Humaniora highlight

Memiliki Tabungan Saja Tidak Cukup

13 Oktober 2017   10:22 Diperbarui: 13 Oktober 2017   11:10 1114 1 0
Memiliki Tabungan Saja Tidak Cukup
sumber: banco.az

Kaum perempuan sering kali merasakan kesulitan dalam hal pengelolaan keuangan. Para perempuan di penjuru dunia baik yang lajang maupun yang sudah menikah dianggap wajib menguasai perencanaan keuangan. Bagi perempuan lajang maupun yang sudah menikah memiliki tabungan saja tidak akan cukup. Disarankan untuk memastikan masa depan memerlukan pengelolaan keuangan yang jelas lagi terencana. Berikut hal-hal mengenai perencanaan keuangan bagi para perempuan lajang dan yang sudah menikah yang perlu diketahui:

Perencanaan Keuangan bagi Perempuan Lajang

Beberapa jasa perencanaan keuangan di mancanegara mengakui bahwa mereka banyak mendapatkan klien perempuan yang belum menikah. Permasalahan utamanya adalah kebanyakan wanita lajang belum memikirkan apa yang ia inginkan dan butuhkan di masa depan. Serta belum mengetahui cara untuk mencapai keinginan dan kebutuhannya tersebut. 

Jika para perempuan itu tidak merencanakan dan tidak berinvestasi, uang dan waktu yang mereka miliki akan terbuang percuma. Bila perempuan lajang mengandalkan tabungan saja tidak akan cukup. Hal ini dikarenakan bunga tabungan rata-rata hanya 1% per tahun, sementara pertumbuhan inflasi mencapai 10-20% per tahun. Banyak dari mereka memutuskan untuk menggunakan kartu kredit sebagai jawaban dari permasalahan mereka. Namun nyatanya banyak juga yang pada akhirnya terjerat utang kartu kredit.

Supaya tidak terkena jerat utang kartu kredit, perlu dipahami bahwa kartu kredit adalah alat bayar, bukan kartu berutang. Penggunaan kartu kredit dapat membantu, tentunya dengan memahami syarat-syarat yang berlaku dalam penggunaan kartu kredit tersebut. Menggunakan kartu kredit akan aman jika dapat dipastikan nominalnya ada di dalam rekening tabungan, sehingga ketika jatuh tempo pembayaran, dapat dibayarkan sepenuhnya sebelum berlarut-larut dengan bunga yang menumpuk dan berlipat ganda atau lebih dikenal dengan istilah Compounding Interest.

Selain itu para wanita yang belum menikah juga harus memperhitungkan beberapa rasio dalam merencanakan keuangan, di antaranya debt ratio, liquidity ratio, dan savings ratio. Sisanya, dapat menggunakan jasa perencana keuangan membantu untuk menghitung dan menyiapkan keuangan.

Perencanaan Keuangan bagi Perempuan yang Sudah Menikah

Masa depan keluarga ada di tangan perempuan sebagai manajer keuangannya. Rata-rata perempuan di Indonesia mengambil peran sebagai manajer keuangan dalam rumah tangga. Umumnya, para suami yang bekerja lalu menyerahkan pengelolaan penghasilan mereka kepada istri.

Menghasilkan uang atau tidak, perempuan perlu tahu apa saja tujuan finansial keluarga. Perlunya mendiskusikan alokasi pendanaan bertujuan pendidikan, pensiun, liburan, pengeluaran darurat, dan lain-lain agar perencanaan keuangan keluarga semakin matang. Pencapaian tujuan finansial dapat terlaksana jika para perempuan yang menikah memiliki perencanaan keuangan yang komprehensif.

Perhatikan cara para manajer keuangan keluarga ini mengelola uang sendiri. Tidak sedikit perempuan sangat hebat mengelola keuangan keluarga namun lengah mengelola uang pribadinya. Selain itu, meningkatkan wawasan finansial/financial literacy juga diperlukan para perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga. Keingintahuan perempuan masa kini akan produk keuangan dan investasi semakin berkembang. Dengan banyak belajar mengenai perkembangannya, perempuan yang sudah menikah diharapkan jangan sampai memilih produk yang tidak sesuai dengan tujuan finansial keluarga. Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar dan melakukan perubahan demi masa depan yang lebih baik.

Manajemen keuangan bagi wanita merupakan hal yang paling penting yang semestinya dilakukan oleh setiap keluarga maupun individu, manajemen keuangan yang baik dapat membuat seorang wanita dan keluarganya sejahtera dan tidak takut untuk menghadapi masa depan dalam hal ekonomi serta dapat meminimalisir resiko yang mungkin akan terjadi. Karena mengelola keuangan merupakan "hak istimewa" perempuan, dengan ketelitian dan sikap kasih sayang yang umum dimiliki perempuan diharapkan mampu memberikan ketenangan dan rasa nyaman bagi keluarga khususnya dalam hal ekonomi.