Ryan M.
Ryan M. Video Editor

Video Editor sejak tahun 1994, sedikit menguasai web design dan web programming. Michael Chrichton dan Eiji Yoshikawa adalah penulis favoritnya selain Dedy Suardi. Bukan fotografer meski agak senang memotret. Penganut Teori Relativitas ini memiliki banyak ide dan inspirasi berputar-putar di kepalanya, hanya saja jarang diungkapkan pada siapapun. Professional portfolio : http://youtube.com/user/ryanmintaraga/videos Blog : http://blog.ryanmintaraga.com & http://obring.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Tekno highlight headline

Software Office Gratis? Memangnya Ada?

10 Agustus 2017   17:26 Diperbarui: 11 Agustus 2017   07:23 709 5 3
Software Office Gratis? Memangnya Ada?
ilustrasi: visa

Salah satu aplikasi wajib di setiap komputer adalah paket aplikasi yang disebut 'Office'. Rasanya tidak ada komputer yang tidak memiliki aplikasi Office di dalamnya, setidaknya kita, sebagai Kompasianer, membutuhkan satu aplikasi Office yang digunakan untuk mengetik artikel.

Bicara paket aplikasi Office, kebanyakan orang langsung menyebut nama 'Microsoft Office'. Paket aplikasi keluaran Microsoft tersebut kabarnya hadir sejak tahun 1990 dan hingga kini, harus diakui, merupakan paket aplikasi Office paling populer. Di komputer saya sendiri, Word, Excel, dan PowerPoint adalah aplikasi wajib.

Seperti yang kita tahu pula, Microsoft Office dijual terpisah dari sistem operasi Microsoft Windows sehingga calon pengguna harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli aplikasi tersebut.

Lantas berapa harganya?

Di situs resminya, pihak Microsoft Indonesia menjual Office 2016 secara perpetual (skema pembelian sekali bayar atau lazim disebut beli putus) dengan harga mulai Rp 999.999 untuk satu aplikasi (Word/Excel/PowerPoint, dll) hingga Rp 7.299.999 untuk paket Office Professional 2016 yang terdiri dari Outlook, Publisher, Access, Word, Excel, PowerPoint, dan OneNote. Harga yang ditawarkan adalah harga untuk penggunaan Office di satu komputer. Jadi, jika kita - katakanlah - punya 1 PC dan 1 laptop yang hendak diinstal Office, hitung saja berapa rupiah yang harus dikeluarkan.

harga microsoft office - screenshot dari situs microsoft
harga microsoft office - screenshot dari situs microsoft

Sebagian netter pasti mengernyit begitu tahu harga Office yang ditawarkan Microsoft.

"Mahal."

"Belum tentu juga tiap hari kita pake."

Untuk mengantisipasinya, melalui Office 365 Microsoft menyediakan skema berlangganan paket Office untuk jangka waktu tertentu bagi calon pengguna. Paket langganan yang ditawarkan mulai dari Rp 879.999 per tahun untuk 1 komputer atau Rp 1.199.999 per tahun untuk 5 komputer.

Harga yang masih masuk akal menurut saya, Rp 1.200.000 dibagi 12 bulan berarti biaya langganan Office sekitar Rp 100.000 per bulan untuk 5 penguna. Itu berarti 1 komputer dikenakan biaya Rp 20.000 per bulan atau kurang dari Rp 1.000 per hari.

Masalahnya mungkin ada di pembayaran yang setahu saya menggunakan kartu kredit.

Dengan segala kerumitan dan harga yang ditetapkan Microsoft untuk produk Office-nya, apakah lantas menjadi pembenaran buat kita menggunakan aplikasi Office bajakan/kopian? Jawabannya kembali ke diri masing-masing.

Namun sekadar informasi, banyak pengembang yang membuat aplikasi Office dengan fitur serta tampilan yang mendekati dan/atau menyerupai Microsoft Office, begitu juga kompatibilitasnya.

Luar biasanya, aplikasi-aplikasi tersebut bersifat gratis!

Gratis?

Ya, gratis, setidaknya sampai tulisan ini dibuat.

Tulisan saya kali ini membahas 3 paket Office gratis yang sudah saya coba sendiri yaitu LibreOffice, OpenOffice, dan WPS Office Free. Tulisan ini sengaja dibuat singkat dan tidak detail agar Kompasianer nanti bisa merasakan sendiri lalu menentukan paket Office dari pengembang mana yang cocok. Sebelumnya perlu saya informasikan bahwa seperti biasa urutan penyebutan ketiga aplikasi tersebut semata berdasarkan abjad. Tambahan pula, tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan aplikasi Microsoft Office, saya hanya memberi gambaran berapa harga aplikasi tersebut serta menawarkan solusinya berupa aplikasi Office alternatif yang bersifat gratis, mohon dimaklumi.

Mari kita mulai!

LibreOffice

Saat tulisan ini dibuat, LibreOffice sudah masuk versi 5.4, adapun versi stabilnya adalah 5.3.5.

Paket LibreOffice terdiri dari:

  1. Writer untuk pengolah kata (Word-nya LibreOffice)
  2. Calc untuk pengolah tabel (Excel-nya LibreOffice)
  3. Impress untuk pengolah presentasi (PowerPoint-nya LibreOffice)
  4. Draw, Base, dan Math

tampilan libreoffice word, calc, impress, dan math -- screenshot & kolase dari situs libreoffice
tampilan libreoffice word, calc, impress, dan math -- screenshot & kolase dari situs libreoffice

Saat ini LibreOffice 5.3.5 terinstal di netbook sulung saya dan berdasar pengalaman, sejauh ini LibreOffice benar-benar gratis. Untuk biaya pengembangan aplikasi, kita hanya diminta kesediaan berdonasi mulai dari 5 hingga 50 USD menggunakan kartu kredit ataupun PayPal. Namanya juga donasi, tak ada paksaan.

Jika tertarik, sila unduh di situs resminya atau langsung menuju alamat ini:

https://www.libreoffice.org/download/download/

Versi terbaru LibreOffice tersedia untuk komputer bersistem operasi Linux, MacOS, dan Windows. Saat mengunduh versi terbaru LibreOffice untuk komputer dengan sistem operasi Windows x64, berkas instalasinya berukuran 233 MB, jadi pastikan Kompasianer memiliki koneksi internet yang baik.

OpenOffice

Apache OpenOffice adalah paket Office yang terinstal di laptop MacBook saya sejak kira-kira tahun 2011. Saat tulisan ini dibuat, versi terbaru OpenOffice adalah 4.1.3 dan - sama seperti LibreOffice - tersedia untuk komputer bersistem operasi Linux, MacOS, dan Windows.

Berkas instalasi OpenOffice untuk Windows berukuran 134 MB, lebih kecil dibanding LibreOffice. Paketnya - sama seperti LibreOffice lagi -terdiri dari Write, Calc, Impress, Draw, Base, dan Math.

Tidak ada masalah kompatibilitas saat menggunakan OpenOffice, hampir semua fitur yang ada di Microsoft Office tersedia pula di OpenOffice. Mungkin satu-satunya nilai minus OpenOffice di mata saya adalah tampilannya yang sedikit ketinggalan zaman.

Tertarik?

Sila mengunduhnya di:

https://www.openoffice.org/download/index.html

halaman pengunduhan openoffice, unduh sesuai sistem operasi -- screenshot dari situs openoffice
halaman pengunduhan openoffice, unduh sesuai sistem operasi -- screenshot dari situs openoffice

Unduh OpenOffice sesuai sistem operasi yang terinstal di komputer Kompasianer.

WPS Office Free

Sebenarnya menurut saya WPS Office Free tidak benar-benar bisa disebut gratis, berbeda dengan kedua paket Office yang saya bahas sebelumnya. WPS Office versi Free adalah satu dari skema penggunaan WPS Office karena ada tiga paket yang ditawarkan pengembangnya yaitu:

  1. Free
  2. Premium dengan harga langganan 29.99 USD per tahun
  3. Professional yang dijual di harga 79.99 USD dengan sistem perpetual

Lalu, kenapa saya bilang bahwa WPS Office Free tidak benar-benar gratis?

Sedikit cerita, saya pernah menginstal WPS Office Free di netbook si sulung, dan saat menggunakannya, aplikasi ini ternyata menampilkan iklan

Saya sendiri sudah lupa seperti apa iklan yang muncul. Bagaimanapun, saya memilih meng-uninstall WPS Office Free dan menggantinya dengan paket Office lain.

Terlepas dari iklan yang ditampilkan, tampilan WPS Office Free adalah yang terbaik diantara ketiga aplikasi yang saya bahas di tulisan ini. Tampilannya segar dan modern, benar-benar serasa menggunakan Microsoft Office. Kompatibilitasnya pun sangat baik. Tak ada masalah saat saya bolak-balik menyunting berkas di WPS Office dan Microsoft Office.

template dokumen yang disediakan wps office -- cnet
template dokumen yang disediakan wps office -- cnet

Berkas instalasi WPS Office versi 10.2.0.5908 untuk Windows - yang saya dapat - berukuran sekitar 70 MB, paling kecil dari ketiga aplikasi Office yang saya bahas kali ini. Hanya saja saya belum tahu apakah saat proses instalasi kita harus terhubung ke internet untuk mengunduh file-file tambahan atau tidak, namun jika dilihat, berkas instalasi untuk versi Premium-nya pun hanya sekitar 76 MB.

Lalu seperti yang kita tahu, WPS Office tersedia untuk banyak platform antara lain Linux, Windows, iOS, bahkan Android.

Sila unduh versi WPS Office yang netter perlukan di alamat ini:

https://www.wps.com/office-free

atau untuk platform lain, sila merapat ke:

https://www.wps.com/download

Itulah ketiga paket aplikasi Office gratis yang bisa dijadikan alternatif pengganti Microsoft Office, sila pilih sesuai kebutuhan dan keinginan Kompasianer. Jika Kompasianerpunya pendapat lain, tak perlu sungkan menuliskannya di kolom komentar.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat, selamat mengunduh!

Referensi & Tautan Luar:

  1. Awal Sejarah Microsoft Office serta Perkembangannya, PortalSejarah
  2. Belanja Aplikasi Office Mandiri, Microsoft
  3. Manfaatkan Office Sepenuhnya dengan Office 365, Microsoft
  4. WPS Office Official Site
  5. Apache OpenOffice Official Site
  6. LibreOffice Official Suite

Tulisan ini dipublish pertamakali di blog.ryanmintaraga.com, copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini