Mohon tunggu...
Wahyuni Susilowati
Wahyuni Susilowati Mohon Tunggu... Penulis, Jurnalis Independen

pengembaraan raga, penjelajahan jiwa, perjuangan menggali makna melalui rangkaian kata .... https://web.facebook.com/wahyuni.susilowati

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Akibat Wabah Coronavirus?

21 Februari 2020   06:05 Diperbarui: 21 Februari 2020   06:13 47 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda Akibat Wabah Coronavirus?
Olimpiade Tokyo 2020 diharapkan berjalan sesuai harapan (doc.Digitalt.TV/ed.Wahyuni)

"Penting untuk diingat bahwa tekanan besar untuk membatalkan Olimpiade Rio (de Janeiro) tahun 2016 karena wabah virus Zika, tetapi (nyatanya) Olimpiade itu berjalan tanpa masalah," Papar Dr Brian McCloskey, mantan direktur kesehatan masyarakat Olimpiade London 2012, seperti yang dirilis oleh BBC Sport,"

Dan (begitu juga yang terjadi pada) Olimpiade Musim Dingin di Vancouver 2010 karena adanya musim pandemik flu tahun 2009 dan mereka melanjutkan (sesuai rencana), (ternyata) tidak muncul masalah khusus baik untuk negara tuan rumah atau maupun negara lainnya di seluruh dunia."

Sejarah tidak mencatat adanya Olimpiade yang pernah dibatalkan atau ditunda karena alasan selain berkecamuknya peperangan dan Olimpiade Tokyo tahun ini pun sepertinya takkan terusik oleh meluasnya Covid-19 yang disebabkan oleh coronavirus, apalagi pekan lalu John Coates, kepala tim inspeksi IOC, mengatakan,"Kami dapat mengkonfirmasi Tokyo 2020 tetap di jalurnya." (BBC Sport, 18 Februari 2020).

Namun, tentu saja, langkah preventif terhadap Covid-19 akan menjadi bagian dari kebijakan asuransi penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 dengan nilai premi sekitar 300 juta (sekitar Rp 5,4 triliun).

Penyelenggara Olimpiade biasanya akan menggunakan asuransi untuk memastikan pendapatan yang hilang dari penjualan tiket bila kejuaraan itu terpaksa dibatalkan akibat coronavirus, sementara IOC mungkin juga mengambil asuransi sendiri untuk mengganti biaya sponsor dan menutup hasil penjualan hak siar yang hilang akibat pembatalan.

Pada Olimpiade London 2012, pengendalian penyakit dilakukan dengan pengecekan kondisi atlet dan pelaporan hasilnya yang diawasi secara ketat. Pengawasan tersebut melibatkan 200 negara yang diharuskan memberikan laporan setiap ada kasus yang bisa secara signifikan mempengaruhi proses penyelenggaraan Olimpiade. Selain itu panitia penyelenggara pun selalu memantau setiap informasi yang diteima dari kamp-kamp pelatihan atlet.

Setiap atlet yang akan bertanding di Olimpiade London 2012 akan menjalani pemeriksaan sebelum tiba di perkampungan atlet untuk mencek apakah mereka mengalami infeksi (saat itu) norovirus, para staf di hotel tempat menginap yang terlibat dalam pelaksanaan Olimpiade pun menjalani skrining untuk memastikan mereka tidak sedang mengidap cacar air. Panitia pun sudah siap dengan rencana darurat memberlakukan karantina bagi semua tim yang tiba di pemukiman atlet.

Para ahli memperkirakan pengaturan serupa mungkin bisa diaplikasikan di Tokyo dengan potensi untuk menskrining atlet yang terpapar coronavirus.

Peristiwa penting seperti estafet obor Olimpiade yang rencananya dimulai dari Yunani pada 12 Maret sebelum 'grand start' di Jepang pada 26 Maret dan kamp-kamp penampungan tim atlet nampaknya belum terkena dampak oleh darurat kesehatan global ini. 

Perencanaan dan persiapan yang sudah berjalan hampir empat tahun terakhir ini memberikan harapan besar bagi penyelenggara maupun atlet dan para pakar pun percaya bahwa Olimpiade Tokyo 2020 akan terjaga tetap berada di jalurnya sampai upacara pembukaan tanggal 24 Juli 2020 mendatang. Tentu saja, kita semua berharap, Olimpiade tahun ini berlangsung sukses sampai ke hari terakhir.

VIDEO PILIHAN