset, diseminasi dan manajemen, indikator keberhasilan/kinerja lembaga dapat diukur dari besaran serapan anggaran. Kerja keras dan koordinasi yang ditunjukkan oleh Puslitbang Perkebunan hingga akhir tahun 2017 dimana serapan anggaran mencapai 97 persen, hal ini melampui dari yang ditargetkan. Posisi serapan tersebut melebihi capaian eselon-eselon II di lingkup Balitbangtan. Hal tersebut disampaikan Dr. Fadjry Djufry saat memberikan arahan pada rapat rutin Puslitbang Perkebunan Jum'at 5 Januari 2018. 

Dikesempatan yang sama Dr. Fadjry memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terutama kepada peneliti Puslit dan Balit yang telah bekerja keras dalam menyuksesan target-target Kementerian Pertanian dalam menghasilkan varietas unggul baru, paket teknologi dan analisis kebijakan terkait komoditas perkebunan. 

Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah karena menuntut sinergisitas seluruh pihak terutama pihak eksternal (pemda, BUMN, swasta dan organisasi lain terkait). Puslitbang Perkebunan sebagai lembaga riset memiliki indikator kinerja utama (IKU) untuk mencapai 7 varietas unggul baru (VUB) pada tahun 2017 sebagimana terlangsir dalam dokumen Bappenas dan tahun 2017 mampu melampui batas target sebanyak 20 VUB di rilis. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peneliti dan institusi, jadi tidak ada alasan hanya komoditas pangan saja yang dikerjakan namun komoditas perkebunan juga tetap mendapat perhatian serius oleh Badan Litbang Pertanian dan Kementerian Pertanian, hal ini terlihat dari peningkatan anggaran pada 3 tahun terakhir untuk  kegiatan riset. Tahun 2017 Puslitbangbun telah melepas  varietas unggul baru yaitu komoditas tebu sebagai jawaban dimasa mendatang terhadap kekurangan gula karena masih tergantung dengan impor. Capain-capaian hasil riset  lain juga telah diraih oleh Balai-Balai Penelitian lingkup Puslit terutama  Balit yang telah menyanfang PUI.

Disisi lain Dr. Fadjry menekankan tentang pentingnya publikasi ke publik terkait hasil-hasil kinerja Kementerian Pertanian 3 tahin terakhir terutama terhadap capaian swasembada pangan dan hortikultura. Teknik/langkah  publikasi tersebut bisa ditempuh dengan memaksimalkan fungsi dari media sosial (Face Book, Whatshaap, Twitter, Instagram dan dalam bentuk tulisan lainnya). Untuk itu diharapkan seluruh warga lingkup Puslitbangbun untuk melakukan penderasan terhadap keberhasilan tersebut sepanjang waktu. Hal ini menjadi sangat penting untuk mensosialisasikan ke publik terkait capaian/hasil dan kinerja Kementan dan Puslitbang Perkebunan telah nyata.

Pada akhir arahan beliau menegaskan terhadap pentingnya peningkatan disiplin pegawai dalam bekerja yang merupakan konsekuensi dari pemberian tunjangan kinerja (tukin). Disiplin juga merupakan modal utama dalam mengemban tugas-tugas besar dan berat ditahun 2018. Tuntuntan ke depan jauh lebih berat terutama dalam mencapai target swasembada komoditas selain pangan dan hortikultura yaitu komoditas perkebunan.