Mohon tunggu...
Ryan Perdana
Ryan Perdana Mohon Tunggu... Administrasi - Pembaca dan Penulis

Kunjungi saya di www.ryanperdana.com dan twitter @ruaien

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sutopo Purwo Nugroho Teladan Kita Semua

4 Oktober 2018   16:27 Diperbarui: 4 Oktober 2018   16:30 195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Hari-hari dimana semua pemberitaan sedang ditujukan untuk keprihatinan pada gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, terdapat seorang tokoh yang mencuri perhatian publik. Ia adalah Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pak Sutopo semakin dikenal publik lantaran beberapa hari ini sosoknya sering tampil di televisi saat konferensi pers terkait gempa di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Pria yang lahir di Boyolali 49 tahun lalu ini juga rajin memperbarui informasi perkembangan bencana di akun Twitter pribadinya yang telah dicentang biru.

Saya pribadi sudah cukup lama mengikuti akun Twitter Pak Sutopo, semata karena dari akun itu saya mendapat jaminan informasi kebencanaan yang selalu terbarukan. Jika kita jeli, Pak Sutopo dalam setiap menginformasikan suatu bencana, tak jarang me-mention akun beberapa artis dan yang paling sering adalah akun penyanyi Raisa.

Tentang me-mention akun Raisa, saya awalnya hanya menduga agar akun yang memiliki 8,4 juta pengikut itu me-retweet informasi yang disampaikan Pak Sutopo. Dengan begitu, publik yang terdedah akan semakin jamak. Rupanya, Raisa tidak hanya sekadar dijadikan saluran untuk memperluas jangkauan informasi. Kelak, terkuaklah selarik cerita khusus soal ini.

***

Pak Sutopo semakin mendapatkan perhatian tatkala mengumumkan dirinya divonis menderita kanker paru stadium 4B. Pertama kali, ia mengumumkan melalui cuitan. Sebagaimana orang yang mendapatkan kabar buruk, Pak Sutopo mengabarkan dengan tegar tapi tak bisa sembunyikan kesedihan. Nuansa tweet-nya terbaca sangat menyakitkan.

Di kemudian hari, di sela-sela aktivitasnya sebagai penyampai pesan BNPB, ia mengabarkan proses pengobatan yang sedang berjalan. Pernah ia melampirkan foto rontgen yang menampilkan rusuknya telah hilang ditelan kanker. Di waktu yang lain, Pak Sutopo bercerita tentang pengalamannya saat menjalani kemoterapi. Pria alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu berkata betapa sakit rasa yang ditimbulkan proses pengobatan tersebut. Ia lalu memohon untuk senantiasa didoakan.

Di tengah kondisi sakit, kita saksikan Pak Sutopo dengan dedikasi tinggi terus menyampaikan perkembangan kabar gempa Sulteng. Setiap hari pukul 13.00 ia sudah stand by di ruang jumpa wartawan. Pak Sutopo terlihat selalu bersemangat walau nampak tidak segar dan lebih kurus daripada sebelum sakit. Ia pernah nyeletuk: "Saya kok sekarang kurus ya, dulu padahal ganteng."

Di kalangan wartawan, Pak Sutopo dikenal sebagai pejabat publik yang tidak pelit informasi. Apapun informasi yang diminta, dengan senang hati ia bagikan. Dilihat pula dari rekam jejaknya selama ini, ia sosok berprestasi.

Pak Sutopo adalah wisudawan terbaik dan cum laude di Fakultas Geografi UGM saat lulus tahun 1994. Ia pun mendapatkan predikat mahasiswa teladan UGM setahun sebelumnya. Usai lulus, ia berkarya sebagai PNS di BPPT dan BNPB. Di dua lembaga inilah ia semakin tak terbendung.

Saat tengah berkiprah di instansi pemerintah, Pak Sutopo memperdalam keilmuannya di pascasarjana IPB (S2 dan S3). Untuk diketahui, pada tahun 2008 s.d. 2010, saya dan beliau berbarengan menempuh pendidikan di IPB. Bedanya saya di S1, beliau S3 wqwq.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun