Bulutangkis

Ramadhan dan Piala Sudirman

5 Mei 2019   06:00 Diperbarui: 5 Mei 2019   06:28 34 1 1
Ramadhan dan Piala Sudirman
makassar.tribunnews.com

Minggu (5/5/2019) Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat untuk melihat hilal, apakah matahari, bulan dan matahari berada dalam satu garis, yang mana itu menandakan dimulainya bulan baru.

Namun Ramadhan 1440 Hijiriah diperkirakan akan dimulai pada hari Senin (6/5/2019) dan berakhir pada 4 Juni 2019 bagi umat Muslim di Indonesia.

Berkenaan dengan itu, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melalui manajer Tim Indonesia ke Piala Sudirman membebaskan atlet bulutangkis untuk menjalankan ibadahnya berpuasa.

Ramadhan kali ini menjadi tantangan tersendiri bagi atlet Muslim karena bertepatan dengan penyelenggaraan pelatnas untuk menuju turnamen beregu campuran Piala Sudirman yang akan dihelat pada 19-26 Mei 2019 di Guangxi Sport Center Gymnasium, Nanning, Cina.

Susy Susanti yang juga Kepala Bidang Pembinaan PP PBSI berharap agar semua pemain tidak kendor dalam latihan dan saat terjun di lapangan. Susy tidak membatasi atlet yang menjalankan puasa.

"Kalau kuat, silakan. Harus atur diri sendiri," kata Susy.

Pemegang medali emas Olimpiade Barcelona 1996 ini berharap Piala Sudirman bisa balik dan diraih Indonesia.

Di grup Piala Sudirman 2019 ini Indonesia bergabung di Grup 1B bersama Denmark dan Inggris.

Pada Piala Sudirman dua tahun lalu Indonesia mencatat rekor terburuk, bahkan tidak bisa lolos dari babak Grup. Kendati menang 3-2 atas Denmark di Grup D. Tapi hasil itu tidak membawa Indonesia lolos ke babak selanjutnya. 

Dalam laga yang digelar di Carrara Indoor Stadium, Goald Coast, Australia, bulan Mei 2017, akhir penyisihan grup, ketiga negara: Indonesia, Denmark, dan India masing-masing memiliki satu poin sama. Tapi, Indonesia tidak lolos, karena kalah dalam selisih laga daripada Denmark dan India.

Pada Piala Sudirman 2019 ini, manajer Tim Susy Susanti yakin Kevin/Markus dkk bisa melaju ke babak selanjutnya dari grup, minimal runner-up dengan menundukkan Inggris.

Optimisme Susy Susanti wajar saja, jika melihat pada head to head Indonesia dan Inggris. "60:40" kata Susy. Isteri dari Alan Budikusuma ini memperhitungkan, Inggris cuma kuat di nomor ganda campuran. Sementara Indonesia dapat mengatasi negeri Ratu Elizabeth di ganda putra, ganda putri, tunggal putra. Dan Susy juga memperhitungkan ganda putri dan tunggal putri dapat diatasi.

Susy memprediksi yang agak seru di tunggal putri dan ganda campuran, yang tiga nomor lain unggul. "Yang dua ini harus dimaksimalkan," kata Susy.

Sementara melawan Denmark, menurut Susy, kekuatan merata pada setiap sektor.

Susy menyebut 50:50 untuk tunggal putra dan tunggal putri. Di ganda putra head to head nya lain-lain. Ganda putri dan ganda campuran, Indonesia bisa mengatasi.

Nah, quick count itulah yang membuat Susy optimis dapat lolos ke sistem gugur.

Menurut Susy, dua tahun lalu Indonesia turun tanpa dua dan tiga pemain andalan, beda dengan seorang, kita turun dengan pemain inti.

"Tidak ada yang tidak mungkin," katanya.

Sudah 30 tahun sejak 1989 kita haus akan juara. Keinginan ini semoga dapat memotivasi atlet.

Sementara itu, mantan pemain ganda campuran Lilyana Natsir berpendapat Indonesia memiliki peluang membawa pulang Piala Sudirman kali ini, asalkan semua sektor mempunyai tanggung jawab yang sama besarnya. Maksud pemegang medali emas Olimpiade Rio 2016, setiap pemain jangan saling mengandalkan pemain lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2