Kesehatan

Awas dengan Minyak Goreng Bekas

17 Mei 2017   15:37 Diperbarui: 17 Mei 2017   16:36 109 0 0
Awas dengan Minyak Goreng Bekas
Sumber: www.infomoeslim.com

Apabila ada waktu senggang di sela-sela kesibukan atau setelah seharian bergulat di pekerjaan, ada kesukaan saya yang merupakan nikmat yang Tuhan berikan, yaitu makan gorengan, gorengan disini biasanya adalah pisang goreng, comro, goreng tape, atau goreng ubi.

Kebiasaan ini adalah lanjutan dari kebiasaan dulu waktu di kota kecil dimana keluarga saya, orangtua dan saudara-saudara berkumpul. Ya, mencicipi gorengan. Alasannya adalah karena gorengan murah, nikmat, dan mengasikkan dikunyah. Bahkan pada saat nonton sepakbola atau badminton di televisi, gorengan seadanya menemani sembari minum kopi juga. Kadang juga ngemil kacang garuda. Sesudah tinggal di kota karena bekerja, tidak jarang saya mengemil kacang dan atau gorengan itu sembari nonton.

Walau belum lama ini, saya menyaksikan di satu stasiun televisi, tentang bahayanya makan gorengan sembarangan. Disitu diperlihatkan karyawan stasiun televisi itu menyamar jadi pembeli gorengan, dari satu penjual ke penjual gorengan lainnya di satu tempat yang berdekatan.

"Si pembeli" pura-pura mengobrol dengan masing-masing pedagang itu, mereka ditanyai, intinya, berapa kali anda menggunakan minyak goreng untuk menggoreng gorengan ini. Masing-masing menjawab, ada yang dua kali, ada yang tiga kali. Lalu ditanyai pula, tahukah anda pada bahaya minyak goreng yang dipergunakan dua kali atau lebih? Merekapun menjawab, tahu...Lalu ditanyai pula, apakah anda tidak merasa bersalah apabila yang makan gorengan anda menjadi kanker? 

"Tahu...tapi kalau sering memakai minyak yang baru, saya jadi rugi..", demikian umumnya jawaban para pedagang gorengan tersebut.

Lalu mengenai bahaya dari penggunaan minyak goreng berulang ini saya juga mendengar dari percakapan tetangga.

Saya bahkan sepertinya sering makan gorengan dari minyak goreng bekas.

Nah, bagaimana kalau menyimak pada para ahli peneliti. Menurut mereka makanan yang dihasilkan dari penggorengan memakai minyak bekas dapat menyebabkan kanker, bahkan jantung koroner. Bisa juga menyebabkan kolesterol naik dan darah tinggi. Bisa juga menyebabkan tenggorokan gatal, sehingga menjadi batuk-batuk, apalagi bila digoreng pada suhu yang tinggi, karena tingkat kejenuhannya tinggi.

Oleh karenanya, para ahli menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh kurang dari 10 persen dari asupan harian. Sumber-sumber lemak jenuh itu umumnya berasal dari lemak daging, lemak susu, mentega, lemak babi, minyak kelapa, minyak sawit, dan juga minyak inti sawit.

Dianjurkan pula, setiap kali Anda menggoreng makanan, mulailah prnggorengan pada suhu yang benar. Minyak yang digunakan untuk menggoreng sebaiknya berkisar antara 175-225 derajat celcius.

Demikian uraian saya yang saya tahu baik dari stasiun televisi, percakapan tetangga, dan sumber lainnya.

Semoga artikel diatas ada manfaatnya, dan sehat selalu. Tuhan yang memberi berkah kesehatan. Namun kita manusia patut berusaha untuk tidak sakit.