Santo Rachmawan
Santo Rachmawan wiraswasta

Belajar Untuk Menulis dan Menulis Untuk Belajar

Selanjutnya

Tutup

Otomotif headline

7 Trik Lalui Uji Praktik SIM C

27 Juli 2015   18:07 Diperbarui: 11 Agustus 2015   22:32 178530 8 14

Jasa perantara kadang dibutuhkan bagi yang tidak banyak waktu untuk urus SIM, belum lagi kalau harus mengulang

Membuat SIM melalui jalur resmi mungkin bisa menjadi momok menakutkan buat kita semua. Tidak ubahnya seperti kita mau ketemu dosen penguji saat ujian akhir, sekali gagal harus mengulang kembali di sidang berikutnya. Tentu ini memakan waktu, tenaga, dan pikiran lebih. Sayangnya di ujian akhir tidak bisa pakai jasa perantara sekali jadi.

Sebenarnya proses membuat SIM tidaklah terlalu sulit. Untuk tahap awal Anda harus siapkan fotokopi KTP sebanyak 5 buah dan surat keterangan sehat yang bisa didapat di klinik kesehatan di mana saja. Ini semua bisa Anda persiapkan di rumah. Jadi saat datang ke SATPAS SIM (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) Anda tinggal membayar Asuransi, lalu pindah ke loket pembayaran Administrasi SIM (100 ribu untuk SIM C). Setelah diberi tanda bukti dan formulir pendaftaran, kita diwajibkan untuk mengisi lengkap formulir sebelum diberikan ke loket penerimaan berkas.

Setelah berkas ditaruh kita tinggal menunggu dipanggil untuk ujian teori, ini yang bikin agak senewen. Kalau kita urus sendiri bisa makan waktu 2 jam (sesuai pengalaman pribadi). Padahal saya sudah di SATPAS pukul 8 pagi, dan itu di hari sabtu di masa libur Lebaran. Entah bagaimana kalau saya datang siang dan di hari kerja.

Setelah dipanggil untuk ujian teori, kita akan diberi lembar soal, masing-masing peserta memegang soal yang berbeda. Jadi jangan harap bisa saling contek. Kecuali datang sama teman dekat. Ada 30 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 30 menit.

Triknya untuk bisa lolos ujian teori; 

  1. Browsing soal mengenai ujian SIM di Google. atau bisa akses di https://www.yansimrestrotangerangkota.com/ di sini ada contoh soal onlinenya
  2. Sering-Sering lihat rambu-rambu dan arti dari rambu tersebut. Nggak mesti di hapal cukup di mengerti. karena soalnya pilihan ganda jadi mempermudah kita untuk menjawab.
  3. Pakai logika, karena semua aturan lalulintas pasti memakai  logika dasar manusia. Misal ada 2 jalur. Kita berada di jalur 2 sebelah kanan, saat di pertigaan kita putuskan untuk berbelok kekanan. Lalu setelah kita berbelok ke arah kanan kita harus berada di jalur 1 (kiri) atau jalur 2 (kanan)?.
  4. Baca kembali soal setelah selesai menjawab, kadang ada logika yang terlewat karena kita terlalu bersemangat. ohh iya ada beberapa SATPAS yang ujiannya sudah menggunakan PC ada juga yang masih menggunakan kertas dan Ballpoint.
  5. Baca Do'a biar tenang ngerjainnya. Dan jangan lupa bawa air putih untuk menjaga konsentrasi.

Setelah lolos ujian teori, seharusnya akan lebih mudah. Kenapa saya bilang lebih mudah, karena sebagian besar dari para pembuat SIM pasti sudah familiar dengan kendaraan beroda dua ini. Masalahnya ada di psikologis peserta. 

Kita di lihat pak Polisi di lampu merah aja grogi, apalagi di lihatin pas lagi ujian praktek. Tidak usah khawatir, tarik napas dan yakin pasti bisa lulus. Kita grogi karena lupa bernapas yang membuat asupan oksigen di otak berkurang jadi  akal sehat sedikit terlupakan yang di gunakan hanya daya visual kita saat melihat jalur uji praktek yang penuh dengan patok-patok menyeramkan. #lebay

Saya coba berbagi sedikti agar kita bisa tenang saat uji praktek SIM C, yang berupa jalan zig-zag dan lintasan melingkar mebentuk angka 8.

1. Saat di jelaskan oleh petugas usahakan memperhatikan dan bertanya. Kenapa bertanya?, karena akan mengurangi keraguan saat kita uji praktek dan juga mencairkan suasana.

2. Pilih Motor type bebek bertransmisi manual, kenapa?. ini masalah cara mengemudi, nanti saya jelaskan.

3. Minta Ijin untuk berputar-putar sebentar (bukan di jalur uji praktek) untuk menyesuaikan kendaraan sekaligus pemanasan. Saya yakin kondisi kendaraannya pasti berbeda dengan kendaraan anda di rumah.

4. Posisikan motor anda di garis awal. Tarik napas, tenang, baca doa sebentar. lalu masukkan perseneling langsung ke gigi 2. Loh kenapa gigi 2?, karena kalau kita menggunakan gigi satu tarikannya terlalu spontan yang nantinya bisa menggangu keseimbangan dan konsetrasi.

5. Lupakan rem tangan, fokus di rem kaki saja.

6. Saat melaju di lintasan uji praktek, pastikan bukaan gas tidak terlampau besar dan dalam kondisi stabil. Jangan membuka tutup gas karena malah akan mengacaukan konsentrasi. Berkendaralah seperti saat kita melewati banjir, dimana kita harus menahan gas agar air tidak masuk melewati knalpot.

7. Berjalan perlahan, tetap injak pedal rem. Jangan takut kampas rem habis, toh bukan motor kita juga. kuncinya ada di kordinasi pedal rem kaki dan keseimbangan. kalau motor terlalu pelan, lepas rem sedikit tapi kalau motor terlalu cepat injak pedal rem sambil menyeimbangkan agar tidak menyenggol patok dan kaki menyentuh tanah. Yang harus diingat posisi bukaan gas harus tetap stabil dari awal sampai akhir. Dan tidak perlu oper gigi, biarkan mesin terdengar kasar yang penting anda bisa melewati rintangan. Perhatikan arah panah di bawah agar tidak salah arah.

gambar di dapat dari www.hahcreative.wordpress.com

Mudah kan?, semua orang pasti bisa. karena pada intinya mengendarai kendaraan bukan hanya membuka gas besar lalu melesat kencang, tapi bagaimana kita berjalan pelan dan bisa mengontrol kendaraan dengan maksimal. Berjalan kencang itu mudah, bagaimana kalau berjalan dengan kecepatan pelan, dan menjaga emosi sanggup..?

"Trust me it work,.." Kata jargon iklan susu yang bisa bikin perut cowok kotak-kotak.

Berikut tulisan saya mengenai pembuatan SIM yang lain; 6 Jam Bikin SIM