Mohon tunggu...
Muhammad Saddam Isra
Muhammad Saddam Isra Mohon Tunggu... Mahasiswa Berprestasi FEM IPB 2020

Be the best version of yourself

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Peranan Hutan Mangrove sebagai Satu Langkah Implementasi SDGs

19 Mei 2020   14:00 Diperbarui: 19 Mei 2020   17:04 324 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peranan Hutan Mangrove sebagai Satu Langkah Implementasi SDGs
docplayer.info


Peran pemuda dalam komunitas ASEAN sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan kinerja. Berdasarkan KTT ASEAN ke-31 pada 13 November 2017, para pemimpin ASEAN sepakat untuk memperkuat peran pemuda karena memiliki kesamaan dalam visi, identitas dan masyarakat. 

Dalam menghadapi tantangan SDG, para pemimpin ASEAN juga sepakat untuk mendorong saling melengkapi dan bekerja sama untuk mencapai Visi Komunitas ASEAN 2025 dan Agenda PBB 2030 tentang Pembangunan Berkelanjutan. Oleh karena itu, proses membangun komunitas ASEAN yang bersih dan sehat oleh kaum muda sangat penting. 

Pemuda ASEAN harus bekerja bersama dan membentuk jaringan dengan memanfaatkan keunggulan komparatif dari masing-masing anggota ASEAN. Keunggulan komparatif yang dimaksud adalah kekayaan sumber daya alam yang kemudian dikelola dan dikembangkan berlandaskan konsep berkelanjutan.


Pemerintah Indonesia akan mengusulkan peran karbon biru untuk mengurangi emisi karbon di Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim. Karbon biru adalah karbon yang diserap dan disimpan di ekosistem pesisir dan laut.

Pentingnya memulihkan dan melindungi hutan bakau tercermin paling jelas dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-14 yang berfokus pada pengelolaan laut dan pesisir kita secara berkelanjutan dan mengakui nilai besar hutan bakau bagi masyarakat lokal. Mengembalikan hutan bakau juga mendukung pencapaian banyak SDG lainnya, termasuk menghilangkan kemiskinan dan kelaparan (SDG 1 dan SDG 2), memastikan mata pencaharian dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), mengambil tindakan terhadap dampak perubahan iklim (SDG 13) dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati (SDG 13) SDG 15). 

Beberapa peran hutan bakau dalam mendukung SDGs tersebut antara lain:
1. Hutan bakau adalah pusat produktif dan kaya spesies untuk kehidupan laut
2. Peluang yang beragam dari hutan bakau dapat menawarkan pendapatan berkelanjutan
3. Hutan bakau adalah zona penyangga pelindung kaya karbon antara daratan dan laut
4. Pendekatan integratif untuk restorasi hutan bakau

Keberlanjutan ekosistem hutan bakau sangat penting untuk dilakukan, tidak hanya memiliki dampak positif terhadap lingkungan tetapi juga membawa nilai ekonomi yang cukup besar. Dalam hal fungsi lingkungan, hutan bakau dapat mencegah abrasi atau erosi oleh air laut, mencegah penyerapan air laut ke dalam tanah, sehingga mengurangi kerusakan akibat tsunami.

Peningkatan pemanfaatan dari makanan olahan yang terbuat dari bakau adalah salah satu potensi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan konservasi. Strategi untuk mengembangkan kawasan konservasi hutan bakau dapat dilakukan melalui ekowisata yang didasarkan pada prinsip keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Pengembangan produk mangrove dapat dilakukan melalui sektor UMKM. Selain itu, penyuluhan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya pelestarian hutan bakau bagi lingkungan.

Konsep model bisnis inklusif dapat diterapkan pada proses agribisnis hutan bakau, seperti:
a. Melaksanakan "man made assisted with experiences".
b. Melibatkan semua sektor dalam mencari pasar
c. Meningkatkan pembangunan desa secara berkelanjutan
d. Membuat kebijakan good policy untuk menghubungkan petani dengan konsumen
e. Menjalankan sektor bisnis bakau terintegrasi dengan beberapa pihak (seperti: petani, pemerintah, NGO, warga sipil, dan industri)

Referensi

Blum, Juliet, and Dorothée Herr. 2017. Can restoring mangroves help achieve the Sustainable Development Goals? March 16. Accessed May 17, 2020. https://www.iucn.org/news/forests/201703/can-restoring-mangroves-help-achieve-sustainable-development-goals.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN