Energi

Perubahan Iklim, Ancaman bagi Laut Indonesia

9 Februari 2018   18:58 Diperbarui: 9 Februari 2018   19:00 427 0 0

Indonesia merupakan salah satu Negara kepulauan terbesar di dunia dimana luas lautan lebih besar yakni 3.544.743,9 km (UNCLOS 1982), dibandingkan dengan luas daratannya yakni 1.910.931,32 km (kemendagri, Mei 2010). Dengan wilayah perairan yang hampir mencapai tiga kali luas daratannya (3:1), maka tak heran jika banyak penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan. 

Akhir-akhir ini banyak nelayan yang mengeluhkan tentang menurunnya hasil tangkapan mereka. Hal ini sering dikaitkan dengan isu perubahan iklim. Ya, dewasa ini masyarakat global sering dihebohkan tentang isu climate changeatau perubahan iklim. Isu mengenai perubahan iklim ini tersebar dan selalu saja menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai media, baik itu di majalah, Koran, televisi maupun internet.

Apa itu perubahan iklim? sebelum menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa itu iklim. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang dan meliputi daerah yang luas. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi. Secara umum,  di dunia terbagi atas tiga iklim, yaitu iklim tropis, lintang menegah dan lintang tinggi. Perubahan iklim ialah menyimpangnya nilai-nilai dari unsur-unsur iklim dari biasanya, yang disebabkan oleh factor internal ataupun eksternal seperti oleh ulah manusia yang terus merubah komposisi kimia atmosfer dan kondisi lingkungan.

Perubahan iklim dapat menyebabkan berbagai masalah baru baik di daratan maupun di lautan. kali ini saya akan coba menjelaskan beberapa dampak yang di timbulkan oleh adanya perubahan iklim khususnya di lautan Indonesia, naiknya tinggi muka laut dan suhu permukaan laut (sea surface temperature) serta pengaruhnya di wilayah perairan Indonesia. 

Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim adalah kenaikan tinggi muka laut. kenaikan tinggi muka laut dapat mengakibatkan peningkatan erosi terhadap garis pantai. pantai yang terkena erosi akan menimbulkan genangan disepanjang bibir pantai. disamping itu, kenaikan tinggi muka laut dapat menyebabkan terganggunya ekosistem pantai dan ekosistem laut.

Menurut penelitian yang diterbitkan secara resmi oleh World Meteorologycal Organization(WMO), terdapat keterkaitan yang erat antara kenaikan suhu permukaan laut dengan produksi ikan di perairan Indonesia. Mereka mengatakan bahwa, meningkatnya suhu muka laut ini disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim dan menurunnya jumlah tangkapan ikan di sebagian besar perairan Indonesia. Hal ini akan bertambah buruk jika tidak adanya upaya pencegahan lebih lanjut dari pemerintah.

Dampak lain dari perubahan iklim ialah naiknya nilai suhu muka laut atau Sea Surface Temperature(SST). Secara umum, nilai suhu muka laut di berbagai wilayah perairan Indonesia menurut hasil analisis yang dilakukan oleh para ahli mengalami kenaikan nilai. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan wiayah di Samudera Hindia di selatan Jawa, Selat Bali dan Laut Arafura yang mengalami penurunan nilai suhu muka laut.

Jika nilai suhu muka laut naik di kebanyakan wilayah Indonesia, kandungan chlorofil-a jutsru mengalami penurunan di banyak wilayah. Kecuali di Samudera Hindia, Selat Bali dan Laut Arafura yang mengalami penurunan nilai suhu muka laut.

Dampak lain dari perubahan iklim yang secara langsung dapat dirasakan ialah berkurngnya hasil laut di wilayah perairan Indonesia. Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh  Indian Ocean Tuna Commission (IOTC), ada tiga negara penghasil tuna terbesar yakni, Indonesia, Jepang da Taiwan yang mengalami penurunan hasil tangkapan tuna dari tahun 1997 sampai 2010. Sementara data dari hasil tangkapan ikan lokal, seperti di perairan barat Sumatera yang tidak mengalami kenaikan suhu muka laut, antara tahun 1994 hingga 2008 mengalami hasil tangkapan ikan yang menurun. Para ahli berpendapat bahwa menurunnya suplai makanan bagi para ikan akibat pemanasan global menjadi salah satu faktor penyebab utamanya.

Perubahan iklim sangat berpengaruh penting dalam aktivitas hidup manusia, hewan dan tumbuhan. Sebagai salah satu negara kepulauan yang memilik banyak potensi kelautan dan perikanan, dibutuhkan pencegahan lanjut untuk menekan laju perubahan iklim dengan menghambat factor-faktor penyebab pemanasan global seperti, memelihara ekosistem asli, tidak membuang sampah sembarang, serta hal-hal lain yang dapat merusak ekosistem lingkungan khususnya ekosistem di lautan. 

Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dan kesadaran penuh dari berbagai kalangan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus ambil bagian dalam mencari solusi alternatif terbarukan guna meminimalisir dampak negatif dari perubahan iklim yang terjadi sehingga dapat memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan di wilaya perairan Indonesia.

Sumber